Niat Puasa Ramadan 1447 H dan Waktu Terbaik Mengucapkannya

Niat Puasa Ramadan 1447 H dan Waktu Terbaik Mengucapkannya

Bulan suci Ramadan 1447 H sebentar lagi tiba. Ini saat yang tepat bagi umat Muslim untuk menyiapkan diri, membersihkan hati, dan memperkuat niat sebelum memulai ibadah puasa. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana memperbaiki akhlak, meningkatkan kesabaran, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Doa Sebelum Belajar Agar Ilmu Bertambah dan Diberkahi Allah

Pentingnya Niat dalam Puasa

Niat adalah fondasi setiap ibadah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.”

Niat Puasa Ramadan 1447 H

Jika telah masuk bulan Ramadan, wajib bagi setiap muslim berniat puasa untuk memastikan puasa tersebut sah.

  1. Niat puasa Ramadan Harian

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari, menunaikan kewajiban bulan Ramadan, karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Ramadan Untuk Satu Bulan

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلّٰهِ  تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri Ramadhana kullihi lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Bacaan Niat Salat Jenazah Pengertian, Serta Tata Cara Salatnya

Kapan Waktu Paling Baik untul Melafalkan Niat Puasa?

Dalam puasa wajib seperti puasa Ramadan, qada, dan nazar, seseorang harus berniat di malam hari sebelum terbit fajar. Berbeda halnya dengan puasa sunnah, yang lebih longgar, seseorang boleh baru berniat di siang harinya.

Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa harus dilakukan setiap hari pada malam Ramadan. Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan sebagai berikut:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

Artinya: “Diisyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadan, puasa qada, atau puasa nazar. Ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Kitab Hasyiyatul Iqna’, juz 2).

Namun menurut Mazhab Maliki, kita cukup niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan. Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadan itu merupakan satu kesatuan ibadah. Pendapat ini diterangkan dalam kitab Fiqh al-Shiyam karya Yusuf Al-Qaradlawi.

Menggabungkan Pendapat untuk Kehati-hatian

Sebagai bentuk kehati-hatian, umat Muslim dapat mengamalkan kedua pendapat tersebut. Niat puasa sebulan penuh dapat dilakukan pada malam pertama Ramadan, sekaligus membiasakan diri memperbarui niat setiap malam sebagaimana dianjurkan Mazhab Syafi’i.

Baca juga: Bacaan Niat Salat Jumat bagi Imam dan Makmum

Biasanya, niat ini dilafalkan setelah salat tarawih atau saat bangun sahur. Dengan niat yang tulus dan kesadaran penuh, ibadah puasa Ramadan akan menjadi lebih tenang, bermakna, dan penuh keberkahan.

Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik BSI Maslahat di sini

BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI