Saat Berbuka, Makan Dahulu Atau Salat Dahulu?

Saat Berbuka, Makan Dahulu Atau Salat Dahulu?

Setiap bulan Ramadan, pertanyaan ini hampir selalu muncul kembali. Ketika azan maghrib berkumandang, apakah sebaiknya kita langsung makan atau mendahulukan salat?

Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan. Karena itu, jawabannya tidak bersifat kaku, melainkan mengikuti tuntunan sunnah serta mempertimbangkan kondisi seseorang.

Baca juga: Ramadan di Tengah Pascabencana Sumatra

Tuntunan Sunnah dari Rasulullah Saat Berbuka

Rasulullah SAW mencontohkan untuk menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam. Dalam hadis disebutkan:

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya: “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Dalam riwayat lain disebutkan:

أَحَبُّ عِبَادِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

Artinya: “Hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling segera berbuka.” (HR. Tirmidzi no. 700)

Dari tuntunan ini, para ulama menjelaskan bahwa yang paling utama bagi orang berpuasa adalah menyegerakan berbuka dengan sesuatu yang ringan, seperti kurma atau air, kemudian melaksanakan salat Maghrib. Setelah itu, barulah melanjutkan makan.

Dengan cara ini, seseorang dapat menggabungkan dua keutamaan sekaligus: menyegerakan berbuka dan menunaikan salat di awal waktu, bahkan berjamaah.

Intinya, sunnah mengajarkan untuk:

  • Menyegerakan berbuka saat azan Maghrib
  • Berbuka dengan yang ringan terlebih dahulu
  • Tidak menunda salat dari awal waktunya

Baca juga: Di Mana Saya Bisa Menyalurkan Zakat dengan Layanan Cepat dan Terpercaya?

Lalu, Mana yang Didahulukan?

Jika yang tersedia hanya kurma dan air, maka dianjurkan untuk berbuka secukupnya terlebih dahulu, kemudian segera melaksanakan salat Maghrib. Inilah praktik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Namun, bagaimana jika makanan berat sudah terhidang dan seseorang berada dalam kondisi sangat lapar?

Dalam hadis sahih disebutkan:

إذا حضر العِشاء والعَشاء فابدؤوا بالعَشاء

Artinya:“Apabila makan malam telah dihidangkan dan salat telah ditegakkan, maka dahulukan makan malam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah dari hadis di atas adalah agar seseorang tidak melaksanakan salat dalam keadaan pikiran terganggu oleh rasa lapar atau keinginan terhadap makanan. Salat membutuhkan ketenangan dan kekhusyukan.

Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa yang dimaksud adalah makan secukupnya, bukan berlama-lama hingga keluar waktu salat atau meninggalkan jamaah tanpa alasan yang dibenarkan. Tidak dianjurkan pula sengaja meminta makanan dihidangkan sebelum salat jika hal itu justru membuat seseorang menunda salat dari awal waktunya.

Dengan demikian, urutan yang paling ideal adalah:

  1. Berbuka ringan saat azan.
  2. Menunaikan salat Maghrib.
  3. Melanjutkan makan setelah salat.

Baca juga: Cara Allah Menjawab Doa

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menyempurnakan adab, menghidupkan sunnah, dan memperbanyak amal kebaikan.  Mari jadikan momen berbuka bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan untuk meraih pahala melalui adab yang benar dan doa yang tulus.

Di bulan penuh berkah ini, mari perluas manfaat dengan berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama melalui berbagai program Ramadan Emas bersama BSI Maslahat. Setiap kebaikan yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan menjadi cahaya dan keberkahan di masa depan.

Yuk ikuti program Ramadan BSI Maslahat dengan klik di sini.

BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI