Sedekah sering kali dianggap sebagai amalan tambahan yang dilakukan saat lapang, atau saat punya rezeki lebih. Namun dalam ajaran Islam, sedekah justru memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Bahkan, ketika seseorang telah meninggal dunia, salah satu hal yang paling ia harapkan jika diberi kesempatan hidup kembali adalah ingin bersedekah.
Allah SWT menggambarkan penyesalan ini dalam Al-Qur’an. Allah Taala berfirman:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Artinya: “Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata, ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Baca juga: Sedekah Rutin Pasca Ramadan: Cara Menjaga Konsistensi Berbagi Sepanjang Tahun
Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah bukan sekadar amal biasa. Melainkan amalan yang sangat disadari nilainya sering kali justru ketika kesempatan itu telah hilang.
Lalu, Mengapa Sedekah yang Dipilih?
Padahal, ada banyak amal saleh lainnya. Namun, sedekah memiliki keutamaan yang begitu besar hingga menjadi harapan terakhir seseorang, dianataranya:
- Menghapus Dosa
Sedekah memiliki kekuatan untuk menghapus dosa. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa sedekah dapat meredam “panasnya” kubur dan menjadi pelindung bagi pelakunya di hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan memadamkan panasnya kubur bagi pelakunya, dan sesungguhnya seorang mukmin akan bernaung di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dan di-shahih-kan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 873)
- Menjadi Pelindung dari Api Neraka
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa bahkan sedekah sekecil apa pun, seperti sebutir kurma, dapat menjadi sebab keselamatan dari api neraka. Ini menunjukkan bahwa yang dinilai bukan besar kecilnya, tetapi keikhlasannya.
Nabi SAW bersabda, “Jauhilah api neraka, walau dengan bersedekah sebiji kurma.” (HR. Bukhari no. 1417 & Muslim no. 1016)
- Membantu Husnul Khatimah dan Meredakan Murka Allah
Di saat-saat terakhir kehidupan, sedekah diyakini dapat membantu seseorang meraih akhir yang baik (husnul khatimah). Ia menjadi salah satu amalan yang meringankan sakaratul maut.
Sedekah, terutama yang dilakukan secara diam-diam, memiliki keutamaan besar dalam meredakan murka Allah. Ini menjadikannya amalan yang sangat bernilai, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar memadamkan kemurkaan Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk (su’ul khatimah).” (HR. Tirmidzi no. 664)
Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran agar Tetap Stabil dan Berkah
- Menolak Musibah
Dalam ajaran Islam, sedekah juga dikenal sebagai salah satu cara untuk menolak bala. Ia diibaratkan seperti benteng yang melindungi seseorang dari berbagai musibah. Rasulullah SAW bersabda: “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (HR. Ath-Thabrani)
- Bernilai Pahala Besar
Memberi makan, membantu orang yang kesulitan, atau meringankan beban sesama memiliki nilai pahala yang sangat besar. Bahkan disebut lebih utama daripada ibadah sunnah tertentu dalam kondisi tertentu.
Sedekah: Kecil di Dunia, Besar di Akhirat
Sering kali manusia menunda sedekah karena merasa belum cukup, belum siap, atau menunggu kaya. Padahal, sedekah tidak harus menunggu berlebih. Justru, sedekah yang paling utama adalah Ketika masih hidup, dalam kondisi membutuhkan, sedang sehat, dan merasa waktu hidup masihlah Panjang. Di situlah letak keikhlasan dan nilai sebenarnya.
Baca juga: Perbedaan Infak dan Sedekah
Keinginan orang yang telah meninggal untuk kembali hidup demi bersedekah adalah pengingat bagi kita semua. Bahwa apa yang sering kita tunda hari ini, bisa jadi justru menjadi penyesalan terbesar nanti.
Selagi masih ada kesempatan, mari mulai dari yang kecil. Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang kita berikan.
Cari tahu cara bersedekah mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazhir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

