Idulfitri selalu menjadi momen yang dinanti. Setelah sebulan menjalani ibadah puasa, umat Islam merayakan hari kemenangan dengan saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Salah satu tradisi yang paling terasa hangat adalah saling berkunjung ke rumah keluarga, tetangga, dan sahabat.
Namun dalam Islam, bertamu bukan sekadar tradisi sosial. Ada adab atau etika yang diajarkan agar silaturahmi berlangsung dengan penuh penghormatan, kenyamanan, dan membawa keberkahan bagi semua pihak. Nilai-nilai ini bahkan memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis.
Baca juga: Amalan dan Sikap Umat Muslim Agar Terhindar dari Fitnah Dajjal
Berikut beberapa adab bertamu yang dapat kita praktikkan saat Idulfitri.
- Niatkan Bertamu untuk Menyambung Silaturahmi
Bertamu saat Idulfitri sebaiknya diawali dengan niat yang baik: menyambung silaturahmi dan saling memaafkan. Dalam Islam, menjaga hubungan dengan sesama merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengingatkan bahwa silaturahmi bukan hanya mempererat hubungan antarmanusia, tetapi juga membawa keberkahan dalam hidup.
- Memperhatikan Waktu yang Tepat
Meski Idulfitri identik dengan tradisi saling berkunjung, tetap penting untuk memperhatikan waktu saat bertamu. Datang terlalu pagi atau terlalu malam bisa saja mengganggu waktu istirahat tuan rumah.
Islam mengajarkan kita untuk menghormati privasi orang lain. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)
Ayat ini mengingatkan bahwa menghargai ruang dan waktu orang lain merupakan bagian dari adab seorang Muslim.
Baca juga: Cara Bayar Zakat Fitrah 2026 di BSI Maslahat Secara Online
- Mengucapkan Salam dan Meminta Izin
Ketika tiba di rumah yang dikunjungi, biasakan mengucapkan salam dan menunggu hingga tuan rumah mempersilakan masuk. Ini bukan hanya bentuk sopan santun, tetapi juga ajaran langsung dari Al-Qur’an.
Memberi salam juga menjadi doa kebaikan bagi tuan rumah, karena salam berarti mendoakan keselamatan dan keberkahan.
- Menjaga Sikap dan Perkataan
Saat bertamu, penting untuk menjaga sikap dan perkataan. Hindari membicarakan hal-hal yang sensitif, menyinggung, atau memicu perdebatan. Idulfitri seharusnya menjadi momen yang penuh kedamaian.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan ini sederhana tetapi sangat bermakna: kata-kata yang baik dapat menjaga hati orang lain dan membuat suasana silaturahmi menjadi lebih hangat.
- Tidak Berlama-lama saat Bertamu
Suasana Idulfitri sering kali terasa begitu akrab hingga membuat kita ingin berlama-lama mengobrol. Namun sebagai tamu, kita tetap perlu peka terhadap kondisi tuan rumah.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga mengingatkan agar tamu tidak terlalu lama sehingga menyulitkan tuan rumah. Dalam kisah adab bertamu di rumah Nabi disebutkan: “…Apabila kamu selesai makan, keluarlah tanpa memperpanjang percakapan…” (QS. Al-Ahzab: 53)
Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga kenyamanan tuan rumah adalah bagian dari adab yang diajarkan dalam Islam.
- Menghargai Jamuan Tuan Rumah
Tuan rumah biasanya menyiapkan berbagai hidangan khas Idulfitri sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Sebagai tamu, kita dianjurkan untuk menghargai jamuan tersebut, misalnya dengan mencicipi hidangan yang disajikan dan mengucapkan terima kasih.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Ucapan terima kasih sederhana dapat menjadi bentuk penghargaan yang membuat tuan rumah merasa dihargai.
Baca juga: Nilai Nisab Zakat Penghasilan 2026 Resmi Ditetapkan, Saatnya Tunaikan Zakat di BSI Maslahat
Menjadikan Silaturahmi Lebih Bermakna
Bertamu saat Idulfitri sejatinya bukan sekadar rutinitas tahunan. Di dalamnya terdapat nilai ibadah, penghormatan, dan kepedulian kepada sesama. Ketika adab bertamu dijaga, silaturahmi tidak hanya terasa hangat tetapi juga membawa keberkahan.
Semoga momen silaturahmi di hari raya menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan, saling memaafkan, dan menebarkan kebahagiaan kepada sesama. Selamat merayakan Idulfitri, semoga silaturahmi kita membawa keberkahan bagi semua.
Ingin lebih tahu terkait Program Ramadan BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

