Jakarta, 14 Maret 2026 — BSI Maslahat berpartisipasi dalam peluncuran gerakan nasional distribusi zakat fitrah terintegrasi bersama Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dengan target penyaluran dua juta paket bagi keluarga prasejahtera di berbagai daerah di Indonesia. Peluncuran gerakan ini menjadi bagian dari rangkaian program Joyful Ramadan melalui agenda Selasar Hangat Lintas Keyakinan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI. Puncak kegiatan digelar di Jakarta International Velodrome pada Kamis (12/03/2026).
Baca juga: BSI Maslahat Dorong Inovasi Filantropi Islam di Talkshow Majelis Berkah Ramadan Indonesia Berdaya
Hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf BAZNAS RI, Waryono; Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid; Ketua Forum Zakat, Wildhan Dewayana; Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya; dan Bendahara Pengurus BSI Maslahat, Rima Dwi Permatasari.

Dalam kegiatan tersebut, BSI Maslahat turut berkontribusi menyalurkan paket sembako hasil zakat fitrah sekaligus membagikan paket buka puasa gratis kepada para mustahik dan peserta yang hadir. Partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen BSI Maslahat dalam memperluas manfaat dana sosial keagamaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Muhaimin mengatakan, forum yang mempertemukan berbagai elemen bangsa dalam gerakan sosial keagamaan memiliki peran strategis. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat gotong royong nasional dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. “Forum seperti ini sangat strategis karena mempertemukan berbagai pihak untuk saling menguatkan. Kita membangun gotong royong dan kolaborasi agar mampu menjawab persoalan masyarakat secara bersama-sama,” ujar Muhaimin.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, gerakan ini merupakan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan dana sosial keagamaan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. “Langkah ini berpijak pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui kolaborasi ini, dana umat diharapkan dapat dioptimalkan sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Tanah Air,” ujar Abu dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, kesadaran masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Penghimpunan zakat nasional yang pada 2015 tercatat sekitar Rp3,6 miliar dengan lima juta penerima manfaat meningkat hingga sekitar Rp40,5 triliun pada 2024 dan terus bertambah pada 2025.
Baca juga: BSI Maslahat bersama Kemenag dan Pemerintah Kabupaten Cirebon Luncurkan Program Kota Wakaf
Menurut Abu, program Joyful Ramadan tahun ini menjadi penanda dimulainya distribusi zakat fitrah secara serentak di seluruh provinsi. Penyaluran dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. “Gerakan ini menargetkan distribusi dua juta paket zakat fitrah kepada keluarga prasejahtera di 168 kabupaten/kota, dengan fokus pada wilayah yang memiliki tingkat kerentanan ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga dirangkai dengan agenda Selasar Hangat Lintas Keyakinan yang menghadirkan buka puasa bersama tokoh lintas iman, pameran produk UMKM binaan zakat, serta forum literasi publik melalui Majelis Berkah.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Sodik Mudjahid menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat penting untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. “Dalam ajaran Islam, kepedulian terhadap kaum dhuafa merupakan bagian penting dari nilai keagamaan. Karena itu, zakat harus dikelola secara profesional dan kolaboratif agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Sodik, berbagai program pemberdayaan berbasis zakat telah membantu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Namun, upaya pengentasan kemiskinan masih memerlukan kerja bersama yang lebih kuat. Ia juga menekankan pentingnya memperluas program pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan usaha produktif.
Ketua Forum Zakat Wildhan Dewayana mengatakan kolaborasi lintas lembaga menjadi langkah penting untuk memperkuat dampak gerakan filantropi Islam di Indonesia. “Bangsa Indonesia berdaya lahir dari kesadaran bahwa kemiskinan ekstrem tidak bisa diatasi sendiri-sendiri. Karena itu, kolaborasi antar lembaga, pemerintah, dan masyarakat menjadi jalan penting untuk memperkuat dampak gerakan filantropi,” ujar Wildhan. Ia menambahkan bahwa potensi zakat nasional sangat besar dan dapat menjadi kekuatan sosial apabila dikelola secara optimal melalui kerja sama berbagai pihak.

Melalui keterlibatan dalam gerakan ini, BSI Maslahat berharap distribusi zakat fitrah dapat menjangkau masyarakat secara lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat.
Baca juga: BSI Maslahat Dukung Dai 3T di Kalimantan Selatan, Perkuat Dakwah hingga Pelosok Negeri
BSI Maslahat sebagai lembaga terpercaya dalam pengelolaan dana ZISWAF siap menyalurkan zakat fitrah Anda kepada para fakir miskin yang membutuhkan. Mari sempurnakan ibadah Ramadan dengan menunaikan zakat fitrah melalui BSI Maslahat. Selain menyucikan diri setelah sebulan berpuasa, zakat fitrah juga menjadi wujud kepedulian kita agar saudara-saudara yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan dan merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita.
Ingin lebih tahu terkait layanan Zakat Fitrah melalui BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazhir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

