Bagi setiap Muslim, panggilan ke Tanah Suci adalah impian yang tersimpan dalam doa-doa panjang. Ada yang menunggu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, hingga akhirnya Allah memberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Namun, ketika momen itu semakin dekat, sering muncul satu pertanyaan yang cukup membingungkan, sebenarnya, jenis haji apa yang akan saya jalani?
Baca juga: Rukun Ibadah Haji dan Syarat Sah Haji
Ternyata, dalam pelaksanaannya, haji tidak hanya satu bentuk. Ada tiga jenis yang diajarkan dalam Islam, yaitu Haji Tamattu’, Haji Ifrad, dan Haji Qiran. Meski sama-sama sah dan berpahala, masing-masing memiliki pengalaman spiritual yang sedikit berbeda.
Haji Tamattu’ menjadi Jalan yang Paling “Ramah” bagi Jamaah
Bayangkan Anda tiba di Makkah dengan hati berdebar. Anda memulai dengan umrah terlebih dahulu menjalani thawaf, sa’i, lalu bertahallul. Setelah itu, Anda punya waktu untuk beristirahat, menenangkan diri, bahkan memperbanyak ibadah dengan lebih santai sebelum puncak haji dimulai. Itulah Haji Tamattu’.
Jenis haji ini terasa “ramah” karena memberi jeda bagi jamaah. Tidak heran jika sebagian besar jamaah dari luar Arab Saudi, termasuk Indonesia, menjalani haji jenis ini.
Namun, ada satu konsekuensi: jamaah diwajibkan membayar dam (denda berupa penyembelihan hewan). Meski begitu, banyak yang merasa ini sepadan dengan kenyamanan yang didapat.
Haji Ifrad memberi Fokus Penuh pada Ibadah Haji
Berbeda dengan Haji Tamattu’, Haji Ifrad mengajak jamaah untuk langsung fokus pada satu tujuan, yakni ibadah haji itu sendiri. Sejak awal, niat yang diucapkan hanya untuk haji. Tidak ada umrah di depan dan tidak ada jeda. Semua energi, pikiran, dan hati tercurah untuk sepenuhnya menjalani rangkaian ibadah haji hingga selesai.
Jenis ini terasa lebih simpel dan sederhana. Tidak ada kewajiban membayar dam, dan bagi sebagian orang, kesederhanaan ini justru menghadirkan kekhusyukan tersendiri.
Haji Qiran, Menyatukan Dua Ibadah dalam Satu Niat
Haji Qiran bisa diibaratkan sebagai perjalanan yang intens. Jamaah berniat sekaligus untuk umrah dan haji dalam satu ihram. Tanpa jeda, tanpa bertahallul di tengah jalan.
Artinya, sejak awal hingga seluruh rangkaian selesai, jamaah tetap dalam keadaan ihram. Haji Qiran ini tentu menuntut kesiapan fisik dan mental yang lebih kuat.
Sebagai “gantinya”, jamaah mendapatkan pahala umrah dan haji sekaligus. Namun, seperti Haji Tamattu’, haji jenis ini juga mewajibkan pembayaran dam.
Baca juga: BSI Maslahat Salurkan DAM Haji 2025
Lalu, Jenis Haji Apa yang Lebih Utama?
Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya tidak sesederhana memilih yang paling baik. Ibadah haji yang paling dianjurkan adalah haji Tamattu’’. Jenis haji ini dianggap paling utama karena Rasulullah SAW pernah memerintahkan para sahabat untuk melakukannya, bahkan beliau menyarankan mereka untuk bertahallul (mengakhiri ihram) dalam Haji Wada’. Kecuali bagi yang membawa hewan kurban (hadyu).
Selain itu, haji Tamattu’’ juga dikenal sebagai jenis haji yang paling mudah dijalankan dan lebih ringan bagi jamaah, meskipun rangkaian ibadahnya lebih banyak. Jika seseorang sudah berniat haji dengan cara qiran atau ifrad, maka yang lebih baik adalah mengubah niatnya menjadi umrah terlebih dahulu, sehingga ia bisa melaksanakan haji Tamattu’’.
Hal ini tetap dianjurkan meskipun ia sudah melakukan tawaf dan sa’i, selama ia tidak membawa hadyu. Setelah itu, ia dianjurkan untuk mencukur rambut dan bertahallul, mengikuti perintah Nabi SAW. Namun, bagi orang yang membawa hadyu sejak awal, ia harus tetap dalam keadaan ihram dan tidak boleh bertahallul sampai selesai melontar jumrah aqabah pada hari raya Idul Adha.
Pada akhirnya, memilih jenis haji bukan sekadar soal mana yang lebih utama, tetapi mana yang paling membuat hati kita hadir sepenuhnya dalam ibadah. Karena haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Makkah. Ia adalah perjalanan pulang menuju diri yang lebih bersih, lebih ikhlas, dan lebih dekat kepada Allah.
Apa pun jenis hajinya, yang terpenting adalah niat yang tulus dan usaha untuk menjalankannya sesuai tuntunan syariat. Sebab, bisa jadi yang membedakan bukan jenis hajinya, melainkan bagaimana hati kita menjalaninya.
Cari tahu cara bersedekah mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

