Aceh, 24 Januari 2026 – BSI Maslahat menyalurkan bantuan modal usaha kepada keluarga Ibu Rina Nolita penyintas banjir Aceh. Bantuan diserahkan langsung di rumah Jabir yang disaksikan langsung oleh Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, di Desa Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, pada Minggu, 28 Desember 2025. Dukungan ini diharapkan menjadi tonggak pemulihan ekonomi keluarga sekaligus memastikan keberlangsungan kehidupan di tengah tantangan pasca bencana.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra menimbulkan dampak siginifikan bagi masyarakat penyintas bencana. Tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan korban jiwa, bencana tersebut juga melumpuhkan sumber mata pencaharian Masyarakat setempat. Air dan lumpur yang datang secara bertahap terus meninggi hingga merendam rumah warga. Banjir itu tidak hanya meninggalkan genangan dan kerusakan, tetapi juga menggerus mata pencaharian banyak keluarga, salah satunya keluarga Jabir awardee BSI Scholarship.
Mimpi yang tak pernah tenggelam
Jabir adalah salah satu anak muda Aceh yang membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk meraih prestasi. Sejak duduk di bangku SMA, ia menorehkan berbagai pencapaian, termasuk menjadi penerima BSI Scholarship Pelajar. Kesuksesannya berlanjut saat diterima sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Dirgantara ITB, sekaligus terpilih kembali sebagai penerima BSI Scholarship Unggulan untuk jenjang perguruan tinggi.
Jabir tumbuh dalam keluarga sederhana yang dipimpin ibunya sebagai kepala keluarga. Sehari-hari, sang ibu menggantungkan keberlangsungan hidup keluarga dari usaha kecil membuat kue. Upaya tersebut dijalani dengan penuh ketekunan demi mencukupi kebutuhan hidup sekaligus memastikan masa depan anak-anaknya.
Dengan tangan yang terampil dan hati penuh doa, ibu Jabir menjajakan kue ke perkantoran yang menjadi sumber utama penghasilan keluarga. Dari usaha kue itulah, pendidikan Jabir dan kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi, sedikit demi sedikit.

Hingga bencana banjir yang melanda Aceh datang, banjir tak datang hanya untuk merendam rumah, tetapi juga melumpuhkan usaha kue Ibu Jabir. Peralatan rumah dan alat-alat masak rusak, modal usaha hilang, mengakibatkan satu-satunya sumber pendapatan utama keluarga terputus.
Baca juga: BSI dan BSI Maslahat Serahkan 90 Rumah Hunian Danantara untuk Penyintas Banjir Longsor Aceh
Di saat yang sama, sang ibu tetap harus memenuhi kebutuhan keluarga. Seperti biaya hidup sehari-hari, kebutuhan pendidikan Jabir, serta kebutuhan adik Jabir yang menyandang down syndrome dan membutuhkan perhatian khusus.
Beban itu terlalu berat untuk dipikul sendirian. Namun sang ibu tak pernah berhenti berjuang. Ia tahu, di pundaknya ada masa depan anak-anaknya yang harus tetap dijaga.
Harapan itu datang dan berdampak nyata
Di tengah kondisi yang sulit, harapan datang melalui kebaikan yang donatur amanahkan kepada BSI Maslahat. BSI Maslahat hadir menyalurkan bantuan modal usaha kepada Ibu Rina Nolita. Bantuan ini bukan hanya tentang angka, melainkan tentang kepercayaan bahwa keluarga ini layak untuk bangkit, bahwa usaha kecil pantas diberi peluang. Dukungan ini menjadi simbol uluran tangan kebaikan sekaligus penanda bahwa mereka tidak sendiri.

Dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat menjadi titik balik sang ibu untuk membangun dan menata ulang usahanya. Sehingga roda ekonomi keluarga perlahan berputar, memberi harapan baru bagi keberlangsungan pendidikan Jabir dan masa depan adiknya.
Bagi Jabir, bantuan ini adalah gerbang agar ia bisa terus melangkah tanpa harus memikul kekhawatiran berlebih tentang keluarganya. Gerbang agar ia bisa fokus menimba ilmu, agar kelak kembali sebagai anak bangsa yang mampu menebar manfaat yang lebih luas.
Bersama BSI Maslahat sedekah anda berdampak nyata, mewujudkan maslahat untuk bangsa. Ingin mengenal BSI Maslahat lebih dekat? Klik di sini.
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

