BSI Maslahat melalui BSI Inspiring Day Menyalakan Asa Siswa 3T di Sambas

BSI Maslahat melalui BSI Inspiring Day Menyalakan Asa Siswa 3T di Sambas

Sambas, 11 Februari 2026 – Langit Sambas masih muram ketika Keisya melangkah keluar rumah pagi itu. Air menggenang di beberapa ruas jalan, sebagian akses tertutup akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Sepatu yang dikenakannya harus rela basah, sementara langit yang belum sepenuhnya bersahabat seolah memberi isyarat agar ia tetap tinggal di rumah. Namun Keisya memilih untuk tetap berangkat.

Baca juga: BSI Maslahat dan Kemendikdasmen Bangkitkan Semangat Pelajar 3T untuk Menembus Perguruan Tinggi Negeri 

Di Aula SMKN Unggulan Sambas pada 21 Desember 2025, ratusan siswa berkumpul. Mereka datang dengan semangat yang sama yakni mencari jawaban atas satu pertanyaan besar dalam hidup mereka. Apakah mimpi untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi benar-benar mungkin terwujud?

Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, merupakan salah satu wilayah yang masuk kategori Daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Di wilayah seperti ini, pendidikan masih menghadapi ketimpangan serius. Rantai kemiskinan masih mengikat keluarga dari generasi ke generasi, membuat banyak anak usia sekolah harus mengubur cita-cita mereka. Tidak sedikit yang memilih tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, atau bahkan harus putus sekolah.

Pemerintah telah menghadirkan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai bentuk dukungan nyata agar anak-anak dari keluarga miskin atau rentan miskin tetap bisa bersekolah hingga menamatkan pendidikan menengah. Beasiswa disalurkan berupa bantuan uang tunai untuk menopang kebutuhan biaya pendidikan. Namun persoalan pendidikan di wilayah 3T ternyata tidak berhenti pada persoalan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan angka partisipasi perguruan tinggi di wilayah pedesaan atau terpencil hanya sekitar 23,14 persen. Angka tersebut jauh tertinggal dibanding wilayah perkotaan yang mencapai 38,58 persen. Kesenjangan ini dipengaruhi berbagai faktor seperti keterbatasan sosial ekonomi, rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi, minimnya akses informasi mengenai jalur masuk dan beasiswa, serta kurangnya pendampingan dan minimnya literasi. Banyak siswa sebenarnya memiliki potensi, tetapi tidak memiliki peta untuk menavigasi masa depan mereka.

BSI Maslahat melalui BSI Inspiring Day Menyalakan Asa Siswa 3T di Sambas

Di titik inilah BSI Maslahat bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia mengambil peran. Melalui program BSI Inspiring Day, keduanya berkolaborasi dalam program pentahelix untuk mendorong semangat dan motivasi pelajar menengah atas di wilayah 3T agar berani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Baca juga: BSI Maslahat Selenggarakan Leadventure Bootcamp di Palembang, Bangun Keberanian Pelajar Tembus PTN Terbaik

Meski banjir sempat melumpuhkan beberapa akses jalan di kabupaten Sambas, kegiatan tetap berlangsung. Sebanyak 117 siswa hadir penuh antusias. Beberapa di antaranya bahkan datang dalam kondisi kurang optimal, karena tak ingin melewatkan kesempatan langka tersebut.

Acara dibagi menjadi tiga sesi utama: materi interaktif yang membangun motivasi, pemaparan informasi akses pendidikan dan beasiswa seperti KIP Kuliah. Di akhir kegiatan peserta juga mendapatkan mentoring secara kelompok yang memungkinkan siswa berdiskusi lebih personal mengenai rencana masa depan mereka.

BSI Maslahat melalui BSI Inspiring Day Menyalakan Asa Siswa 3T di Sambas

Salah satu narasumber, Imam Santoso, dosen Institut Teknologi Bandung, menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna kuat. “Pendidikan menjadi salah satu kunci utama yang memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Dengan Pendidikan serta tekad dan informasi yang tepat, banyak peluang nyata yang bisa kalian dapatkan” ujarnya.

Di dalam aula, suasana berubah perlahan. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir mula dipertanyakan siswa seperti tentang cara mendaftar kuliah dan beasiswa, bahkan tentang ketakutan meninggalkan keluarga. Fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar siswa belum memiliki gambaran utuh mengenai peluang studi lanjut, skema beasiswa, maupun figur panutan yang dapat dijadikan role model dalam merancang masa depan.

Keisya, siswi SMAN 2 Sambas, merasakan perubahan itu dalam dirinya. “Semua materi dan mentoring yang disampaikan narasumber dan fasilitator sangat memotivasi saya. Saya jadi tahu ternyata begitu banyak peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui beasiswa-beasiswa, sehingga masa depan saya bisa lebih terjamin,” ucap Keisya.

Baca juga: BSI Maslahat Selenggarakan Leadventure Bootcamp di Bandung, Bangun Motivasi Pelajar Tembus PTN Terbaik

BSI Maslahat melalui BSI Inspiring Day Menyalakan Asa Siswa 3T di Sambas

Melalui kegiatan BSI Inspiring Day, menjadi komitmen BSI Maslahat dalam menebar kemaslahatan yang berdampak nyata. Kehadiran program ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, dan semangat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ingin lebih tahu terkait beasiswa di BSI Maslahat? Klik BSI Maslahat di sini