BSI Maslahat Hadirkan Program Maslahatpreneur, Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Mustahik

BSI Maslahat Hadirkan Program Maslahatpreneur, Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Mustahik (3)

Bandung, 10 Februari 2026 – BSI Maslahat resmikan program Maslahatpreneur melalui pembukaan gerobak franchise yang diberi nama “Semangkuk Mie Ayam” yang berlokasi di Pasteur, Bandung. Peresmian ditandai dengan pengguntigan pita yang dilakukan oleh Manager Empowerment & Development Program Group, Yunan Isnainye pada Senin (09/02).

Baca juga: BSI Maslahat Bekali Dhuafa dengan Keterampilan Barber untuk Menumbuhkan Kemandirian Ekonomi

Maslahatpreneur merupakan program kolaborasi BSI Maslahat bersama mitra pelaksana yakni alumni penerima manfaat program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Dalam implementasinya, BSI Maslahat menggandeng Bakmi Feng Bandung, usaha kuliner yang dikelola oleh Pandu Dewantara, alumni penerima manfaat ISDP yang dinilai telah memiliki kapasitas, pengalaman, serta komitmen untuk menjadi mitra pelaksana sekaligus role model bagi penerima manfaat Maslahatpreneur.

Program Maslahatpreneur dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan. Melalui program ini, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan modal usaha, tetapi juga didorong untuk bertumbuh dan bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki. Pemberdayaan dilakukan secara komprehensif melalui penyediaan sarana usaha berupa gerobak, pelatihan teknis kewirausahaan, serta pendampingan intensif dan monitoring usaha secara berkala oleh mitra pelaksana.

BSI Maslahat Hadirkan Program Maslahatpreneur, Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Mustahik (4)

Yunan Isnainye menyampaikan bahwa “Program Maslahatpreneur merupakan bagian dari ikhtiar BSI Maslahat dalam mengelola dana zakat secara produktif dan berkelanjutan. Zakat kami posisikan tidak hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, yang mendorong lahirnya sumber penghidupan baru bagi penerima manfaat” ujarnya.

Program Maslahatpreneur menyasar mustahik yang memiliki tekad kuat untuk membangun usaha demi memenuhi kebutuhan keluarga. Program ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 Tanpa Kemiskinan dan poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui program ini, penerima manfaat memperoleh akses terhadap sumber pendapatan sekaligus peluang kerja yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca juga: BSI Maslahat Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Surabaya lewat Pelatihan Kewirausahaan

Maslahatpreneur menyalurkan bantuan senilai Rp105 juta kepada 5 orang mustahik di wilayah Bandung dan Cimahi. Salah satu penerima manfaat program, Saeful Bahri (28) sebelumnya merupakan karyawan Bakmi Feng. Ia telah berkecimpung di dunia usaha kuliner bakmi selama kurang lebih lima tahun. Selama ini, Saeful memiliki keinginan kuat untuk membuka usaha sendiri, namun keinginan tersebut tak kunjung terwujud dikarenakan modal yang belum memadai juga minimnya pengetahuan terkait strategi bisnis. “Selama bertahun-tahun bekerja membuat mi, terbesit keinginan untuk membuka usaha sendiri. Namun hal itu baru sebatas keinginan, karena saya tidak memiliki modal untuk buka usaha sendiri” ungkap Saeful.

BSI Maslahat Hadirkan Program Maslahatpreneur, Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Mustahik (1)

Bagi Saeful, kehadiran Maslahatpreneur menjadi titik balik yang penuh makna. Ia meyakini program ini sebagai jalan yang dihadirkan Allah SWT untuk mewujudkan cita-citanya menjadi wirausahawan mandiri. “Alhamdulillah, hadirnya program ini benar-benar membantu saya untuk mewujudkan cita-cita saya selama ini, yakni punya usaha sendiri. Selain bantuan untuk mendirikan usaha, saya juga diberi pelatihan dan pendampingan. Hal itu sangat membantu saya dalam mengatur arus kas keuangan yang ternyata sangat penting untuk mengetahui Kesehatan finansial bisnis” ujarnya.

Sementara itu, Pandu Dewantara, mitra pelaksana program sekaligus alumni ISDP pemilik Bakmie Feng, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam Maslahatpreneur merupakan bentuk ikhtiar untuk menularkan manfaat yang pernah ia rasakan. “Saya percaya, usaha tidak hanya soal keuntungan, tapi juga tentang kebermanfaatan. Melalui Maslahatpreneur, saya ingin membantu lebih banyak orang agar berani melangkah, mandiri secara ekonomi, dan tumbuh bersama,” ujar Pandu.

Baca juga: BSI Maslahat Gelar Pelatihan Keterampilan Service AC dan Handphone sebagai Upaya Tekan Angka Pengangguran

BSI Maslahat Hadirkan Program Maslahatpreneur, Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Mustahik (2)

Melalui kehadiran Maslahatpreneur, BSI Maslahat menegaskan komitmennya bahwa pemanfaatan zakat tidak hanya memberikan dampak sesaat, tetapi mampu bertransformasi menjadi instrumen pemberdayaan yang produktif. Program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kemandirian ekonomi, menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan, serta berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi umat secara inklusif dan berkesinambungan.

Ingin mengetahui terkait UMKM BSI Maslahat klik di sini