Bulan agung yang penuh keberkahan kembali menghampiri kita. Keberadaannya yang hanya datang setahun sekali membuat kaum Muslimin selalu merindu. Hati bergetar menunggu dan mata menatap penuh harap untuk melihat kapan hilal pertamanya tampak. Itulah Ramadhan, bulan mulia yang sangat dikenal dan benar-benar dinantikan oleh seluruh kaum Muslimin.
Kemuliaannya diabadikan dalam Al-Qur’an dan ditegaskan melalui sabda-sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Azza wa Jalla menjadikannya penuh dengan berbagai kebaikan sejak awal hingga akhir bulan. Sebagaimana firman-Nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Baca juga : Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. pun memiliki sunnah menggiatkan ibadah sosial dan ibadah mahdhah setiap Ramadan.
1. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Umatku senantiasa baik selama mereka menyegerakan berbuka”. (HR.Ahmad)
Hadis lain yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salla selalu menyegerakan berbuka adalah hadis dari Aisyah RA.
2. Sedikit Tidur, Memperbanyak Istighfar
Selama bulan Ramadan, Rasulullah Saw mengurangi waktu tidurnya di malam hari dan memperbanyak beribadah, termasuk memohon ampunan kepada Allah atau beristigfar. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran ayat Az-Zariyat 17 dan 18 :
كَانُوۡا قَلِيۡلًا مِّنَ الَّيۡلِ مَا يَهۡجَعُوۡنَ ١٧وَبِالۡاَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ ١٨
Artinya : “…mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
3. Menjaga Lisan
Selain menjalankan ibadah-ibadah yang bersifat lahiriah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengamalkan hal-hal yang tidak tampak oleh mata, salah satunya adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak pantas. Pada hakikatnya, Rasulullah Saw adalah manusia yang paling mulia sehingga setiap tindakan dan tutur katanya selalu membawa kebaikan. Teladan ini semestinya ditiru oleh umat Muslim, salah satunya dengan melatih diri melalui ibadah puasa.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Allah subhanu wa ta’ala berfirman : Setiap amal anak cucu Adam adalah untuknya, kecuali puasa, itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu perisai (benteng). Apabila kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan bersuara keras (berteriak-teriak). Kalau ada yang mengajak bertengkar atau berdebat maka katakanlah: Aku sedang puasa.” (HR Bukhari 1904)
Baca juga : Jadwal Imsakiyah 1447 Hijriah
4. Memperbanyak Doa
Memperbanyak doa selama Bulan Ramadan merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Hal ini karena doa yang dipanjatkan oleh orang yang sedang berpuasa memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam momentum Ramadan, setiap doa yang terucap menjadi lebih dekat untuk dikabulkan. Itulah sebabnya para ulama menganjurkan umat Muslim untuk memanfaatkan waktu-waktu mustajab di dalamnya, mulai dari sahur hingga menjelang berbuka.
Keistimewaan ini ditegaskan dalam sebuah hadis yang menyebutkan:
“Tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa kedua orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa seorang musafir.” (HR Baihaqi)
5. Memperbanyak bersedekah
Di luar Bulan Ramadan, sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki fungsi penting dalam menyucikan harta, menumbuhkan empati, serta melembutkan hati seseorang. Pada bulan penuh keberkahan ini, setiap amal kebaikan, termasuk sedekah, diberi ganjaran yang berlipat ganda oleh Allah subhanahu wa ta’ala. . Karena itu, banyak ulama menekankan agar umat Muslim memperbanyak sedekah selama Ramadan sebagai wujud syukur dan upaya meraih pahala sebanyak mungkin.
Rasulullah Saw menjadi teladan terbaik dalam mengamalkan sedekah, terlebih saat Ramadan. Beliau digambarkan sebagai sosok yang kedermawanannya semakin luar biasa pada bulan tersebut, hingga para sahabat menyamakannya dengan angin yang bertiup kencang, luas, dan tanpa henti. Kebiasaan ini juga tercermin dari berbagai riwayat para sahabat tentang insan-insan saleh yang mengikuti jejak beliau.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:
Yazid berkata, “Abu al-Khair, tak pernah satu hari pun berlalu melainkan dia pasti bersedekah, walaupun hanya sepotong kue atau sebutir bawang dan semisalnya.” (HR Ahmad)
Demikianlah lima amalan Rasulullah Saw selama Bulan Ramadan yang dapat kita jadikan teladan sebagai umatnya. Semoga dengan memahami dan mengamalkan sunnah-sunnah tersebut, kita senantiasa terdorong untuk mengikuti jejak beliau sehingga kelak dianugerahi syafaatnya di Yaumul Akhir. Aamiin.
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

