Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan salah satu ibadah agung yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah. Ibadah ini memiliki kedudukan tinggi karena mengandung unsur pujian, doa, dan pengagungan kepada manusia terbaik yang Allah utus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Namun, dalam praktiknya terdapat banyak ragam shalawat, baik yang diajarkan Rasulullah maupun yang muncul dari hasil kreasi manusia. Maka sangat penting memahami bagaimana cara bershalawat yang sesuai sunnah agar ibadah ini diterima dan mendatangkan pahala.
Dasar Perintah Bershalawat
Allah secara langsung memerintahkan kaum beriman untuk bershalawat kepada Nabi:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat ini menunjukkan tingginya kedudukan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keutamaan besar bagi siapa saja yang memperbanyak shalawat.
Shalawat Menurut Dalil
Syaikh Al Albani rahimahullah dalam kitab Shifat Salat Nabi menyebutkan ada tujuh bentuk shalawat dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ustadz Abdul Hakim bin Amir bin Abdat hafizhahullah di dalam kitab beliau, Sifat Shalawat & Salam, membawakan delapan riwayat tentang sifat shalawat Nabi.
Di antara bentuk shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah :
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ (فِي رِوَايَةٍ: وَ بَارِكْ) عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Ya, Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) shalawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya, Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. [HR Bukhari, Muslim, dan lainnya. Lihat Shifat Salat Nabi, hlm. 165-166, karya Al Albani, Maktabah Al Ma’arif].
Dan termasuk shalawat yang disyari’atkan, yaitu shalawat yang biasa diucapkan dan ditulis oleh Salafush Shalih.
Syaikh Abdul Muhshin bin Hamd Al ‘Abbad hafizhahullah berkata, ”Salafush Shalih, termasuk para ahli hadits, telah biasa menyebut shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyebut (nama) beliau, dengan dua bentuk yang ringkas, yaitu:
صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ (shalallahu ‘alaihi wa sallam) dan
عَلَيْهِ الصّلاَةُ وَالسَّلاَمُ (‘alaihish shalaatu was salaam).
Alhamdulillah, kedua bentuk ini memenuhi kitab-kitab hadits. Bahkan mereka menulis wasiat-wasiat di dalam karya-karya mereka untuk menjaga hal tersebut dengan bentuk yang sempurna. Yaitu menggabungkan antara shalawat dan permohonan salam atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [Fadh-lush Shalah ‘Alan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hlm. 15, karya Syaikh Abdul Muhshin bin Hamd Al ‘Abbad].
Baca juga : Bacaan Niat Mandi Salat Idul Fitri, Tata Cara Serta Keutamaannya
Waktu-waktu Dianjurkannya Bershalawat
Berdasarkan penjelasan para ulama, shalawat memiliki waktu-waktu istimewa, di antaranya:
- Saat tasyahhud dalam salat (disepakati keutamaan dan kesunnahannya)
- Saat khutbah pada salat Jumat, Id, dan istisqa’
- Setelah menjawab azan
- Ketika berdoa: disunnahkan memulai doa dengan memuji Allah lalu bershalawat
- Saat masuk dan keluar masjid
- Ketika nama Nabi disebutkan
- Hari Jumat dan malam Jumat. Rasulullah memerintahkan memperbanyak shalawat pada waktu ini
Keutamaan Bershalawat
Di antara keutamaan besar bershalawat:
- Allah membalas satu kali shalawat dengan sepuluh rahmat bagi hamba
- Menghapus dosa dan mengangkat derajat
- Mendapatkan syafaat Nabi pada hari kiamat
- Mendatangkan ketenangan dan kelapangan hati
- Bukti cinta kepada Rasulullah dan bentuk adab kepada beliau
Baca juga : Rukun Ibadah Haji dan Syarat Sah Haji
Shalawat kepada Nabi merupakan ibadah besar yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan luar biasa. Untuk memperoleh pahala sempurna, shalawat harus dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti bacaan yang sahih dari Rasulullah, bukan dengan bentuk-bentuk tambahan yang tidak ada dasarnya.
Dengan mempelajari dalil dan tuntunan yang benar, kita dapat menjaga kemurnian ibadah ini dan mengamalkannya dengan penuh keyakinan serta semangat cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

