Di sebuah kontrakan sederhana yang menjadi saksi kehangatan sebuah keluarga kecil, tumbuh kisah seorang anak dengan mimpi yang tak sederhana. Kisah itu datang dari Yongki Putma Setiawan, seorang awardee BSI Scholarship Pelajar yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke jurusan Manajemen Universitas Indonesia melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga mengajarkan arti sebuah perjuangan, ketekunan, dan harapan yang terus dijaga.
Yongki lahir dari keluarga perantau asal Tegal yang sejak 2008 mengadu nasib di Jakarta. Kehidupan mereka jauh dari kata mapan. Sang ayah berjualan bakso cilok keliling, menyusuri jalan demi jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara ibunya, seorang ibu rumah tangga, sesekali menerima pekerjaan sebagai buruh cuci dan setrika. Mereka pernah hidup berpindah-pindah, hingga akhirnya menetap di sebuah kontrakan sederhana di kawasan Jakarta Timur.
Baca juga: 439 Awardee BSI Scholarship Pelajar Lolos SNBP 2026
Di tengah segala keterbatasan itu, ada satu hal yang tak pernah goyah. Keyakinan kedua orang tua Yongki bahwa pendidikan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Kedua orang tuanya mungkin tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Namun, mereka memiliki keyakinan dan tekad yang kuat bahwa anak-anaknya harus memiliki kesempatan yang jauh lebih baik. Nilai itulah yang tumbuh bersama Yongki menjadi fondasi yang menguatkan setiap langkah dalam kehidupannya.
Menariknya, keterbatasan tidak pernah membuat Yongki merasa kecil. Ia tumbuh sebagai pribadi yang percaya diri, penuh kehangatan, dan terbuka. Keterbatasan tidak ia lihat sebagai kelemahan, melainkan sebagai dorongan untuk terus belajar dan berkembang. Ada keinginan kuat dalam dirinya untuk terus tumbuh, mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas dan value diri. Bukan hanya untuk masa depannya, tetapi juga untuk membanggakan kedua orang tuanya. “Motivasi terbesar saya adalah mau buat orang tua bangga, motivasi ini yang selalu saya pegang kuat untuk terus belajar memperkaya diri dengan ilmu, kemampuan, dan wawasan melalui berbagai pengalaman” ujar Yongki.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Yongki sudah aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler basket. Memasuki SMP, ia mulai memperluas pengalamannya dengan mengikuti pramuka. Dari sana, ia belajar tentang kepemimpinan dan tanggung jawab hingga dipercaya menjadi ketua regu. Pengalaman itu menjadi titik awal yang membentuk keberaniannya untuk melangkah lebih jauh.
Ia kemudian mencalonkan diri sebagai ketua OSIS di SMP Negeri 209 Jakarta Timur, dan berhasil terpilih. Pengalaman memimpin di usia muda membentuk karakter Yongki menjadi lebih matang dan bertanggung jawab. Semangat itu terus ia bawa hingga jenjang pendidikan berikutnya. Di SMA Negeri 14 Jakarta, Yongki kembali dipercaya menjadi Ketua OSIS.
Di tengah kesibukannya sebagai pemimpin organisasi di sekolah, Yongki juga mendapatkan kesempatan berharga sebagai penerima beasiswa BSI Scholarship Pelajar sejak kelas 11. Bagi Yongki, kesempatan ini bukan sekadar bantuan pendidikan. Lebih dari itu, ini adalah ruang dan kesempatan emas baginya untuk bertumbuh.
Melalui berbagai program pembinaan dan mentoring dari BSI Scholarship, Yongki mendapatkan banyak pengalaman baru yang memperkaya wawasannya. Dukungan ini tak hanya meringankan beban orang tuanya namun juga menjadikan yongki belajar tentang kepemimpinan, pengembangan diri, hingga cara mempersiapkan masa depan dengan lebih terarah.
Namun, Yongki tidak berhenti pada apa yang diberikan. Ia aktif mencari peluang lain untuk belajar. Berbagai pelatihan dan mentoring gratis ia ikuti, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk terus berkembang. “Alhamdulillah jadi awardee BSI Scholarship pelajar, bukan bantuan finansial saja yang saya dapatkan. Saya juga diberi pelatihan dan mentoring rutin. Selain yang difasilitasi BSI Scholarship, saya juga aktif ikut workshop dan pelatihan yang gratis” ungkap Yongki.
Bakatnya di bidang non akademik juga berkembang. Secara otodidak, ia belajar bermain gitar melalui media sosial hingga mampu mewakili SMP nya dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional tingkat Sekolah di Jakarta Timur. Di bidang olahraga, konsistensinya dalam bermain basket membawanya menjadi bagian dari tim untuk mewakili SMA nya untuk mengikuti Developmental Basketball League (DBL), salah satu kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia.

Semua aktivitas tersebut tidak membuatnya mengabaikan prestasi akademik. Yongki justru mampu menjaga konsistensi prestasi belajarnya. Nilai rapor yang stabil menjadi bukti bahwa ia mampu mengelola waktu dan tanggung jawab dengan baik. Hingga akhirnya, kerja keras itu menghantarkannya ke jurusan dan kampus favoritnya. Yongki berhasil diterima di jurusan Manajemen di Universitas Indonesia melalui jalur SNBP 2026. Ia juga kembali terpilih menjadi awarde BSI Scholarship Unggulan. Sebuah pencapaian yang tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh disiplin dan ketekunan. “Salah satu triger saya untuk semangat lolos SNBP yaitu lewat mentoring yang rutin diberikan selama jadi awardee. Dari situ saya ketemu mentor-mentor yang lulusan SNBP juga, membuat saya termotivasi untuk bisa seperti mereka” tuturnya.
Baca juga: Roadshow BSI Scholarship 2026 di UI Perkuat Akses Pendidikan dan Literasi Ekonomi Syariah
Kisah Yongki adalah pengingat yang sederhana bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, siapa pun memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Lebih dari itu, perjalanan Yongki juga menjadi salah satu wujud nyata bagaimana manfaat dari pengelolaan dana zakat dan infak dapat menghadirkan perubahan yang berarti dalam kehidupan mereka yang membutuhkan.
Dalam perjalanan ini, kehadiran BSI Maslahat sebagai lembaga amil zakat nasional dan mitra strategis PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menjadi bagian penting. Peran tersebut membuka jalan sekaligus memperluas peluang bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui pengelolaan zakat dan infak yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel, BSI Maslahat menyalurkan manfaat tersebut ke berbagai program pemberdayaan, salah satunya BSI Scholarship. Program ini tidak memberikan bantuan sesaat, tetapi menciptakan dampak berkelanjutan dan efek jangka panjang bagi jutaan penerima manfaat termasuk Yongki. Program ini turut membentuk generasi muda yang siap menghadapi masa depan dengan percaya diri dan kualitas yang unggul.
Yuk cari tahu cara berzakat mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

