BSI Maslahat dan IIK BSI Pusat Hadirkan Urban Farming sebagai Solusi Berkelanjutan Pengelolaan Limbah dan Ketahanan Pangan

Depok, 22 Juli 2026 – BSI Maslahat bersama IIK BSI Pusat menyalurkan bantuan pengadaan alat dan pengolahan Urban Farming bagi Yayasan Pendidikan Islam Fitri (YPI Fitri) di TKIT Fitri, Cimanggis, Depok. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Pembina IIK BSI Pusat, Lisa Yovita Siregar, kepada Ketua Yayasan Pendidikan Islam Fitri, Sepriati Segerow, dan disaksikan oleh Pembina IIK BSI Pusat Bidang Kesra, Lia Dhaliawati, serta Head of Retail and Network Group BSI Maslahat, Dina Handayani, pada Senin (20/7). Program ini hadir sebagai respons atas meningkatnya limbah rumah tangga, terbatasnya ruang terbuka hijau, serta kebutuhan akan kemandirian pangan di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui PODES 2024, sebagian besar desa dan kelurahan di Indonesia masih membuang limbah rumah tangga dengan cara dibakar atau dibuang ke lubang, drainase, hingga sungai dan laut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya solusi pengelolaan limbah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai manfaat ekonomi dan sosial. Melalui dukungan ini, BSI Maslahat dan IIK BSI Pusat mendorong pengembangan urban farming sebagai langkah nyata menuju lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp23 juta, yang digunakan untuk pengadaan kebun sayur dan kandang ayam petelur.

Dalam sambutannya, Lia Dhaliawati menyampaikan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap persoalan limbah rumah tangga dan keterbatasan ruang hijau yang belum diimbangi dengan pengelolaan yang memadai. “Kami melihat bahwa Yayasan Fitri ini mempunyai kelompok wanita tani sebagai penggerak urban farming di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu IIK BSI Pusat bersama BSI Maslahat hadir memberikan dukungan dan bantuan agar bisa meningkatkan kelausan cakupan dan kebermanfaatn programnya.” Ujarnya. Ia berharap kolaborasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan komunitas yang belajar di sini. Sementara itu, Sepriati Segerow menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, sekecil apa pun upaya untuk kebaikan dapat memberi dampak besar jika dilakukan bersama. Ia juga berharap urban farming di TKIT Fitri dapat menumbuhkan generasi yang mencintai alam, peduli pada sesama, dan mampu mengelola karunia Allah dengan lebih baik.

Head of Retail and Network Group BSI Maslahat, Dina Handayani, turut menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menghadirkan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi dengan IIK BSI Pusat menjadi bagian penting dari upaya menciptakan dampak yang nyata dan terukur.

Setelah penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat pencacah ranting oleh Petugas Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian RI, Iqbal. Peserta juga diajak melihat kebun sayur, memanen kangkung yang telah tumbuh, serta mengunjungi kandang ayam petelur sebagai bagian dari pengenalan praktik integrated farming yang menghubungkan pengolahan limbah, budidaya sayur, dan peternakan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Melalui dukungan ini, BSI Maslahat kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan dana sosial, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak nyata. Di tengah tantangan limbah rumah tangga, keterbatasan lahan, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, urban farming menjadi jawaban yang relevan: mengubah ruang sempit menjadi ruang tumbuh, mengubah limbah menjadi berkah, dan menjadikan lingkungan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang menguatkan masa depan.

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI