Jakarta, 7 Januari 2026 – BSI Maslahat menyelenggarakan pelatihan baking bagi mustahik melalui program Maslahat University. Pelatihan berlangsung pada 23 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 dengan total delapan kali pertemuan. Para peserta memperoleh pembekalan keterampilan baking sekaligus pendampingan kewirausahaan yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri dan kesiapan usaha.
Di akhir pelatihan, peserta diberikan bantuan modal berupa alat kerja agar mereka siap membuka usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Pelatihan ini sekaligus menjadi bekal bagi mustahik sebagai persiapan untuk memasuki bulan Ramadan.
Baca juga: BSI Maslahat Gelar Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) Untuk UMKM
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan teknik membuat aneka produk baking, tetapi juga didampingi untuk menumbuhkan keberanian memulai usaha. Mayoritas peserta merupakan ibu-ibu yang tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka terlibat aktif dalam delapan materi pelatihan yang dikemas melalui praktik langsung bersama tutor berpengalaman. Materi yang diberikan meliputi materi membuat bolu gulung keju mesis, chocochip cookies, marmer cake, brownies kukus, cake ubi ungu, dan choco mochi. Selain materi baking, mereka juga dibekali materi digital marketing dan food costing untuk mendukung kemandirian dan keberlangsungan usaha mereka.

Manager Empowerment & Sociopreneur Group BSI Maslahat, Yunan Isnainye menyampaikan harapan besar melalui program ini. “Program ini diharapkan dapat menjadi tonggak perubahan yang dapat mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan para peserta. Dengan demikian, ke depan para peserta juga dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki” ungkapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) periode Agustus 2025 penduduk usia kerja mencapai 218,17 juta orang. Dari jumlah tersebut, 154 juta tergolong angkatan kerja dengan total 146,54 juta orang telah bekerja. Sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia tercatat sebesar 4.85% atau setara dengan 7,46 juta orang.
Penyebab pengangguran di Indonesia utamanya karena ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan tenaga kerja yang menyebabkan persaingan ketat. Ditambah tingkat pendidikan masyarakat yang rendah sehingga cenderung sulit diterima untuk layak kerja, khususnya untuk pekerjaan yang memerlukan keterampilan khusus.

Program ini menjadi bukti komitmen nyata BSI Maslahat dalam menciptakan lapangan kerja, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Melalui seleksi berkas dan kelayakan calon peserta, sebanyak 23 orang dinyatakan lolos dan layak mengikuti pelatihan ini. Penyeleksian peserta ditujukan agar kebermanfaatan program lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi mereka yang membutuhkan.
Salah satu peserta, Azimah asal Bogor menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelatihan yang diberikan. “Motivasi saya mengikuti pelatihan ini agar saya bisa percaya diri dan mempunyai bekal untuk membuka usaha. Alhamdulillah selain menambah ilmu saya juga diberi bantuan alat kerja yang tentu sangat bermanfaat untuk keberlangsungan usaha saya nantinya” tutur Azimah.
Kehadiran program Maslahat University hadir sebagai ruang belajar dan harapan baru bagi mustahik untuk bangkit secara ekonomi. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan jumlah lapangan kerja di Indonesia.

Baca juga: Berdayakan Ekonomi Umat, BSI Maslahat Berikan Bantuan Peralatan Usaha Kepada 20 UMKM Di Ciracas

