Cara Mencintai Al-Qur’an dengan Mengamalkannya dalam Kehidupan Sehari-Hari 

Mencintai sesuatu tidak hanya terbatas pada makhluk hidup semata, melainkan juga dapat ditujukan kepada wahyu yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Al-Qur’an. Kitab suci ini menjadi pedoman hidup sekaligus cahaya yang menerangi kita, bahkan kelak di alam kubur. Bertepatan dengan bulan Ramadan, kita dianjurkan untuk senantiasa melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, meluangkan waktu untuk membacanya, dan alangkah baiknya jika kita mampu menghafalkannya.

Baca juga : Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup Umat Islam

Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira, berupa surat Al ‘Alaq yang berarti “bacalah.” Wahyu tersebut diturunkan melalui perantara malaikat Jibril. Sejak peristiwa itu, tersirat makna yang sangat mendalam yaitu perintah untuk belajar dan membaca. Wahyu pertama ini menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa Islam menekankan pentingnya ilmu pengetahuan bagi keberlangsungan hidup umat muslim.

Maka, jika kita mencintai Rasulullah SAW, sudah sepatutnya kita juga mencintai dan mengamalkan wahyu yang diturunkan kepadanya, yaitu Al-Qur’an. Berikut beberapa cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an secara bertahap.

Membaca Al-Qur’an

Melantunkan ayat suci Al-Qur’an merupakan cara termudah untuk mencintai Al-Qur’an. Karena kita hanya melantunkan ayat ayat suci tersebut, terlepas benar atau tidak nya kita dalam pelafalan tapi kalau niat kita sungguh-sungguh untuk belajar atau mendekatkan diri kepada Allah maka tidak akan berdosa. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah yang diriwayatkan dari At-Tirmidzi. 

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ {الم} حَرْفٌ، وَلَكِنْ {أَلِفٌ} حَرْفٌ، وَ{لَامٌ} حَرْفٌ، وَ{مِيمٌ} حَرْفٌ».

Artinya : Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu meriwayatkan, Rasulullah bersabda “Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur’an) maka baginya satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf (HR. At-Tirmidzi) 

Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an 

Ketika mendengarkan seseorang yang melantunkan Al-Qur’an walaupun dia tidak membacanya tapi ganjaran pahalanya sama dengan orang yang membaca Al-Qur’an. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat ke 83 :

وَاِذَا سَمِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰٓى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَقِّۚ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ

Artinya : Apabila mereka mendengar sesuatu (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Nabi Muhammad), engkau melihat mereka bercucuran air mata yang disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab kitab mereka sendiri). Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepadanya, maka, catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad). (QS Al-Maidah : 83)

Baca juga : Bagaimana Cara Bayar Zakat di BSI Maslahat?

Menghafalkan Al-Qur’an 

Sebagai seorang muslim, menghafal Al-Qur’an sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Sejak kecil, orang tua telah membimbing kita dengan hafalan surat-surat pendek. Karena itu, menghafal Al-Qur’an bukanlah hal asing bagi umat Islam, sebagaimana diriwayatkan dalam hadist At-Tirmidzi.

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسَ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسَ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَيُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً ‏”‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، نَحْوَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا أَصَحُّ عِنْدَنَا مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الصَّمَدِ عَنْ شُعْبَةَ ‏.‏

Artinya : Dari Abu Hurairah : bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Orang yang menghafal Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat dan (pahalanya) berkata : “Ya Rabb hiasilah dia”. Maka dia dikenakan mahkota kemuliaan. kemudian ia berkata : Ya Rabb Tambahkanlah untuknya maka dia dikenakan pakaian kemuliaan. Kemudian dia berkata : “Ya Rabb Ridhallah terhadapnya. Maka dia pun ridha kepadanya dan berkata : “bacalah dan naiklah, dan akan ditambahkan baginya setiap ayat. (HR. At-Tirmidzi). 

Memahami / Mengkaji Al-Qur’an 

Mendalami isi Al-Qur’an mencakup berbagai pengajaran di dalamnya seperti aspek, spiritual, moral, sosial, dan juga hukum. Beberapa tema utama dalam Al-Qur’an antara lain sebagai berikut :

1.
Akidah (Kepercayaan) : 
Al-Qur’an mengajarkan kita tentang tauhid kepada Allah SWT, nabi-nabi, hari kiamat dan hal-hal gaib lainnya yang menjadi hal yang utama dalam ajaran islam. 

2. Ibadah 
Di dalam ayat-ayat Al-Qu’ran tersimpan pula beberapa perintah kita untuk beribadah kepada Allah seperti salat, puasa, zakat, dan haji. Ini merupakan pegangan untuk umat islam dalam melaksanakan ibadah baik. 

3. Akhlak dan Moral 
Al-Qur’an menekankan pentingnya akhlak baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia, seperti bersikap jujur, adil, sabar dan juga pemaaf

4.
Hubungan Sosial 
Muamalah juga ada didalam Al-Qur’an dan menjadi patokan bagaimana kita bermuamalah yang baik dengan sesama manusia, hal muamalah yang ada di dalam Al-Qur’an seperti bisnis, pernikahan, warisan dan hubungan antar sesama manusia dalam bermasyarakat. 

5. Hukum 
Al-Qur’an juga memberikan pengertian dasar-dasar hukum bagi umat islam yang mencakup seluruh aspek dalam kehidupan manusia. 

Mengamalkan Al-Qur’an 

Mengamalkan Al-Qur’an berarti menjadikan ibadah sesuai tuntunan-Nya, menampilkan akhlak mulia dalam tutur kata dan perbuatan, serta menjaga keadilan dan kejujuran dalam bermasyarakat Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, seorang muslim akan senantiasa hidup dalam cahaya kebenaran, membawa rahmat bagi diri sendiri dan orang lain, serta menunaikan kewajiban sebagai hamba Allah yang taat.

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْؤُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا، فَمَا ظَنُّكُمْ بِالْعَامِلِ بِهَذَا

Artinya : Siapa saja yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah akan memakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat sebuah mahkota yang sinarnya lebih indah dari sinar matahari yang menyinari rumah-rumah di dunia (HR.Dawud) 

Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini

BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI