Bagi seorang muslim, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan petunjuk hidup yang menjadi sumber cahaya dan keberkahan. Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) dan menjadi kewajiban dalam konteks tertentu, seperti membaca Al-Fatihah dalam shalat. Hal ini dimaksudkan agar setiap individu memahami isi dan nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an sehingga dapat mengamalkan dalam kehidupan mereka untuk meraih ridha Allah SWT. baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Tidak hanya itu, dengan Al-Qur’an, Allah SWT memuliakan orang-orang yang senantiasa membaca, mengajarkan, dan mengamalkannya. Hal itu sebagaimana yang disinyalir dalam beberapa hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. kepada para sahabatnya.
Baca juga : 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga oleh Rasulullah
Dalil Al-Qur’an dan Hadits
Adapun dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur’an di antaranya yaitu:
٢٩ تَبُورَ لَّن تِجَـٰرَةًۭ يَرْجُونَ وَعَلَانِيَةًۭ سِرًّۭا رَزَقْنَـٰهُمْ مِمَّا وَأَنفَقُوا۟ لصَّلَوٰةَٱ وَأَقَامُوا۟ للَّهِٱ كِتَـٰبَ يَتْلُونَ لَّذِينَٱ إِنَّ
Innalladzīna yatlūna kitāballāhi wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqū mimmā razaqnāhum sirraw wa ‘alāniyataw yarjūna tijāratal lan tabūr.
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur`an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi (QS. Al Fatir: 29)
٣٠ شَكُورٌۭ غَفُورٌۭ ۥإِنَّهُ ۚۦٓفَضْلِهِ مِّن وَيَزِيدَهُم أُجُورَهُمْ لِيُوَفِّيَهُمْ
Liyuwaffiyahum ujūrahum wa yazīdahum min faḍlih, innahū gafūrun syakūr.
Artinya: agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri. (QS. Al Fatir: 30)
Utsman bin ‘Affan ra. berkata, “Rasulullah SAW. bersabda:
: (( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) –صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ –رَضِيَ اللهُ عَنْهُ –وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ
“Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, At-Tirmizi, dan Ad-Darimi)
Baca juga : Di Mana Saya Bisa Menyalurkan Zakat dengan Layanan Cepat dan Terpercaya?
Adab Membaca Al-Quran
Berikut ini ialah adab-adab dalam membaca Al-Qur’an:
1. Berwudulah terlebih dahulu sebelum membaca Al-Quran sebagai sebuah keutamaan;
2. Bacalah Al-Qur’an di tempat yang suci dan bersih;
3. Luruskan niat karena Allah;
4. Dahulukan yang fardu. Jika ada orang lain sedang melaksanakan ibadah fardu seperti salat, pelankanlah suara bacaan agar tidak mengganggu kekhusyukan;
5. Bila memungkinkan, bacalah Al-Qur’an dengan menghadap kiblat;
6. Mulai dengan membaca Ta’awwuz
7. Bacalah Al-Qur’an dengan tartil, yakni perlahan-lahan agar dapat meresapi dan merenungi ayat-ayat yang tengah dibaca. Membaca Al-Qur’an dengan tartil juga berarti membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku dalam ilmu tajwid;
8. Perlakukan Al-Qur’an dengan baik;
9. Berhenti di tempat yang tepat. Bila ada keperluan lain saat sedang membaca Al-Qur’an dan Anda hendak mengakhiri bacaan, maka berhentilah pada tempat yang tepat dari ayat yang dibaca.
Sebagai lembaga yang berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan bagi umat, BSI Maslahat meyakini bahwa transformasi sosial yang berkelanjutan berawal dari transformasi hati. Dan Al-Qur’an adalah sumber utama perubahan itu. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kemaslahatan yang berdampak nyata bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dirasakan bersama.
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

