Berdaya Bersama BSI Maslahat, Sartika Ibu Tunggal Bangkit lewat Usaha Ayam Goreng

Jakarta, 12 Mei 2025 – BSI Maslahat menghadirkan harapan baru melalui Program Maslahatpreneur  sebagai komitmen dalam membangun kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan. Salah satunya adalah Ibu Sartika (40), ibu tunggal dari tiga anak. Ibu Sartika dikenal sebagai sosok ibu tangguh yang menjalani peran orang tua tunggal selama 12 tahun terakhir. Dalam kesehariannya, Ibu Sartika berjuang mencukupi kebutuhan makan dan pendidikan anak-anaknya.

Sebelum menerima bantuan program, kondisi ekonomi yang pas-pasan  dengan pola hidup keluarga Ibu Sartika tergolong sederhana. Ia bekerja sebagai pengemudi transportasi daring untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Pendapatan tersebut cukup untuk makan dan biaya sekolah anak, meski tanpa sisa tabungan.

Baca juga : BSI Maslahat Hadirkan Gerobak Usaha, Mas Udin Penyandang Disabilitas Kini Lebih Percaya Diri dan Bersemangat Berdagang

Tekadang, tekanan hidup kerap datang tanpa aba-aba. Orderan terasa sepi atau tiba-tiba dibatalkan sering membuat hatinya menjadi sedih. Namun, kondisi yang demikian tidak membuatnya berhenti berusaha demi masa depan anak-anaknya. Ia percaya setiap ikhtiar akan menemukan jalan terbaik.

Titik balik hidupnya hadir dari peristiwa yang seakan-akan sudah direncanakan oleh Allah Ta’ala. Saat menarik penumpang, Ibu Sartika mengalami kecelakaan kecil dengan seorang amil BSI Maslahat. Alih-alih marah, sang amil menunjukkan empati dan penghargaan atas kejujuran tanggung jawab Bu Sartika.

Sikap tersebut membuka percakapan yang mengubah arah kehidupannya. Melihat kondisi Ibu Sartika, BSI Maslahat kemudian melakukan asesmen kelayakan sebagai penerima bantuan. Proses tersebut menjadi awal perjalanannya bersama Program Maslahatpreneur.

Program Maslahatpreneur merupakan program pemberdayaan ekonomi berbasis penguatan usaha mikro yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian mustahik melalui penyediaan sarana usaha serta pendampingan usaha. Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana usaha berupa gerobak yang layak bagi penerima manfaat, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha mustahik agar lebih produktif, berdaya saing, serta mampu menjaga keberlangsungan usaha melalui dukungan aset usaha yang memadai.

Melalui program ini, Ibu Sartika menerima bantuan usaha franchise ayam goreng. Ia memperoleh bantuan gerobak jualan ayam goreng sebagai aset usaha produktif. Tak hanya itu, pendampingan kegiatan usaha dilakukan intensif dan menjadi bagian penting dari program.

Baca juga : BSI Maslahat Gelar Pelatihan Keterampilan Service AC dan Handphone sebagai Upaya Tekan Angka Pengangguran

Pelatihan teknis juga diberikan agar penerima manfaat memahami pengolahan produk secara mandiri. Ibu Sartika mengikuti pelatihan dengan semangat bersama salah satu anaknya. Ia rela menempuh perjalanan dari Bekasi menuju Depok demi mengikuti pelatihan tersebut.

“Jauh-jauh saya naik kereta demi belajar bikin ayam goreng sendiri. Alhamdulillah, sekarang saya bisa berjualan ayam goreng di Jalan Irigasi Pekayon, Bekasi Selatan,” ujarnya.”

Ibu Sartika bersyukur hingga bersujud saat menerima bantuan tersebut. “Alhamdulillah, wasyukurillah, saya bersyukur banget sampai saya bersujud waktu itu. Alhamdulillah cita cita saya untuk buka usaha ini tercapai.” ungkapnya sambil menangis. Cita-cita membuka usaha mandiri akhirnya terwujud melalui Program Maslahatpreneur.

Usaha tersebut memberikan penghasilan harian yang cukup untuk kebutuhan keluarga. Ibu Sartika merasa lebih percaya diri menatap hari esok. Apalagi lngkungan sekitar memberikan respons positif terhadap usaha baru tersebut. Tetangga mendukung dan mendoakan agar Usaha terus berkembang. Dukungan sosial menjadi energi tambahan dalam perjuangannya.

Ke depan, Ibu Sartika berharap usaha ayam gorengnya semakin berkembang maju. Ia ingin memiliki lebih banyak pelanggan dan terus meningkatkan kualitas. Ia juga memiliki cita-cita besar untuk masa depan anak-anaknya. Melalui Usaha ini, ia berharap anak-anaknya kelak dapat mengenyam pendidikan tinggi. “Cita cita saya tinggi sebagai orang tua, apalagi saya pendidikannya tidak tinggi. Saya jadi pengen anak saya sekolah tinggi biar jadi orang sukses. Semampu mungkin dengan adanya usaha ini, anak saya bisa kuliah,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur BSI Maslahat. “Saya ucapkan terima kasih banyak untuk para donatur dari BSI Maslahat, dengan adanya bantuan ini sangat berguna untuk saya dan lainnya, sangat bermanfaat sekali untuk menghidupi saya dan anak saya.” ujarnya.

Program seperti Maslahatpreneur menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menggerakkan usaha mikro dan membuka harapan hidup baru. Dengan pendampingan usaha yang terarah, mustahik didorong meningkatkan kapasitas, daya saing, serta keberlangsungan ekonomi keluarga. BSI Maslahat meyakini pengelolaan zakat yang tepat sasaran dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik secara menyeluruh.

Yuk Berzakat di BSI Maslahat? Klik di sini

 

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI