Salat taubat adalah salat sunnah yang dikerjakan oleh seorang muslim untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa atau kesalahan yang telah diperbuat. Baik dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Salat ini merupakan salah satu bentuk kesungguhan seorang hamba dalam menyesali perbuatannya dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Salat taubat menunjukkan bahwa pintu ampunan Allah SWT selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.
Baca juga: Zakat Akhir Tahun, Menyucikan Harta & Memberi Manfaat melalui BSI Maslahat
Waktu Pelaksanaan Salat Taubat
Salat taubat dapat dikerjakan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk salat, yaitu:
- Setelah salat Subuh hingga matahari terbit
- Saat matahari tepat di tengah langit
- Setelah salat Ashar hingga matahari terbenam
Waktu yang paling dianjurkan adalah pada sepertiga malam terakhir, karena pada waktu tersebut doa lebih mudah dikabulkan.
Niat Salat Taubat
Niat dilakukan di dalam hati. Contoh niat salat taubat:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Salat Taubat
Salat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat, dan boleh dilakukan lebih dari dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat. Berikut tata cara salat taubat pada dasarnya sama dengan salat sunnah lainnya, yaitu:
- Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an
- Rukuk dengan tuma’ninah
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi seperti rakaat pertama
- Tasyahud akhir
- Salam
Baca juga: Bukan Sekadar Tidur, Inilah Amalan Rasulullah agar Tidur Bernilai Ibadah
Doa Setelah Salat Taubat
Setelah salat, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Salah satu bacaan istighfar yang dianjurkan:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“Astaghfirullāhal ‘azhīm alladzī lā ilāha illā Huwa al-Hayyul Qayyūm wa atūbu ilaih.”
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”
Sampaikanlah doa dengan penuh penyesalan, kejujuran, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan.
Syarat Taubat yang Diterima Allah SWT
Agar taubat diterima, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi:
- Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan
- Berhenti dari perbuatan dosa tersebut
- Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya
- Jika berkaitan dengan hak orang lain, wajib meminta maaf atau mengembalikan hak tersebut
Hikmah Salat Taubat
Salat taubat memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT
- Menenangkan hati dan jiwa
- Menghapus dosa-dosa dengan izin Allah
- Membentuk pribadi yang lebih baik dan bertakwa
Salat taubat adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Selama hayat masih dikandung badan, kesempatan untuk bertobat selalu terbuka. Oleh karena itu, jangan ragu untuk kembali kepada Allah dengan hati yang tulus dan penuh harap akan ampunan-Nya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi pengingat untuk selalu memperbaiki diri.
Baca juga: Menanam Pohon, Memupuk Amal Jariyah

