Jakarta, 25 September 2026 – BSI Maslahat memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia dengan menjadi salah satu mitra beasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemditisaintek). Kolaborasi tersebut diperkuat melalui kehadiran BSI Maslahat dalam Sarasehan Mitra Beasiswa sekaligus peluncuran platform SatuBeasiswa Indonesia di Kantor Kemdiktisaintek pada Rabu, (16/09).
Kepercayaan ini merupakan bagian dari komitmen BSI Maslahat melalui Pilar Didik Umat, yaitu program BSI Scholarship. Program ini dirancang untuk membuka kesempatan pendidikan sekaligus membentuk calon pemimpin masa depan yang berkarakter, amanah, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat di tingkat nasional maupun global. Pembinaan penerima manfaat (awardee) mencakup pengembangan akademik, kepemimpinan, literasi ekonomi syariah, serta kontribusi sosial.
Pada 2025, sebanyak 745 awardee BSI Scholarship Pelajar berhasil diterima di perguruan tinggi negeri yang tersebar di 103 kampus. Dari jumlah tersebut, 247 awardee menembus 10 perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Capaian ini menjadi bukti nyata ikhtiar BSI Maslahat dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Baca juga : BSI Scholarship Jadi Bukti Nyata Peran BSI Maslahat dan BSI dalam Mengatasi Tantangan Pendidikan

Melalui kehadiran di platform SatuBeasiswa Indonesia, akses para pelajar dan mahasiswa terhadap informasi beasiswa BSI Scholarship kini semakin mudah, terintegrasi, dan inklusif. Calon penerima manfaat dari berbagai daerah dapat menemukan informasi program beasiswa dalam satu kanal, sehingga peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi semakin terbuka luas.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan pentingnya menyatukan informasi berbagai program beasiswa yang selama ini tersebar di banyak saluran. “Melalui SatuBeasiswa Indonesia, peluang pendidikan diharapkan semakin mudah ditemukan oleh calon penerima, baik di kota besar maupun pelosok Indonesia,” ujarnya.
Sinergi BSI Maslahat dengan Kemdiktisaintek sebelumnya juga diwujudkan melalui program BSI Scholarship Berdampak 2026, yang diluncurkan lewat penandatanganan kerja sama antara Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Bambang Sutrisno, dan Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Eng. Sandro Mihradi. Program ini memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp3 juta per semester selama delapan semester, disertai pembinaan pengembangan diri, literasi ekonomi syariah, dan social project.
Kolaborasi dalam SatuBeasiswa Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan BSI Scholarship sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga amil zakat dalam mendukung pemerataan pendidikan. Bagi BSI Maslahat, pendidikan adalah jalan penting untuk membangun kemandirian, meningkatkan mobilitas sosial, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu membawa maslahat lebih luas bagi bangsa.
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

