Ponorogo, 24 Agustus 2026 – BSI Maslahat bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo mendampingi pelaku usaha dan Rumah Potong Unggas (RPU) dalam memperoleh sertifikasi halal sebagai upaya memperkuat ekosistem halal di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sebanyak 12 RPU telah memperoleh sertifikat halal yang diserahkan pada Senin (24/8) dalam kegiatan Penguatan Sinergi Jaminan Produk Halal.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, Kepala BPJPH Provinsi Jawa Timur M. Fauzi, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo Mohamad Thohari, serta Head of URO Surabaya BSI Maslahat, Zaini Syam.
Baca juga: BSI Maslahat Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Surabaya lewat Pelatihan Kewirausahaan
Program ini mendukung pengembangan Kampung Halal yang diinisiasi Kemenag Kabupaten Ponorogo bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan mengangkat potensi kuliner unggulan daerah, seperti Sate Ponorogo dan Dawet Jabung. Melalui sertifikasi halal, masyarakat memperoleh kepastian terhadap kehalalan produk, sementara pelaku usaha memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.

Pendampingan dilaksanakan selama sembilan bulan dan diawali dengan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Selanjutnya, para pelaku usaha mendapatkan pendampingan pemenuhan persyaratan sertifikasi halal di 10 kecamatan di Kabupaten Ponorogo hingga proses sertifikasi selesai.
Sertifikasi Halal Perkuat Kepercayaan Konsumen
Bagi Rumah Potong Unggas (RPU) maupun Rumah Potong Hewan (RPH), sertifikasi halal menjadi bagian penting dalam menjamin kehalalan produk sejak proses penyembelihan hingga penanganan daging. Kepastian ini sekaligus memperkuat rantai pasok halal bagi UMKM kuliner yang menjadi ciri khas Ponorogo.
Head of URO Surabaya BSI Maslahat, Zaini Syam, berharap program ini dapat mendorong UMKM semakin berkembang melalui penguatan standar halal. “Kami berharap pendampingan ini dapat mempercepat sertifikasi halal sekaligus mendukung pengembangan UMKM di Kampung Halal Ponorogo. Dengan sertifikasi halal, pelaku usaha diharapkan semakin dipercaya masyarakat, memiliki daya saing yang lebih baik, dan mampu meningkatkan kesejahteraan usahanya,” ujar Zaini.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Mohamad Thohari, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara BSI Maslahat dan Kemenag dalam memperkuat ekosistem halal di Ponorogo. “Kami sangat mengapresiasi sinergi BSI Maslahat dalam mendukung pengembangan Kampung Halal serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha di Kabupaten Ponorogo. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis produk halal,” ungkap Mohamad Thohari.
Program pendampingan sertifikasi halal ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Sebagai Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional, BSI Maslahat terus mendorong program pemberdayaan yang meningkatkan kapasitas dan daya saing masyarakat. Melalui kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, BSI Maslahat berharap semakin banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi standar halal, memperluas akses pasar, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Yuk cari tahu lebih lanjut cara bersedekah mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

