BSI Maslahat Bangun Hunian Sementara untuk Guru Ngaji Penyintas Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Aceh Tamiang, 17 Februari 2026 – BSI Maslahat memperkuat komitmennya dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana dengan membangun kembali Hunian Sementara (Huntara) bagi 12 Kepala Keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi di Aceh. Sebelumnya BSI Maslahat juga sudah membangun 90 Hunian Danatara bersama Danantara Indonesia.

Bencana banjir longsor yang terjadi pada 26 November hingga awal Desember 2025 menimbulkan kerusakan parah pada permukiman, infrastruktur, dan aktivitas sosial masyarakat. Pemerintah Aceh kemudian menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 sebagai dasar percepatan penanganan dan bantuan. Sebagai dukungan pemulihan atas kondisi tersebut, BSI Maslahat menyalurkan dana zakat sebesar Rp250.000.000 yang dihimpun dari para donatur BSI Maslahat untuk membangun 12 unit Hunian Sementara bagi guru ngaji yang terdampak.

Baca juga : BSI dan BSI Maslahat Serahkan 90 Rumah Hunian Danantara untuk Penyintas Banjir Longsor Aceh

 

Hunian Sementara untuk Guru Ngaji

Hunian sementara dirancang sebagai hunian layak huni, sehat, dan aman bagi para guru ngaji yang berperan penting dalam pendidikan keagamaan di lingkungan setempat. Setiap unit rumah memiliki ukuran 5 x 6 meter dengan tambahan teras selebar 1 meter, dibangun di atas lahan milik penerima manfaat, menggunakan standar ketahanan bangunan hingga tiga tahun.

Proses pembangunan dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dan ditujukan untuk mendukung keberlanjutan aktivitas keagamaan dan pendidikan di wilayah terdampak. Langkah ini selaras dengan semangat pemulihan pascabencana yang bukan hanya membangun rumah, tetapi juga menghidupkan kembali struktur sosial masyarakat.

Dalam proses asesmen, sejumlah guru ngaji menyampaikan rasa syukur terhadap bantuan yang diterima. Salah satunya Bu Rakaah, guru mengaji di Dusun Satu Harkat, Desa Alur Manis, yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang.

“Tadinya kami mengungsi di tenda dekat pasar. Anak saya dua orang. Saya sangat berterima kasih kepada para donatur BSI Maslahat. Alhamdulillah, sekarang saya dan anak‑anak bisa tinggal lebih layak dan tidak lagi berdesakan di tempat pengungsian,” ujar Bu Rakaah penuh haru.

Baca juga : BSI dan BSI Maslahat Salurkan 42,2 Ton Bantuan Senilai Rp6,07 Miliar ke Aceh, Perkuat Pemulihan dengan Starlink

Dampak Pembangunan Tetap terhadap SDGs

Program Hunian Sementara ikut mendukung pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat & Sejahtera). Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan hunian pascabencana memiliki kontribusi luas pada stabilitas ekonomi rumah tangga, pemulihan sosial, serta kesehatan fisik dan emosional penerima manfaat.

BSI Maslahat terus memperluas jangkauan program pemulihan bencana melalui sinergi dengan pemerintah, mitra lokal, serta jejaring relawan. Pembangunan Hunian Sementara menjadi bukti nyata bahwa dana zakat dapat memberikan maslahat yang berdampak dalam membantu masyarakat Aceh bangkit dari keterpurukan.

Ingin tahu aksi kemanusiaan BSI Maslahat? Klik di sini.

BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI