Dari ramadan ke Syawal, perjalanan seorang mukmin tidak berhenti pada ibadah yang telah dilakukan, tetapi berlanjut pada bagaimana menjaga kebaikan itu tetap hidup. Ramadan telah menjadi madrasah yang melatih hati mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan kedermawanan. Maka ketika Syawal datang, yang diuji bukan lagi kemampuan untuk memulai, tetapi kemampuan untuk mempertahankan.
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan tentang itsar, yaitu sikap mengutamakan orang lain di atas diri sendiri. Ini adalah tingkatan kedermawanan yang paling tinggi, ketika seseorang tetap memilih memberi meski dirinya juga dalam keadaan membutuhkan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
“Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (QS. Al-Hasyr/59: 9)
Baca juga: Istiqomah Setelah Ramadan, Cara Menjaga Konsistensi Ibadah di Bulan Syawal
Semangat inilah yang menjadi ruh dalam setiap langkah kebaikan bahwa berbagi bukan hanya saat lapang, tetapi juga dalam keterbatasan. Menjaga kebaikan berarti menjaga hati agar tetap lapang, tetap peduli, dan tidak kembali pada sifat yang tidak baik.
BSI Maslahat terus hadir sebagai jembatan kebaikan yang menerjemahkan nilai itsar ke dalam aksi nyata. Tidak hanya mengajak masyarakat untuk berbagi di bulan ramadan, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa kebaikan harus terus hidup setelahnya. Oleh karena itu, kami membuaka peluang kepada Sahabat untuk tetap berbagi melalui BYOND by BSI atau digital.bsimaslahat.or.id
Baca juga: Keutamaan Puasa Syawal, Hukum, dan Cara Melaksanakannya
Karena sejatinya, semangat mengutamakan sesama yang diajarkan dalam Al-Qur’an itulah yang menjadi fondasi dalam membangun maslahat yang berkelanjutan. Tidak hanya di bulan suci ramadan saja, tetapi terus berlanjut sampai kapan pun untuk kebaikan sesama dan kemajuan bangsa.
Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazhir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

