Bacaan Niat Puasa Ramadan Serta Keutamaan Berpuasa di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, bulan dimana kita diwajibkan untuk puasa 1 bulan penuh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Puasa (ash shiyam) dalam bahasa arab yang artinya menahan diri dari segala godaan sebagaimana dalam firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 26.

إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنسِيًّا

Artinya : Aku telah bernadzar kepada Allah untuk menahan diri (dari berbicara) (QS. Maryam, 19 : 26)

Bulan Ramadan bukan hanya menahan diri dari lapar dan haus saja, akan tetapi menahan diri dari emosi (nafsu), perkataan yang sia sia, dan perilaku tercela lainnya.

Agar puasa kita sempurna dan diterima oleh Allah SWT, diwajibkan untuk berniat sebelum puasa itu dimulai, sebagaimana sabda Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca juga: Keutamaan Puasa Hari Arafah, Asyura, dan Tasu’a: Meraih Ampunan dan Keberkahan

Niat Puasa Ramadan

Niat puasa biasanya dibacakan setelah sahur atau mendekati waktu imsak, dikarenakan jika sudah mendekati matahari terbit atau sesudah adzan shubuh maka niscaya puasanya tidak akan diterima. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut adalah niat puasa dibulan ramadan :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya : Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

Didalam bulan puasa banyak sekali amalan yang bisa kita kerjakan saat di bulan ramadan saja, yaitu Qiyam Ramadan. Qiyam Ramadan atau salat tarawih dilaksanakan setelah menunaikan salat isya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjelaskan keutamaan dari salat tarawih :

صُمْنَا مَعَ رَسُولِ الهِ صَلَّى الهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُصَلِّ بِنَا حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ مِنْ الشَّهْرِ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا فِي السَّادِسَةِ وَقَامَ بِنَا فِي الْخَامِسَةِ حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ فَقُلْنَا لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِهِ فَقَالَ إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ ثُمَّ لَمْ يُصَلِّ بِنَا حَتَّى بَقِيَ ثَلَاثٌ مِنْ الشَّهْرِ وَصَلَّى بِنَا فِي الثَّالِثَةِ وَدَعَا أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ فَقَامَ بِنَا حَتَّى تَخَوَّفْنَا الْفَلَاحَ قُلْتُ لَهُ وَمَا الْفَلَاحُ قَالَ السُّحُورُ

Artinya : Kami berpuasa Ramadan bersama Rasulullah. Beliau tidak mengimani salat tarawih kami selama bulan itu, kecuali sampai tinggal tujuh hari. Saat itu, beliau mengimami kami (salat tarawih) sampai berlalu sepertiga malam. Pada hari keenam (tinggal 6 hari), beliau tidak salat bersama kami. Baru kemudian pada hari kelima (tinggal 5 hari), beliau mengimani kami (salat tarawih), sampai berlalu separuh malam. Saat itu kami berkata kepada beliau : “Wahai Rasulullah, sudikah engkau menambah salat pada malam ini, beliau menjawab, “sesungguhnya jika seseorang salat bersama imamnya sampai selesai, niscaya ditulis baginya pahala salat satu malam, lalu pada malam keempat (tinggal 4 hari), kembali beliau tidak mengimani salat kami, (pada malam tersebut). Sampai kami takut kehilangan kemenangan. Aku (perawi dari Abu Dzar) berkata : aku bertanya, apa kemenangan itu ? beliau menjawab (Abu Dzar) sahur (HR. At-Tirmidzi).

Baca juga: Keutamaan Puasa Senin Kamis dan Cara Menjalankannya

Keutamaan Berpuasa di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan mengajarkan kepada kita semua tentang keseimbangan dalam hidup, puasa melatih kita untuk mengatur waktu dengan lebih baik. Meningkatkan keharmonisan dalam kelurga, serta selalu menjaga nilai nilai kebersamaan.

Berikut adalah keutamaan ibadah puasa ramadan

  1. Penghapusan dosa dosa
  2. Pahala berlipat ganda
  3. Terbukanya pintu surga Ar-Rayyan
  4. Dikabulkan nya segala hajat atau keinginan (doa mustajab)
  5. Kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar
  6. Pintu surga surga dan tertutupnya pintu neraka
  7. Meningkatkan rasa kemanusiaan antar sesama (empati)
  8. Muhasabah diri atau introspeksi diri agar lebih dekat kepada Allah SWT
  9. Melatih menahan hawa nafsu yang berlebih (sabar)

Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini

BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI