Abdurrahman bin Auf, Sahabat Rasul yang Sangat Dermawan

Abdurrahman bin auf merupakan sahabat dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang sangat dermawan dan memperhatikan dakwah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Beliau lahir pada tahun 518 Masehi, beliau juga termasuk kedalam golongan Assabiqunal Awwalun. Kedermawanan beliau terdengar sampai ke penjuru negeri, beliau tidak pernah merasa ragu ketika berjuang dijalan Allah SWT. Abdurrahman bin Auf juga mempunyai peran terhadap peristiwa-peristiwa penting bersama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yaitu pada peristiwa perang Badar dan perang Uhud. 

Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berdakwah di Makkah, Abdurrahman bin auf adalah salah satu orang yang pertama kali menerima islam. dia bersedia meninggalkan harta benda dan keluarganya demi mengikuti Rasulullah. 

Baca juga : Umar bin Khattab Sahabat Rasulullah, Sang Pembawa Kejayaan Islam

Salah satu kisah yang membuat Rasulullah terharu adalah ketika Abdurrahman bin auf menjual tanahnya seharga 40 ribu dinar. Kemudian beliau membagi-bagikan uang tersebut kepada fakir miskin bani zuhrah dan orang-orang yang membutuhkan. Selain itu, Abdurrahman bin Auf pada saat perang tabuk dia mengeluarkan harta benda yang sangat berharga yaitu emas, emas yang dikeluarkan sebanyak dua ratus uqiyah. 

Salah satu keistimewaan dari Abdurrahman bin Auf juga tertuang dalam hadits At-Tirmidzi 

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ، عَنْ صَخْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ ‏”‏ إِنَّ أَمْرَكُنَّ مِمَّا يُهِمُّنِي بَعْدِي وَلَنْ يَصْبِرَ عَلَيْكُنَّ إِلاَّ الصَّابِرُونَ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ ثُمَّ تَقُولُ عَائِشَةُ فَسَقَى اللَّهُ أَبَاكَ مِنْ سَلْسَبِيلِ الْجَنَّةِ ‏.‏ تُرِيدُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ وَقَدْ كَانَ وَصَلَ أَزْوَاجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِمَالٍ يقالُ بِيعَتْ بِأَرْبَعِينَ أَلْفًا ‏.‏ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏

Artinya : Diriwayatkan dari Abu Salamah, dari Aisyah bahwa Rasulullah biasa berkata ; “Sesungguhnya urusan kalian adalah sesuatu yang sangat memperhatikan saya setelah saya pergi, dan tidak ada yang dapat bersabar terhadap kalian terkecuali orang-orang yang sabar”. Dia berkata ; “kemudian Aisyah berkata : “Semoga Allah memberi minum ayahmu dari salsabil surga, yang dimaksud adalah Abdurrahman bin auf (Abu Salamah adalah putra Abdurrahman bin Auf). Dan dia telah menjaga hubungan dengan istri-istri nabi dengan harta yang telah dijual seharga empat puluh ribu. (HR. At-Tirmidzi) 

Baca juga : Sa’id bin Zaid, Sosok Sahabat Rasulullah  yang Doanya Mustajab

Setelah Rasulullah wafat pun Abdurrahman bin Auf juga mengemban amanah untuk menjaga dan merawat para fakir miskin dan kaum dhuafa, beliau tidak merasa takut akan harta yang beliau sumbangkan, akan tetapi beliau bahagia bahwa sebagian hartanya bisa untuk menjadi kemaslahatan bagi umat disana.(bani zuhrah). 

Kebaikan Seorang Abdurrahman bin Auf menunjukan nilai-nilai solidaritas di masyarakat dan kepedulian antar sesama. Baitul Mal berfungsi sebagai media menyalurkan kekayaan dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. dan perilaku beliau harus menjadi cerminan bagi diri kita untuk selalu mementingkan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi agar hidup kita bermanfaat. 

Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini

BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI