BSI Maslahat Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Surabaya lewat Pelatihan Kewirausahaan

BSI Maslahat Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Surabaya lewat Pelatihan Kewirausahaan

Surabaya, 7 Februari 2026 – BSI Maslahat hadirkan sebuah inisiatif pengabdian kepada Masyarakat kelompok rentan melalui pelatihan kewirausahaan untuk perkumpulan penyandang disabilitas di Surabaya. Sebanyak 40 peserta yang merupakan penyandang disabilitas hadir dengan wajah penuh semangat dan harapan yang kuat. Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 5  dan 11 Februari 2026 di BSI UMKM Center Surabaya. Kehadiran pelatihan ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan batas untuk bermimpi dan menjadi individu yang mandiri dan berdaya.

Baca juga: BSI Maslahat dan UPZ Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dampingi 20 UMKM Tingkatkan Fondasi Bisnis Lewat Program Pembinaan Intensif

Penyandang disabilitas sering kali tersisih dari persaingan para pencari pekerjaan. Namun bisa diyakini, bahwa para penyandang disabilitas mampu mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang mampu mereka kerjakan dengan keterbatasannya melalui pendampingan dan pelatihan dengan pendekatan yang sesuai.

Dalam membantu pemberdayaan para penyandang disabilitas di Indonesia secara ekonomi, BSI Maslahat menghadirkan pelatihan kewirausahaan kepada perkumpulan penyandang disabilitas di Surabaya. Pelatihan kewirausahaan memainkan peran penting dalam memberdayakan penyandang disabilitas untuk mengejar kemandirian ekonomi dan wirausaha.

Para peserta pelatihan merupakan para penyandang disabilitas daksa, tuli, dan netra yang telah memiliki usaha. Pelatihan ini dihadirkan sebagai bentuk perhatian dan dukungan bagi penyandang disabilitas di Surabaya untuk menaikkan omzet serta menjadikan usaha mereka agar naik kelas.

BSI Maslahat Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Surabaya lewat Pelatihan Kewirausahaan

Deputy Retail Financing Business BSI Region Surabaya, Yurri Leonardi, menyampaikan bahwa BSI terus berkomitmen hadir sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya nyata, termasuk dalam meningkatkan kapasitas serta mendorong kenaikan kelas UMKM di Surabaya. “Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi bagian dari Talenta Wirausaha BSI yang mampu memberikan dampak positif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar” ujar Yurri.

Manager URO BSI Maslahat Surabaya, Zaini Syam, dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa “dengan kehadiran pelatihan ini diharapkan dapat menjadi wadah dalam mencetak wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing dari teman-teman disabilitas” ujarnya.

Pada pelatihan ini, setiap peserta dibekali keterampilan praktis untuk mengembangkan dan mewujudkan ide bisnis yang mereka miliki. Bekal tersebut dirancang sebagai kerangka kerja yang komprehensif bagi penyandang disabilitas untuk menapaki perjalanan kewirausahaan yang mandiri, sustain, dan berkelanjutan.

Baca juga: BSI Maslahat Perkuat Ekonomi Mustahik melalui Pelatihan Baking Berbasis Kewirausahaan

Salah satu peserta kegiatan, Anas Yusuf, sekaligus Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Surabaya menyampaikan “kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk mempelajari lebih dalam mengenai strategi-strategi kewirausahaan. Materi dan gaya penyampaiannya yang praktis dan mudah dipahami sehingga sangat relevan bagi kelompok disabilitas seperti kami” ungkap Anas.

BSI Maslahat Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Surabaya lewat Pelatihan Kewirausahaan

Anas adalah penyandang disabilitas tuna daksa akibat kecelakaan yang dialaminya pada tahun 2012, ketika usianya menginjak 30 tahun. Sebelum peristiwa tersebut, ia turut bekerja di warung makan milik orang tuanya yang menjajakan sate dan gulai kambing. Ujian kembali datang pada tahun 2019, saat usaha keluarga itu harus gulung tikar akibat kondisi yang sulit. Namun, dari keterpurukan tersebut tumbuh tekad yang kuat. Pada tahun 2020, Anas memutuskan untuk menghidupkan kembali usaha warisan kedua orang tuanya, yang kini menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya.

Usai mengikuti pelatihan di hari pertama, Anas semakin mantap melangkah. Ia berkeinginan memperkuat identitas dan citra usahanya, agar dikenal bukan semata sebagai warisan keluarga, melainkan sebagai buah dari dedikasi, ketekunan, dan semangat juangnya. Anas pun berencana memperbarui kemasan agar lebih menarik, sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui penyebaran informasi dan strategi promosi yang lebih optimal.

Di akhir pelatihan, peserta diberikan bantuan modal usaha agar mereka siap membuka usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Penyerahan simbolis bantuan dilakukan di hari pertama pelatihan oleh Deputy Retail Financing Business BSI Region Surabaya, Yurri Leonardi. Pelatihan ini sekaligus menjadi bekal bagi mustahik sebagai persiapan untuk memasuki bulan Ramadan.

BSI Maslahat Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Surabaya lewat Pelatihan Kewirausahaan

Baca juga: BSI Maslahat Gelar Pelatihan Keterampilan Service AC dan Handphone sebagai Upaya Tekan Angka Pengangguran

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang bermakna dalam mendorong UMKM penyandang disabilitas untuk naik kelas dan berdaya saing. Dengan bekal keterampilan, pengetahuan, serta pendampingan yang tepat, para pelaku usaha disabilitas diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini

BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI