Dalam ajaran Islam, seorang muslim tidak hanya diwajibkan beribadah kepada Allah Swt melalui salat, puasa, dan amalan ritual lainnya. Kita juga diperintahkan untuk menjadi pribadi yang senantiasa membantu sesama, terutama mereka yang berada dalam kekurangan. Salah satu wujudnya adalah dengan menyisihkan sebagian harta untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bentuk penyalurannya dapat berupa zakat, infak, maupun sedekah. Namun, hingga kini masih banyak yang keliru dalam membedakan antara infak dan sedekah. Karena itu, penting untuk memahami penjelasannya terlebih dahulu sebelum beramal.
Perbedaan Infak dan Sedekah dari Segi Makna
Perbedaan antara infak dan sedekah dapat ditinjau dari sisi maknanya. Meski tampak serupa, keduanya memiliki makna yang berbeda. Secara terminologis, istilah infak berasal dari bahasa Arab “anfaqa”, yang berarti mengeluarkan sebagian harta untuk memenuhi suatu kebutuhan sesuai ajaran Islam. Sementara itu, sedekah berasal dari kata “shodaqoh”, yang bermakna pemberian sukarela sebagai bentuk kebaikan dengan tujuan meraih ridha Allah Swt.
وَاَنۡفِقُوۡا مِنۡ مَّا رَزَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّاۡتِىَ اَحَدَكُمُ الۡمَوۡتُ فَيَقُوۡلَ رَبِّ لَوۡلَاۤ اَخَّرۡتَنِىۡۤ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيۡبٍۙ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنۡ مِّنَ الصّٰلِحِيۡنَ ١٠
Artinya : “Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Al-Munafiqun : 10)
Perbedaan Infak dan Sedekah dari Segi Wujud
Perbedaan infak dan sedekah tidak hanya dapat ditelaah dari sisi pengertiannya, tetapi juga dari bentuk pemberian yang disalurkan. Infak merujuk pada pengeluaran harta yang dimiliki seseorang untuk membantu individu atau kelompok tertentu sebagai wujud ketaatan kepada ajaran Islam. Contohnya adalah memberi santunan kepada anak yatim piatu atau menyerahkan dana untuk pembangunan masjid di daerah yang membutuhkan.
Tidak seperti zakat, infak tidak memiliki ketentuan nisab. Dengan demikian, besaran dan waktu pemberiannya bersifat bebas sesuai kemampuan. Infak juga diyakini sebagai salah satu pintu rezeki; siapa pun yang menunaikannya dengan tulus akan mendapatkan balasan berupa keberkahan dan rezeki dari arah yang tidak disangka. Hukum infak adalah sunnah, sehingga dianjurkan bagi yang mampu, namun tidak berdosa bagi yang belum bisa melaksanakannya.
Sementara itu, sedekah tidak terbatas pada pemberian materi seperti uang atau barang. Segala bentuk kebaikan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain dapat disebut sebagai sedekah, termasuk bantuan non-material seperti tenaga, perhatian, bahkan senyuman. Sedekah juga memiliki hukum sunnah, sehingga setiap orang yang melakukannya akan memperoleh pahala. Secara sederhana, sedekah mencakup segala perbuatan baik, sebagaimana sabda Rasulullah, “kullu ma’rufin shodaqoh,” yang berarti, “Setiap kebaikan adalah sedekah.”
Sementara itu, apabila sedekah tidak dilakukan, seseorang tidak menanggung dosa. Namun demikian, Allah menjanjikan bahwa harta yang dikeluarkan untuk bersedekah tidak akan membuat pemiliknya berkurang. Bahkan, sedekah termasuk amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pelakunya telah meninggal dunia.
Manfaat Infak dan Sedekah
Sama halnya dengan zakat, setiap muslim yang menunaikan infak maupun sedekah akan memperoleh pahala dari Allah Swt. Selain itu, terdapat sejumlah manfaat yang bisa dirasakan ketika seseorang membiasakan diri berinfak dan bersedekah, di antaranya:
- Menjalin hubungan baik dengan masyarakat.
Sikap dermawan membantu mempererat ikatan sosial dan menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama. - Menjauhkan diri dari sifat takabur atau sombong.
Dengan berbagi, seseorang belajar merendahkan hati dan menjauhi karakter yang sangat dibenci oleh Allah Swt. - Meraih ridha Allah Swt.
Setiap kebaikan yang diberikan dengan ikhlas akan mengundang keberkahan dan rahmat-Nya. - Melepaskan diri dari kecintaan berlebihan pada harta.
Berinfak dan bersedekah mengingatkan kita bahwa harta hanyalah titipan dan bersifat sementara, sehingga tidak layak dijadikan pusat dari segala tujuan hidup.
Itulah beberapa manfaat sekaligus perbedaan antara infak dan sedekah. Apa pun bentuknya, keduanya dapat dilakukan dengan mudah oleh para donatur melalui BSI Maslahat. Melalui layanan donasi online, donatur dapat menyalurkan bantuan untuk ratusan kelompok masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Setiap penyaluran dana juga disertai laporan transparan sehingga proses beramal menjadi lebih nyaman, mudah, dan menenteramkan hati.
Yuk, mulai berinfak dan bersedekah bersama BSI Maslahat melalui digital.bsimaslahat.or.id
Ingin lebih tahuh tentang program BSI Maslahat? Klik di sini.
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

