Di tengah rangkaian ibadah haji, melempar jumrah menjadi salah satu prosesi yang penuh makna. Sekilas terlihat sederhana, hanya melempar kerikil ke tiga titik di Mina. Namun sejatinya, ibadah ini merupakan simbol perlawanan terhadap hawa nafsu dan segala godaan yang menjauhkan manusia dari Allah SWT.
Jejak Keteladanan Nabi Ibrahim AS
Prosesi jumrah berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS ketika mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Dalam perjalanan menjalankan perintah tersebut, iblis datang menggoda agar beliau mengurungkan niatnya.
Baca juga: Rukun Ibadah Haji dan Syarat Sah Haji
Namun Nabi Ibrahim menolak godaan itu dengan melempar batu sebagai bentuk perlawanan terhadap bisikan iblis. Dari peristiwa itulah, umat Islam kemudian meneladani semangat ketaatan dan keteguhan hati melalui ibadah melempar jumrah.
Dalam ibadah haji, terdapat tiga jumrah yang dilempar:
- Jumrah Ula
- Jumrah Wustha
- Jumrah Aqabah
Masing-masing dilempar menggunakan tujuh butir kerikil kecil sambil mengucapkan takbir. Walau terlihat sederhana, setiap lemparan sejatinya adalah doa dan tekad dalam hati untuk melawan kesombongan, amarah, iri hati, dan segala godaan yang menjauhkan diri dari Allah.
Tata Cara Melempar Jumrah
- Menyiapkan Kerikil
Jemaah menyiapkan kerikil kecil yang bersih, biasanya diambil dari Muzdalifah. Ini mengajarkan bahwa melawan keburukan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.
- Dilakukan Sesuai Waktu
Melempar jumrah dilakukan pada waktu tertentu, yaitu Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah dan tiga jumrah pada hari Tasyrik (11–13 Zulhijah). Hal ini mengajarkan kedisiplinan dan kepatuhan dalam beribadah.
- Melempar Sambil Bertakbir
Kerikil dilempar satu per satu sambil mengucapkan, “Bismillahi Allahu Akbar.” Setiap lemparan menjadi simbol tekad untuk melawan kesombongan, amarah, iri hati, dan berbagai godaan dalam diri.
- Menjaga Kesabaran dan Akhlak
Di tengah padatnya jutaan jemaah, kesabaran menjadi bagian penting dari ibadah ini. Menjaga ketenangan, tidak saling dorong, dan tetap berakhlak baik merupakan nilai utama dalam perjalanan haji.
Melempar jumrah mengajarkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan memperbaiki hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI.
Baca juga: Mengenal Perbedaan Haji Tamattu’, Ifrad, dan Qiran, Manakah yang Lebih Utama?
Melempar jumrah mengajarkan bahwa ibadah haji bukan hanya tentang datang ke Mekah, mengenakan ihram, atau mengelilingi Ka’bah. Lebih dari itu, haji adalah proses memperbaiki hati. Setiap langkah di Tanah Suci sejatinya sedang membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih rendah hati, dan lebih dekat kepada Allah.
Mari sempurnakan ikhtiar kebaikan dengan berbagi kepada sesama dengan berzakat di BSI Maslahat. Yuk cari tahu cara berzakat mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

