Jakarta, 20 Desember 2025 – BSI Maslahat dukung pagelaran bergengsi International Conference of Zakat (ICONZ) ke-9 yang digelar BAZNAS RI bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Konferensiberlangsung pada 9 – 11 Desember 2025 dan dibuka oleh Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar di Gedung Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Baca juga: BSI Maslahat Akhiri Krisis Air Bersih 70 Tahun di Kampung Zakat Cirebon
ICONZ ke-9 mengusung tema “Zakat & Philanthropy: Beyond Technology – Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity”. Forum ini dihadiri delegasi dari 14 negara sebagai wadah lintas bangsa dalam memperkuat peran zakat mengentaskan kemiskinan di tingkat nasional dan internasional.
ICONZ sendiri merupakan konferensi internasional tahunan di bidang zakat. Kegiatan ini menjadi forum diskusi strategis lembaga pengelola zakat dalam memperkuat kontribusi global demi mendorong pembangunan berkelanjutan, inovasi tata kelola dan penguatan ekosistem sosial-keagamaan.
Menag RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa zakat dan filantropi Islam bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen penting dalam mendorong pembangunan global. “Zakat merupakan pijakan utama kita. Filantropi yang berlandaskan iman adalah kekuatan kolektif umat. Melalui ICONZ ke-9 ini, kita ingin merumuskan paradigma baru sebuah arsitektur tata kelola yang mengintegrasikan inovasi digital dengan nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab spiritual yang bersifat universal,” ujarnya.
Baca juga: BSI Maslahat Raih 2 Penghargaan Bergengsi pada Ajang Zakat Award 2025

Konferensi ini menghadirkan pembicara dari berbagai negara, mencerminkan semangat kolaborasi global yang inklusif dan berkelanjutan. ICONZ juga membahas isu strategis, meliputi penguatan tata kelola zakat global, integrasi kebijakan zakat nasional, inovasi digital, pemanfaatan AI, serta praktik terbaik filantropi dunia.
Partisipasi aktif BSI Maslahat menegaskan komitmen mendorong tata kelola zakat yang profesional, inovatif, dan berdampak luas bagi pembangunan nasional dan global. Lebih dari itu, penyelenggaraan konferensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat rujukan zakat global.
Baca juga: BSI Maslahat dan Grab Luncurkan Program Pemberdayaan Disabilitas Berbasis Zakat Produktif

