Lombok Tengah, 24 Agustus 2026 – B SI Maslahat bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan tahap awal senilai Rp50 juta disalurkan pada Minggu (23/8), sehari setelah kebakaran melanda kawasan permukiman adat masyarakat Sasak.
Kebakaran terjadi pada Sabtu (22/8) malam dan dengan cepat menjalar ke sejumlah bangunan tradisional. Material bangunan yang didominasi kayu, bambu, dan atap alang-alang membuat api mudah merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Berdasarkan laporan BPBD NTB, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Baca juga: BSI Maslahat Perluas Penyaluran Bantuan Gempa NTT, Jangkau Lima Kabupaten Terdampak
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekaligus kawasan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sasak. Berdasarkan penyampaian Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana total perkiraan kerugian kebakaran di Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp33,84 miliar. Total hunian yang terdampak sebanyak 75 unit, sedangkan yang terdampak di luar desa ada 20 unit. Kemudian sekitar 320 orang terdampak, 69 artshop UMKM lokal, serta berbagai balai pertemuan warga adat dan fasilitas umum lainnya.
Merespons kebutuhan mendesak di lapangan, BSI Maslahat menyalurkan bantuan tahap awal berupa sembako dan kebutuhan dasar. Bantuan tersebut terdiri atas 500 kilogram beras, 32 dus minyak goreng, 1.980 butir telur, 51 dus mi instan, lima dus sabun mandi, 100 sarung perempuan, 100 sarung laki-laki, serta 47 selimut.

Bantuan diserahkan langsung oleh Head of URO Surabaya BSI Maslahat, Zaini Syam, kepada Kepala Dusun setempat pada Minggu (23/8) untuk selanjutnya didistribusikan kepada keluarga terdampak. Dukungan tahap awal ini difokuskan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama masa tanggap darurat.
Kebakaran Desa Adat Sade tidak hanya berdampak pada tempat tinggal masyarakat. Rusaknya rumah tradisional, lumbung, art shop, dan berbagai fasilitas lainnya turut memengaruhi mata pencaharian serta keberlangsungan warisan budaya Sasak yang telah dijaga secara turun-temurun.
Pemerintah Provinsi NTB bersama berbagai pemangku kepentingan tengah menyiapkan langkah pemulihan secara bertahap, mulai dari pembangunan kembali rumah tradisional dengan memperkuat aspek mitigasi kebakaran, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga rekonstruksi Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Desa Adat Sade.
Baca juga: BSI Maslahat Distribusikan Bantuan di Tiga Wilayah Terdampak Gempa NTT
Dukungan BSI Maslahat bagi masyarakat terdampak turut sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 1: Tanpa Kemiskinan melalui dukungan kebutuhan dasar dan pemulihan masyarakat terdampak, serta Tujuan 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui dukungan terhadap pemulihan permukiman dan keberlanjutan warisan budaya.
Sebagai Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional, BSI Maslahat terus berkoordinasi dengan mitra dan pemangku kepentingan di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan para penyintas.
BSI Maslahat mengajak masyarakat untuk turut menguatkan saudara-saudara terdampak kebakaran Desa Adat Sade melalui doa dan dukungan terbaik. Kepedulian dapat disalurkan melalui kanal digital BSI Maslahat di https://digital.bsimaslahat.or.id/campaign/tanggap-bencana. Setiap kebaikan yang dititipkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darurat sekaligus mendukung masyarakat Desa Adat Sade untuk pulih, bangkit, dan kembali menata kehidupan.
Yuk cari tahu cara berzakat mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

