Bukan Sekadar Tidur, Inilah Amalan Rasulullah agar Tidur Bernilai Ibadah

Bukan Sekadar Tidur, Inilah Amalan Rasulullah agar Tidur Bernilai Ibadah

Tidur adalah penutup dari seluruh aktivitas harian. Setelah lelah belajar, bekerja, dan beraktivitas seharian, tubuh perlu istirahat untuk memulihkan tenaga. Namun dalam Islam, tidur bukan sekadar kegiatan biologis, melainkan bisa bernilai ibadah jika diawali dengan amalan sunah.

Sayangnya, banyak orang langsung terlelap tanpa sempat mengingat Allah. Padahal, ada beberapa amalan sederhana sebelum tidur yang memiliki keutamaan besar dan mudah dilakukan oleh siapa saja.

Baca juga: Batas Waktu Sahur: Saat Azan Subuh atau Waktu Imsak?

Adab Sebelum Tidur

  1. Mematikan lampu saat hendak tidur

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم-  : ((أطفئوا المصابيح بالليل إذا رقدتم، وأغلقوا الأبواب، وأوكئوا الأسقية، وخمروا الطعام والشراب)) متفق عليه.

Dari Jabir bin Abdullah r.a bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Padamkanlah lampu- lampu bila engkau hendak tidur, kunci pintu, tutup bejana air, dan tutup makanan serta minuman”. (HR. Muttafaq ‘alaih)

  1. Mencuci tangan dari lemak (yang menempel) sebelum tidur

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: ((إذا نام أحدكم وفي يده ريح غمر، فلم يغسل يده فَأَصَابَهُ شَيْءٌ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ)) أخرجه الترمذي وابن ماجه.

Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian tidur sedangakan di tangannya masih ada lemak (sisa makanan) dan belum dicucinya, lalu dia ditimpa sesuatu (penyakit) maka janganlah dia mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah)

Amalan Sunnah Sebelum Tidur

  1. Berwudhu sebelum tidur

  عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم-  قال: ((مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلاَنٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا)) أخرجه ابن حبان

Dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci maka seorang malaikat berada di dekatnya, saat dia terbangun malaikat berkata: “Ya, Allah, Ampunilah hamba-Mu ini karena dia tidur dalam keadaan suci.” (HR. Ibnu Hibban)

  1. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan Al-Kafirun

عن عائشة رضي الله عنها أَنَّ النَّبِيَّ- صلى الله عليه وسلم- كَانَ إذَا أَوَى إلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيْهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ}، {قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ}، {قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ}، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاثَ مَرَّاتٍ. أخرجه البخاري.

Dari Aisyah r.a bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam apabila menuju ranjangnya beliau merapatkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya seraya membacakan pada kedua telapak tangan tersebut:

1x

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

1x

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

1x

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Kemudian beliau menyapukan kedua tangannya ke seluruh anggota tubuhnya semampunya, mulai dari kepala, muka, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

عن نوفل الأشجعي رضي الله عنه  قال: قال لي رسول الله – صلى الله عليه وسلم-: ((اقرأ ﴿ قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ ١ ﴾ [الكافرون: ١] ثم نم على خاتمتها فإنها براءة من الشرك)) أخرجه أبو داود والترمذي.

Dari Naufal Al Asyja’I r.a berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku: “Bacalah surat Al-Kafirun.” Kemudian tidurlah setelah membaca surat tersebut, karena surat tersebut mengandung berlepas diri dari kesyirikan.” (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

Baca juga: Doa Ayat Kursi: Keutamaan, Makna, dan Manfaatnya dalam Kehidupan

  1. Membaca ayat kursi

عن أبي هريرة  رضي الله عنه قال: وَكَّلَنِي رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم-  بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ، فَأَتَانِي آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ: لأَرْفَعَنَّكَ إلَى رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم-  فقال: إذَا أَوَيْتَ إلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ: ﴿ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ ……. ﴾ [البقرة: ٢٥٥] ؛ فإنك لن يزال عليك من اللَّه حافظ، ولا يقربك شيطان حتى تصبح … قال النبي – صلى الله عليه وسلم-  : (أما إنه قد صدقك، وَهُوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ). رواه البخاري .

Dari Abu Hurairah r.a berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempercayakanku untuk menjaga harta zakat bulan Ramadan, lalu seseorang datang meraup makanan itu, akhirnya aku menangkapnya dan berkata: “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah….. Orang tersebut berkata: “Bila engkau hendak berada di atas tempat tidurmu, bacalah ayat kursi:

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ …… [البقرة: ٢٥٥]

(Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (mahluk-Nya)…hingga akhir ayat.

Sesungguhnya engkau selalu berada di dalam penjagaan Allah dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi”, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ia berkata jujur kepadamu (dalam hal ini), padahal dia pada hakikatnya adalah seorang pendusta, itulah setan.” (HR. Bukhari)

  1. Memperbanyak zikir

عن علي رضي الله عنه أن فاطمة رضي الله عنها جاءت تسأل النبي- صلى الله عليه وسلم- خادماً فلم توافقه، قالت…: فأتانا وقد أخذنا مضاجعنا… فقال: (: «أَلا أَدُلُّكُمَا عَلَى خَيْرٍ مِمَّا سَأَلْتُمَانِي ؟ إذا أويتما إلى فراشكما أو إذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا، فَكَبِّرَا الله أَرْبَعاً وَثَلاثِينَ -، وَسَبِّحَا ثَلاثاً وَثَلاثِينَ -، وَاحْمَدَا ثَلاثاً وَثَلاثِينَ – فَإنَّ ذَلِكَ خَيْرٌ لَكُمَا مِمَّا سَأَلْتُمَاهُ) متفق عليه.

Dari ‘Ali r.a bahwa Fatimah r.a datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta seorang pembantu, akan tetapi Nabi tidak menyetujuinya … kemudian pada malam harinya saat kami hendak tidur beliau datang seraya bersabda:” Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian pinta? Apabila kalian hendak menuju ranjang kalian (atau apabila kalian telah berada di atas tempat tidur), bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali. Sungguh itu lebih baik dari apa yang kalian minta.” (HR. Muttafaq’alaih)

  1. Rasulullah menganjurkan untuk menunda tidur sebelum waktu Isya

عن أبي برزة رضي الله عنه… أن النبي صلى الله عليه وسلم-  كان لا يحب النوم قبلها ولا الحديث بعدها. متفق عليه.

Dari Abi Barzah r.a bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  tidak menyukai tidur sebelum salat Isya dan bercengkrama setelah salat Isya.” (HR. Muttafaq’alaih)

  1. Rasulullah menganjurkan untuk membersihkan tempat tidur

عن أبي هريرة  رضي الله عنه قال : قال رَسُول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم-  : (إذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إزَارِهِ، فَإنَّه لا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيه، ثُمَّ يَقُولُ: بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي، وبِكَ أَرْفَعُهُ، إنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا، وَإنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِه عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Hurairah r.a berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihin wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang kalian menuju ranjangnya maka kibaslah ranjang tersebut dengan ujung kainnya, karena sesungguhnya seseorang tidak mengetahui apa yang mengotori ranjang tersebut sepeninggalnya tadi, kemudian dia mengucapkan:

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

(Dengan nama-Mu ya Rabb, aku membaringkan tubuhku, dan dengan (nama)-Mu aku bangun, jika Engkau menahan jiwaku (mematikanku) maka curahkanlah kepadanya rahmat, dan jika Engkau mengirimnya kembali (yaitu memasukkannya ke dalam tubuhku) maka peliharalah dia seperti Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shaleh).” (HR. Muttafaq’alaih)

  1. Rasulullah menganjurkan untuk tidur miring ke bagian tubuh yang kanan

Dari Bara bin ‘Azib r.a ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku: “Bila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, berwudhulah seperti wudhumu untuk salat, kemudian berbaringlah di atas tubuhmu yang sebelah kanan dan ucapkan:

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَى مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ، وَنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

(Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapakan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku serahkan punggungku kepada-Mu dengan rasa harap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan bernaung dari-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Kau turunkan dan dengan Nabi yang Kau utus) jika engkau mati (saat itu) niscaya engkau mati dalam fitrah, dan jadikanlah ia sebagai ucapanmu terakhirmu.” (HR. Muttafaq ’alaih)

  1. Rasulullah membaca doa tidur

Sebagaimana isi hadits, “Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Abdul Malik bin Umair dari Rib’i dari Hudzaifah ia berkata, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ingin tidur, beliau membaca: “Allahumma bismika ahya wa bismika amut. (Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan mati).” Dan jika bangun beliau membaca: ‘’Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami akan kembali” (HR. Abu Dawud no. 5049)

Dengan menjaga adab dan mengamalkan sunah sebelum tidur, seorang Muslim tidak hanya meraih ketenangan jasmani, tetapi juga pahala dan perlindungan dari Allah. Oleh karena itu, marilah kita biasakan menutup hari dengan zikir, doa, dan niat yang baik, agar setiap istirahat menjadi bagian dari ibadah dan setiap bangun menjadi awal kebaikan baru.

Baca juga: Haramnya Merusak Alam dalam Perspektif Islam