Hari raya idul fitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim, setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh, kita merayakan kemenangan dan ketuntasan dalam beribadah tersebut. Pada hari raya idul fitri biasa nya di wajibkan (fardhu kifayah) untuk melaksanakan salat idul fitri.
Agar ibadah kita terjaga dan senantiasa di terima oleh Allah SWT, ada baiknya untuk mensucikan diri terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat idul fitri. Sebagaimana diriwayatkan dari Imam At-Tirmidzi :
سُنَّةُ الْفِطْرِ ثَلاَثٌ : اَلْمَشْيُ اِلَى الْمُصَلَّى وَاْلاَكْلُ قَبْلَ الْخُرُوْجِ وَاْلاِغْتِسَالُ
Artinya : Sunnah idul fitri itu ada tiga yang pertama berjalan menuju ke mushalla, makan sebelum keluar rumah dan mandi (HR. Imam At Tirmidzi).
Baca juga : Bacaan Doa Nabi Yusuf Serta Maknanya
Tata Cara Mandi Sebelum Salat Idul Fitri
Tata cara mandi sebelum salat idul fitri sama halnya dengan tata cara mandi mandi wajib yang lainya, akan tetapi sebagai pembedanya hanya di niatnya saja, berikut adalah tata cara dan niat mandi sebelum salat idul fitri.
- Niat mandi sebelum salat idul fitri
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Artinya : Aku niat mandi untuk merayakan idul fitri / idul adha sebagai sunnah karena Allah ta’ala.
- Membasuh seluruh tubuh dari atas sampai bawah, baik bagian tubuh sebelah kanan maupun kiri, pastikan air yang digunakan merupakan air yang suci lagi menyucikan (air yang bersih).
- Melakukan wudhu dengan sempurna seperti akan melaksanakan salat.
- Dahulukan membasuh anggota badan sebelah kanan, setelah selesai baru membasuh anggota badan sebelah kiri.
- Menggosok lipatan lipatan atau sela sela tubuh, harap dipastikan semua anggota tubuh terbasahi air.
- Langkah terakhir mandi seperti biasa menggunakan sabun pembersih badan dan bilas hingga bersih.
Setelah rangkaian mandi sebelum shalat idul fitri selesai alangkah baiknya menggunakan pakaian yang rapih atau memakai pakaian yang baru, tidak harus selalu pakaian baru yang penting bersih dari hadas besar maupun kecil. Sebagaimana yang diriwayatkan dari hadis berikut ini :
فعَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : أَخَذَ عُمَرُ رضي الله عنه جُبَّةً مِنْ إِسْتَبْرَقٍ تُبَاعُ فِي السُّوقِ فَأَخَذَهَا فَأَتَى بِهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، ابْتَعْ هَذِهِ تَجَمَّلْ بِهَا لِلْعِيدِ وَالْوُفُودِ ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ) رواه البخاري (906) ومسلم (2068
Artinya : Abdullah bin umar radhiallahu anhuma berkata : umar radhiallahu anhu mengambil sebuah jubah dari sutera yang di jual di pasar. Lalu dia mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian berkata “wahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah denganya untuk hari raya dan menyambut tamu”. Maka Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda, “sesunggunya ini adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bagian (di hari kiamat).
Baca juga : Rukun Ibadah Haji dan Syarat Sah Haji
Setelah menggunakan pakaian yang bersih dan layak dianjurkan juga untuk menggunakan wewangian. Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah berkata : “aku mendengar para ulama menyatakan disunnahkan berhias dan mengenakan wewangian pada setiap ied (hari raya) dan Imam Syafi’i menyatakan sunnah (Fathul Bari, Ibnu Rajab, 6/78).
Niat mandi sebelum shalat idul fitri bukan hanya sekedar rutinitas untuk membersihkan badan dari hadas dan najis semata, melainkan sebagai perumpamaan kesiapan batin dalam menyambut hari kemenangan. Semoga kita bisa mengawali idul fitri dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur, serta menumbuhkan semangat untuk kembali ke fitri.
Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

