Bekasi, 27 Agustus 2025 – Sejak 2020, kondisi kesehatan Dimas Saifullah (17) perlahan menurun sehingga aktivitas hariannya semakin terbatas. Ia tidak lagi mampu berdiri dan berjalan seperti biasanya, sehingga lebih banyak beristirahat di tempat tidur. Banyak aktivitas sederhana, seperti berjalan ke sekolah atau bermain bersama teman, kini sudah sulit ia lakukan.
Keterbatasan itu berawal ketika Dimas terjatuh di kamar mandi sebelum berangkat sekolah. Awalnya ia tidak merasakan gejala serius sehingga memilih untuk tidak menceritakan hal itu pada orang tuanya. Namun beberapa hari kemudian, saat pelajaran olahraga, tubuhnya tiba-tiba lemas dan tidak mampu berjalan. Sejak saat itu, aktivitas Dimas semakin terbatas hingga ia harus menjalani pemeriksaan medis secara berkelanjutan.
Di tengah perjuangan tersebut, BSI Maslahat hadir memberikan perhatian nyata. Pada Selasa (26/08), Dimas menerima bantuan kursi roda, susu nutrisi, serta multivitamin dari BSI Maslahat di rumahnya. Bantuan itu diserahkan langsung di Kampung Pisangan, Desa Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Harapannya, kursi roda ini mampu meringankan beban keluarga sekaligus mempermudah aktivitas sehari-hari Dimas.
Pada hari yang sama, BSI Maslahat juga mendampingi Dimas menggunakan Ambulance BSI Maslahat menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Perjalanan itu dilakukan agar Dimas bisa menjalani kontrol kesehatan sesuai jadwal yang telah ditentukan dokter. Pendampingan ini menjadi bukti kepedulian agar Dimas mendapatkan layanan medis terbaik. Bantuan tersebut diharapkan memberi semangat baru untuk terus melanjutkan pengobatan.
Momen penyerahan bantuan kursi roda disambut penuh haru oleh kedua orang tua Dimas. Merasa sangat terbantu dengan dukungan tersebut. Kursi roda baru menjadi sarana penting bagi Dimas untuk kembali dapat bergerak lebih leluasa di rumah. Mereka bersyukur ada pihak yang peduli pada perjuangan anaknya di tengah keterbatasan. “Terima kasih atas pemberian kursi roda dan bantuan pengobatan untuk Dimas. Semoga para donatur diberi panjang umur, kesehatan, serta dimudahkan rezekinya,” ucap Widarti, Ibu Dimas dengan penuh rasa syukur. Ia menambahkan doa agar para donatur selalu diberi kesehatan, umur panjang, serta dimudahkan rezekinya. Ungkapan tulus itu memperlihatkan betapa pentingnya arti bantuan bagi keluarga Dimas. Bagi mereka, perhatian kecil mampu memberikan harapan yang sangat besar.
Semangat Belajar yang Tak Pernah Padam
Meski kondisi fisiknya terbatas, semangat belajar Dimas tetap menyala. Saat ini ia tetap mengikuti pembelajaran daring dari rumah dengan dukungan guru dan teman sekolahnya. Teman-teman Dimas bahkan sesekali menyempatkan waktu untuk menjenguknya langsung. Hal itu menjadi penyemangat besar bagi Dimas agar terus berusaha belajar.
Sejak sekolah dasar, Dimas dikenal sebagai anak berprestasi dengan semangat tinggi. Ia sering menempati sepuluh besar di kelas, aktif mengikuti lomba, serta memiliki minat dalam dunia teknologi. Hobinya membuat game mendorong tekadnya untuk menekuni bidang komputer. Dengan penuh keyakinan, Dimas bercita-cita menjadi seorang programmer di masa depan.
Baca juga: Bantuan Kaki Palsu untuk Sanaji dari BSI Maslahat
Ketegaran Keluarga di Tengah Keterbatasan
Baca juga: BSI Maslahat Berikan Bantuan Alat Kesehatan untuk Shazia Salsabiluna, Pejuang Kecil Meningitis TBC
Perjuangan Dimas tidak lepas dari ketegaran keluarganya. Ayahnya bekerja tidak tetap sehingga penghasilannya hanya berkisar satu juta rupiah per bulan. Sementara sang ibu selalu mendampingi Dimas dalam aktivitas sehari-hari. Keterbatasan ekonomi membuat perjuangan mereka semakin berat, namun tetap dijalani dengan penuh keikhlasan.
Biaya transportasi, kebutuhan nutrisi, hingga pengobatan di luar tanggungan BPJS menjadi tantangan tersendiri. Namun keluarga ini selalu berusaha tegar menghadapi segala ujian. Mereka percaya bahwa doa dan kerja keras akan membuka jalan terbaik. Kekuatan hati itulah yang membuat Dimas terus memiliki semangat untuk melangkah.
Bantuan kursi roda, nutrisi, serta pendampingan ambulance dari BSI Maslahat menjadi lebih dari sekadar bantuan fisik. Itu adalah simbol kepedulian dan harapan yang menyala bagi Dimas dan keluarganya. Dengan dukungan berbagai pihak, perjuangan Dimas terasa lebih ringan. Harapannya, bantuan ini menjadi awal semangat baru untuk menatap masa depan.
Dengan doa, keteguhan hati, serta dukungan banyak pihak, Dimas yakin bisa meraih mimpinya. Cita-cita menjadi programmer terus ia perjuangkan meski harus melewati keterbatasan fisik. Setiap langkah kecil yang ia jalani adalah bagian dari perjalanan panjang penuh arti. Semangat pantang menyerah itulah yang menjadikan Dimas inspirasi bagi banyak orang.
Baca juga: Bangkit dari Keterpurukan, Kisah Inspirasi Penerima Manfaat Program Ibu Tangguh BSI Maslahat