Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan untuk beriman kepada-Nya. Allah menganugerahkan akal, pikiran, serta hawa nafsu kepada manusia agar mereka dapat bertahan hidup di dunia yang fana ini. Oleh karena itu, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW berupa firman-firman Nya yang kemudian dihimpun menjadi satu, yaitu Al-Quranul Karim.
Berikut merupakan Selayang pandang mengenai Al-Quran.
Definisi Al-Quran
Al-Quran secara bahasa diambil dari kata وقرانا -قراة -يقرا – ا yang artinya sesuatu hal yang dibaca. Arti ini mempunyai makna yang menganjurkan kepada seluruh umat islam untuk bisa membaca Al-Quran. Al-Quran juga mengumpulkan huruf, kata dan kalimat secara rapih dan tertib serta tersusun secara benar, dalam membaca Al-Quran harus diperhatikan hukum tanda baca yang benar sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Allah pun berfirman dalam surat Al-Hijr Ayat ke 9 :
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
Artinya : Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan pasti kami (pula) yang memeliharanya (QS. Al-Hijr : 9)
Secara Menurut Istilah, Al-Quran merupakan firman Allah SWT yang disampaikan oleh malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW, yang diterima oleh umat islam dari generasi ke generasi tanpa ada terkecuali.
Baca juga : Keutamaan Membaca Al-Quran
Karakteristik Al-Quran
Al-Quran memiliki karakteristik yang menjadi ciri khas yang menggambarkan bahwa kitab tersebut adalah FIrman Allah sekaligus pedoman hidup umat islam. berikut lima karakteristik-karakteristik dari pada Al-Quran :
- Al-Quran adalah firman atau kalam Allah SWT, bukan dari perkataan malaikat (jibril), karena malaikat jibril hanya bertugas untuk menyampaikan wahyu, dan bukan perkataan manusia biasa, para umat islam hanya berkewajiban untuk mengamalkannya.
- Al-Quran diwahyukan hanya kepada Nabi Muhammad SAW, tidak diberikan kepada Nabi-Nabi yang lainnya.
- Diantara karakteristik Al-Quran adalah kemukjizatannya. mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga bangsa arab hanya menyebut-nyebut mukjizat itu saja, tidak yang lainnya, meskipun dari beliau terjadi mukjizat yang lain yang tidak terhitung jumlahnya.
- Al-Quran sebagai kitab seluruh zaman, arti dari Al-Quran sebagai kitab keseluruhan zaman adalah Al-Quran merupakan kitab yang abadi, bukan kitab bagi suatu masa tertentu, yang kemudian habis masa berlakunya.
- Al-Quran merupakan kitab yang paling lengkap. semua pedoman hidup, tatacara ibadah serta aturan aturan yang lainnya sudah diatur didalam Al-Quran, sebagaimana Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 89 :
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ
Artinya : Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu (QS. An-Nahl : 89).
Fungsi Al-Quran
Al-Quran merupakan pedoman hidup kita sebagai umat muslim yang banyak memiliki manfaat. Al-Quran juga mempunyai fungsi atau manfaat ketika kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari.
- Al-Huda / Petunjuk
Al-Quran menjadi petunjuk jalan hidup bagi umat muslim, petunjuk bagi orang orang yang bertakwa dan beriman kepada Allah SWT. Ilmu pengetahuan, sosial, ekonomi dan segala tata cara roda kehidupan manusia diatur dan tersimpan tata cara didalam nya agar manusia tidak kebingungan sampai hilang arah.
- Asy-Syifa / Penyembuh
Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa ayat ayatnya merupakan obat untuk segala penyakit. penyakit tersebut bukan hanya dirasakan oleh jasmani saja tapi rohani juga bisa merasakan sakit. jika seseorang membaca Al-Quran dengan niat yang sungguh-sungguh niscaya Al-Quran tersebut dapat mengobati dirinya sendiri sehingga perasaan nya menjadi lebih tenang.
- Al-Furqon / Pemisah
Al-Quran merupakan pemisah antara yang haq dan yang batil atau antara benar dan salah. Jika kita sering membaca Al-Quran dan mengamalkannya maka kita akan terhindar dari perbuatan yang merugikan atau tercela, Allah SWT akan selalu berada disisi kita dan menjaga kita dari perilaku yang buruk.
- Al-mu’izah / Nasihat
Al-Quran juga berfungsi sebagai pemberi nasehat bagi orang orang yang beriman dan bertaqwa kepada allah SWT, di dalam ayat ayat Al-Qur’an terdapat banyak pengajaran bahkan nasihat-nasihat serta peringatan tentang kehidupan bagi orang orang yang bertakwa.
Baca juga : Kebiasaan Rasulullah Saat Ramadan
Kedudukan Al-Quran
Al-Quran memiliki kedudukan yang sangat tinggi sebagai sumber dari segala sumber hukum. Di dalamnya terdapat pondasi utama berupa aturan yang mengikat setiap perbuatan manusia. Sebagai petunjuk hidup, kedudukan Al-Quran tidak dapat dipungkiri Al-Quran menjadi pedoman besar yang berdampak bagi umat Islam di masa kini maupun masa depan.
Hal ini mengingatkan kita bahwa Al-Quran adalah kalam Allah, firman-Nya yang harus dijadikan rujukan utama. Segala sumber hukum maupun informasi wajib mengacu kepada Al-Quran dan Hadis, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah pada surat An-Nisa ayat 59.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Artinya : Hai orang orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul serta pemimpin diantara kamu, jika kamu berselisih paham tentang sesuatu, maka kembalilah kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya
(QS. An-Nisa : 59).
Keajaiban Al-Quran
Di dalam ilmu sains banyak sekali ilmu pengetahuan yang tersirat di dalam Al-Quran. Salah satu yang menggambarkan keajaiban nya adalah Lapisan Lapisan atmosfer yang melindungi bumi, seperti yang tetulis didalam Al-Quran pada surat Al-Anbiya ayat 32 :
وَجَعَلْنَا السَّمَاۤءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًاۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ
Artinya : Dan kami jadikan langit sebagai atap yang terpelihara, tetapi mereka berpaling dari tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya (QS. Al-Anbiya : 32).
Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

