Sa’id bin Zaid adalah salah satu dari 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dikenal sebagai pejuang tangguh, memiliki doa yang mustajab, dan salah satu pemeluk Islam terawal (Assabiqunal Awwalun). Sa’id hampir tidak pernah absen dalam perang, kecuali Perang Badar karena tugas khusus, namun tetap mendapatkan ghanimah.
Sa’id bin Zaid lahir sekitar lima belas tahun sebelum masa kenabian. Nama beliau adalah Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail ‘Abdul ‘Uzza bin Rayyah bin ‘Abdillah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Lu’ay, Al-Qurasyi Al-Adawi. Julukannya Abul A’war. Ibunya bernama Fathimah binti Ba’jah bin Malih Al-Khuzaiyah. Ayahnya bernama Zaid bin Amr bin Nufail.
Baca juga : Kisah Zubair bin Al-Awwam Sang Hawari Rasulullah
Sa’id adalah putra paman Umar bin Al-Khatthab dan iparnya, karena ia beristrikan Fathimah binti Khatthab yang merupakan saudara perempuan Umar bin Khatthab, sementara saudara perempuan Sa’id yang bernama Atikah binti Zaid bin Amr bin Nufail diperistri oleh Umar bin Al-Khatthab.
Pada masa jahiliyah sebelum kenabian, ia dikenal sebagai orang yang lurus dalam mengikuti agama Ibrahim, tidak sujud kepada berhala, tidak pula menyantap sembelihan atas nama berhala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan ada sepuluh orang sahabatnya yang paling utama. Mereka semua dijamin surga. Sejak mereka hidup di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: “أَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ، وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ، وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ، وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ، وَطَلْحَةُ فِي الْجَنَّةِ، وَالزُّبَيْرُ فِي الْجَنَّةِ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي الْجَنَّةِ، وَسَعْدٌ فِي الْجَنَّةِ، وَسَعِيدٌ فِي الْجَنَّةِ، وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِي الْجَنَّةِ”.
Dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Abu Bakar di surga. Umar di surga. Utsman di surga. Ali di surga. Thalhah (bin Ubaidillah) di surga. Az-Zubair (bin al-Awwam) di surga. Abdurrahman bin Auf di surga. Saad (bin Abil Waqqash) di surga. Said (bin Zaid) di surga. Dan Abu Ubaidah bin al-Jarrah di surga.” (HR. Ahmad dan at-Turmudzi).
Di antara keutamaan Sa’id bin Zaid adalah ia memiliki doa yang mustajab. Ini menunjukkan kedekatannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Suatu hari ada seorang wanita yang memfitnah Said. Ia mengatakan bahwa Sa’id telah mencuri tanahnya dan memasukkan tanah itu ke bagian miliknya. Fitnah tersebut benar-benar menyakitkan hati Sa’id. Hingga ia mendoakan orang tersebut,
اللَّهُم إِنْ كَانَتْ كَاذِبَةً فَأَعْمِ بَصَرَهَا، وَاجْعَلْ قَبْرَهَا فِي دَارِهَا
“Ya Allah, kalau dia dusta, buatlah matanya buta. Dan jadikanlah tempat wafatnya, tanahnya sendiri.”
Baca juga : 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga oleh Rasulullah
Selang beberapa hari, wanita tersebut mengalami kebutaan. Ia meraba-raba berjalan di dinding. Wanita itu berkata, “Aku telah tertimpa musibah dengan sebab doanya Said bin Zaid.” Saat ia berjalan di tanahnya, ia melewati sumur dan terjatuh di dalamnya. Di situlah kuburnya.
Selain turut serta bersama Rasulullah dalam semua perang setelah Perang Badar. Said juga memiliki keutamaan sebagai periwayat hadits. Memang tidak banyak hadits yang ia riwayatkan. Ia meriwayatkan sejumlah 48 hadits.
Kisah hidup Sa’id bin Zaid menghadirkan banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Keteguhan akidahnya sejak sebelum masa kenabian, keberaniannya di medan perjuangan, kerendahan hatinya meski dijamin surga, hingga kemustajaban doanya yang lahir dari kedekatan dengan Allah, menjadi teladan abadi untuk kita semua.
Dari beliau, kita belajar bahwa kemuliaan tidak datang dari kedudukan, keturunan, atau banyaknya amal yang tampak, tetapi dari keikhlasan hati, keteguhan iman, serta kesungguhan membela kebenaran. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang meneladani akhlak para sahabat Rasulullah, termasuk Sa’id bin Zaid, dan dikaruniai keteguhan dalam menjaga keimanan hingga akhir hayat.
Cari tahu Program Ramadan di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

