Dalam perjalanan sejarah Islam, ada sepuluh manusia mulia yang kabar surganya telah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mereka masih menapaki bumi. Mereka adalah mujahid, saksi dakwah, penopang risalah, teman setia Rasulullah dalam meninggikan kalimat tauhid.
Dari Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَشَرَةٌ فِى الْجَنَّةِ أَبُو بَكْرٍ فِى الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِى الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ وَعَلِىٌّ وَالزُّبَيْرُ وَطَلْحَةُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ وَسَعْدُ بْنُ أَبِى وَقَّاصٍ
“Ada sepuluh orang yang dijamin masuk surga: Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman, ‘Ali, Az-Zubair, Thalhah, ‘Abdurrahman (bin ‘Auf), Abu Ubaidah (bin Al-Jarrah), dan Sa’ad (bin Abi Waqqash).”
قَالَ فَعَدَّ هَؤُلاَءِ التِّسْعَةَ وَسَكَتَ عَنِ الْعَاشِرِ فَقَالَ الْقَوْمُ نَنْشُدُكَ اللَّهَ يَا أَبَا الأَعْوَرِ مَنِ الْعَاشِرُ قَالَ نَشَدْتُمُونِى بِاللَّهِ أَبُو الأَعْوَرِ فِى الْجَنَّةِ. قَالَ أَبُو عِيسَى أَبُو الأَعْوَرِ هُوَ سَعِيدُ بْنُ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ. وَسَمِعْتُ مُحَمَّدًا يَقُولُ هُوَ أَصَحُّ مِنَ الْحَدِيثِ الأَوَّلِ.
“Anak Sa’id berkata, ‘Kalau dihitung mereka tadi ada sembilan, lantas tidak disebutkan yang kesepuluh.’ Orang-orang berkata, ‘Kami berdoa kepada Allah, wahai Abul A’war siapakah yang termasuk yang kesepuluh.’ Sa’id (bin Zaid) berkata, ‘Kalian mohon berdoa kepada Allah untukku semoga termasuk yang kesepuluh tersebut yang berada di surga.’ Abu ‘Isa berkata, ‘Abul A’war itu adalah Sa’id bin Zaid bin ‘Amr bin Nufail. Aku mendengar Muhammad sedang berkata bahwa hadits ini lebih sahih dari hadits pertama.” (HR. Tirmidzi, no. 3748. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).
Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَبُو بَكْرٍ فِى الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِى الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِى الْجَنَّةِ وَعَلِىٌّ فِى الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِى الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِى الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِى الْجَنَّةِ وَسَعْدٌ فِى الْجَنَّةِ وَسَعِيدٌ فِى الْجَنَّةِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِى الْجَنَّةِ
“Abu Bakar di surga, ‘Umar di surga, ‘Utsman di surga, ‘Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, ‘Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’ad (bin Abi Waqqash) di surga, Sa’id (bin Zaid) di surga, Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah di surga.” (HR. Tirmidzi, no. 3747 dan Ahmad, 1:193. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Baca juga : Resolusi Ramadan 1447 H, Menjadikan Puasa Sebagai Jalan Perubahan
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq
Abu Bakar adalah manusia terbaik sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Sahabat paling dekat, peneguh hati Nabi dalam momen paling sunyi, termasuk saat hijrah ke Madinah. Dikenal dengan ketulusan, keberanian, dan pengorbanan tanpa batas. Gelarnya, Ash-Shiddiq, lahir dari keyakinan penuh terhadap setiap sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai khalifah pertama, ia menjadi teladan kepemimpinan yang lembut namun tegas.
2. Umar bin Al-Khaththab
Sosok tegas yang kehadirannya memperkuat dakwah Islam. Masuk Islamnya Umar menandai babak dakwah yang lebih terang. Amirul mukminin Umar bin Khatthab adalah seorang yang sangat rendah hati dan sederhana, tetapi ketegasannya dalam permasalahan agama adalah ciri khas yang kental melekat padanya. Ia suka menambal bajunya dengan kulit, dan terkadang membawa ember di pundaknya, tetapi sama sekali tak menghilangkan ketinggian wibawanya. Kendaraannya adalah keledai tak berpelana, hingga membuat heran pastur Jerusalem saat berjumpa dengannya.
3. Utsman bin ‘Affan
Utsman adalah seorang yang rupawan, lembut, mempunyai janggut yang lebat, berperawakan sedang, mempunyai tulang persendian yang besar, berbahu bidang, rambutnya lebat, dan bentuk mulutnya bagus. Utsman berjasa besar dalam pembukuan mushaf Al-Qur’an. Julukannya, Dhun-Nurain, diberikan karena menikahi dua putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam secara bergantian. Amirul mukminin Utsman bin Affan terkenal dengan akhlaknya yang mulia, sangat pemalu, dermawan, dan terhormat
4. ‘Ali bin Abi Thalib
Beliau memiliki kulit berwarna sawo matang, bola mata beliau besar, dan berwarna kemerah-merahan, berperut besar, dan berkepala botak. Beliau berperawakan pendek dan berjanggut lebat. Singa Allah yang keberaniannya tak terbantahkan. Sepupu sekaligus menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tumbuh dalam rumah kenabian, menyerap cahaya ilmu dan akhlak sejak kecil. Di medan perang, ia tak gentar. Begitupun dalam kehidupan, ia bijaksana dan zuhud. Sebagai khalifah keempat, Ali dihormati karena ilmunya yang dalam dan hatinya yang bersih.
5. Thalhah bin ‘Ubaidillah
Dermawan dan gagah berani. Ia termasuk generasi pendahulu yang masuk Islam, juga termasuk dari orang yang mendapatkan hidayah lewat Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dalam Perang Uhud, Thalhah melindungi Nabi dengan tubuhnya sendiri hingga mendapat julukan syahid yang hidup. Ia termasuk sahabat awal yang memeluk Islam dan menginfakkan hartanya demi perjuangan.
Baca juga : Saat Berbuka, Makan Dahulu Atau Salat Dahulu?
6. Az Zubair bin Al-‘Awwam
Prajurit setia yang menjadi Hawariyyun, pengikut setia Nabi. Zubair masuk Islam saat usia 16 tahun dan termasuk generasi awal yang masuk Islam. Zubair adalah orang pertama yang menghunuskan pedangnya di jalan Allah saat ia menduga ada orang musyrik yang hendak berbuat sewenang-wenang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Zubair disebut juga sebagai tetangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga.
7. ‘Abdurrahman bin ‘Auf
‘Abdurrahman bin ‘Auf adalah seseorang yang kaya raya tetapi rendah hati. Tokoh besar dalam sejarah dakwah yang terkenal sebagai dermawan tanpa syarat. Setelah hijrah ke Madinah, ia memulai hidup dari nol, namun ketekunan dan kejujurannya menjadikannya pengusaha sukses yang seluruh hartanya kembali pada perjuangan Islam.
8. Sa’ad bin Abi Waqqash
Ia termasuk golongan yang lebih dahulu masuk Islam. Sa’ad masuk Islam ketika berusia 19 tahun. Doanya mustajab, keberaniannya tak tertandingi. Sa’ad merupakan panglima Perang Qadisiyah yang membuka pintu Persia bagi Islam. Ia adalah salah satu pemanah terbaik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan termasuk sahabat yang keimanannya kokoh
9. Sa’id bin Zaid
Sahabat yang mulia dari keluarga pejuang tauhid. Sa’id adalah putra Zaid bin Amr, seorang hanif yang menolak menyembah berhala jauh sebelum kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dikenal teguh, sabar, dan termasuk perawi hadis tentang sepuluh sahabat yang dijamin surga.
10. Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrah
Sosok yang jujur, sederhana, dan dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat berusia 41 tahun, Abu Ubaidah terlibat dalam perang Badar. Ia juga mengikuti perang Uhud. Ketika perang Uhud, dua gigi depannya copot, malah tampilan dirinya menjadi bagus. Giginya ompong dikarenakan ia mencabut dua rantai yang masuk melalui lubang kancing topi besi di wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena terkena tebasan.
Sepuluh nama ini adalah cermin keteguhan, pengorbanan, dan cinta kepada Allah subhanu wa ta’ala dan Rasul-Nya. Jalan hidup mereka mengajarkan bahwa surga bukanlah hadiah tanpa perjuangan, tetapi hasil dari iman yang berlapis kesabaran. Sudahkah kita mengambil teladan dari 10 Sahabat tersebut?
Cari tahu Program Ramadan di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

