Jakarta, 13 Januari 2026 – BSI Maslahat bekerja sama dengan Institut Fundraising Indonesia (IFI) selenggarakan Bootcamp Fundraising yang berlangsung selama dua hari pada 7-8 Januari 2026 di aula kantor BSI Maslahat Pusat. Pelatihan digelar dalam rangka mencapai target fundraising 2026. Kegiatan dihadiri oleh seluruh Manager Fundraising pusat dan Unit Representative Office BSI Maslahat di 10 wilayah.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal strategis dalam menyongsong target penghimpunan tahun 2026. Sekaligus memperkuat peran fundraiser sebagai ujung tombak keberlanjutan program sosial dan keumatan.
Dalam lembaga amil zakat, fundraiser tidak hanya berperan sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai penghubung nilai-nilai kebaikan antara para muzakki dan masyarakat penerima manfaat. Tantangan target, perubahan perilaku donatur, hingga dinamika sosial menuntut para fundraiser untuk terus meningkatkan kapasitas dan ketangguhan profesionalnya. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk mengoptimalkan peluang penghimpunan sekaligus menguatkan kompetensi manajerial para peserta.

BSI Maslahat bersama IFI menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman dalam delapan sesi pelatihan yang komprehensif. Materi pelatihan mencakup leadership fundraising, strategic mindset, integrasi program, komunikasi fundraising, serta perancangan fundraising architecture. Selain itu, peserta dibekali fundraising berbasis data dan target, pengelolaan relasi donor, service excellence, penyusunan action plan, strategic roadmap, serta coaching performance management.
Seluruh materi disampaikan melalui pendekatan praktis berbasis pengalaman lapangan. Metode pembelajaran meliputi assessment, diskusi berbasis studi kasus, workshop dan roleplay, penyusunan rencana aksi individu dan kelompok, hingga evaluasi dan pelaporan. Pendekatan ini memastikan setiap pembahasan berangkat dari tantangan nyata yang dihadapi para peserta di wilayah masing-masing.

Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi pijakan penting di awal tahun. “Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memulai tahun 2026. Harapannya, banyak pelajaran yang dapat kita serap dan implementasikan untuk meraih target penghimpunan tahun ini, sehingga BSI Maslahat tidak hanya dikenal sebagai lembaga penyalur, tetapi juga sebagai lembaga yang kuat dalam menghimpun,” ujarnya.
Salah satu narasumber, Deputi Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, menekankan pentingnya adaptasi strategi di era digital. “Strategi fundraising harus terus berinovasi mengikuti perubahan perilaku muzakki. Strategic fundraising tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana, tetapi juga membangun kepercayaan dan memperkuat dampak sosial zakat bagi masyarakat,” jelasnya.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlibat aktif dalam forum-forum interaktif di setiap sesi. Antusiasme diskusi dan praktik yang dilakukan mencerminkan semangat para fundraiser untuk terus bertumbuh dan menghadirkan dampak yang lebih luas.
Baca juga: BSI Maslahat Perkuat Ekonomi Mustahik melalui Pelatihan Baking Berbasis Kewirausahaan
Melalui pelatihan ini, BSI Maslahat berharap dapat melahirkan fundraiser yang tidak hanya piawai mencapai target, tetapi juga mampu membangun relasi jangka panjang dengan donatur serta menghadirkan pengelolaan dana umat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BSI Maslahat merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 1093 Tahun 2022.

