Doa adalah senjata, pengharapan, dan bentuk kepasrahan terdalam seorang hamba kepada Allah subbanahu wa taala.subbanahu wa taala. Dalam setiap doa, terdapat pengakuan bahwa manusia lemah dan membutuhkan pertolongan Sang Maha Kuasa. Namun meski setiap doa didengar, cara Allah subbanahu wa taala.menjawab doa tidak selalu sesuai dengan harapan manusia. Ada fase-fase yang Allah subbanahu wa taala.ciptakan sebagai bentuk kasih sayang dan pendidikan ruhani bagi hamba-Nya.
Baca juga : Di Mana Saya Bisa Menyalurkan Zakat dengan Layanan Cepat dan Terpercaya?
1. Allah subbanahu wa taala Menjawab dengan Menunda
Fase pertama adalah ketika Allah subbanahu wa taala.menunda pengabulan doa. Penundaan bukanlah penolakan. Allah subbanahu wa taala.Maha Mengetahui waktu terbaik bagi hamba-Nya. Terkadang, hati dan keadaan seseorang belum siap menerima apa yang ia minta. Maka Allah subbanahu wa taala.menundanya hingga hamba itu siap secara iman, mental, ataupun kondisi hidup.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ
Artinya : “Dan Tuhanmu berfirman, ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60)
Ayat ini menunjukkan bahwa pengabulan doa itu pasti, tetapi waktunya sepenuhnya adalah keputusan Allah, bukan waktu yang kita tentukan.
2. Allah subbanahu wa taala Mengabulkan dengan Menggantinya dengan Hal yang Lebih Baik
Fase kedua adalah ketika Allah subbanahu wa taala.tidak memberikan persis apa yang diminta, tetapi menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
Karena manusia terbatas dalam pengetahuan, sering kali kita meminta sesuatu yang kita kira baik, padahal bisa jadi merugikan. Maka Allah subbanahu wa taala.menggantinya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat, meski mungkin awalnya tampak bertentangan dengan keinginan kita.
كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٌ لَّـكُمۡ ۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تَكۡرَهُوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ خَيۡرٌ لَّـکُمۡ ۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تُحِبُّوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمۡؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Artinya : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah subbanahu wa taala.mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216)
Ayat ini menjadi bukti bahwa penggantian dari Allah subbanahu wa taala.adalah bentuk kasih sayang, bukan penolakan.
Baca juga : Sambut Ramadan 1447 H, BSI Maslahat Luncurkan Program Ramadan Emas untuk Perkuat Peranan ZISWAF
3. Allah subbanahu wa taala Menjawab dengan Menjauhkan Kita dari Musibah
Fase ketiga adalah jawaban doa berupa perlindungan tak terlihat. Kadang seseorang merasa doanya “tidak dijawab,” padahal Allah subbanahu wa taala telah mengabulkannya dengan cara menolak bahaya, menjauhkan musibah, atau menyelamatkannya dari sesuatu yang lebih buruk.
Contoh sederhananya adalah seseorang ketinggalan pesawat dan merasa kecewa, tetapi ternyata pesawat itu mengalami kecelakaan. Pada momen seperti ini, doa dan perlindungan Allah subbanahu wa taala.bekerja secara diam-diam, tanpa kita sadari.
Tidak Ada Doa yang Sia-Sia
Tiga hal diatas ini menunjukkan bahwa setiap doa pasti dijawab, hanya bentuknya yang berbeda-beda:
- Ditunda hingga waktu terbaik.
- Diganti dengan yang lebih baik.
- Dijawab dengan perlindungan dari hal-hal yang tidak kita lihat.
Sebagai hamba, tugas kita adalah terus berdoa, menjaga hati tetap yakin, dan bersabar. Karena setiap bisikan doa yang tulus tidak pernah sia-sia di sisi Allah.
Ingin tahu program kebaikan BSI Maslahat. Klik di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

