Jakarta, 11 Maret 2026 – Banyak wilayah di Indonesia yang tak pernah masuk berita, tak pernah muncul di layar televisi, namun setiap harinya berjuang untuk sesuatu yang bagi sebagian dari kita terasa sederhana yaitu menyalakan keran dan melihat air mengalir. Air menjadi kebutuhan primer yang tak mudah didapat. Meski hujan turun di berbagai musim, akses air bersih tak pernah merata.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024 baru 92,64% rumah tangga Indonesia yang memiliki akses air minum layak. Artinya, 7,36% rumah tangga atau sekitar 5,19 juta rumah tangga atau setara 20–25 juta jiwa masih belum bisa menikmati air bersih layak minum. Mereka adalah para ibu yang membawa jeriken, para anak yang mandi di air keruh, para petani yang menatap sawah retak sambil berdoa semoga tanah itu kembali basah.
Kesenjangan ini bahkan sangat tajam antarwilayah. Di DKI Jakarta, akses air minum layak mencapai 99,96%, namun di Papua Pegunungan hanya 30,64%. Ketimpangan ini menunjukkan tidak semua saudara kita memiliki kesempatan hidup yang sama bahkan untuk urusan air.
Baca selengkapnya : BSI Maslahat Akhiri Krisis Air Bersih 70 Tahun di Kampung Zakat Cirebon

BSI Maslahat Hadir untuk Mengalirkan Kehidupan
Sejak Juli 2024, BSI Maslahat menginisiasi Program Wakaf Sumur sebagai upaya menyediakan sumber air bersih yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Program ini bertujuan:
- Menyediakan sumber air bersih yang stabil dan aman
- Memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi maupun irigasi
- Meningkatkan derajat kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup warga
Salah satu lokasi yang merasakan dampak nyata program ini adalah Kampung Zakat Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Desa Guwa Lor menyimpan kisah panjang tentang kesabaran dan perjuangan. Selama 70 tahun, warga hidup dalam krisis air bersih. Sumber air satu-satunya hanyalah air irigasi yang kualitasnya tidak layak konsumsi. Keruh, berbau, dan memiliki kadar besi yang sangat tinggi. Warga bahkan pernah melakukan pengeboran hingga kedalaman 60 meter, namun tetap gagal menemukan air yang bisa dikonsumsi.
Setiap kali aliran air di masjid tidak berfungsi, warga harus patungan hingga Rp12 juta per bulan hanya untuk membeli air bersih. Di sektor pertanian, kondisi tak kalah sulit. Para petani harus membeli air tangki seharga Rp300.000 setiap minggu, atau Rp1,2 juta per bulan, demi mempertahankan lahan mereka agar tetap bisa digarap. Biaya ini sangat membebani, mengurangi pendapatan, bahkan mengancam keberlangsungan hidup warga desa.
Air Pertama Mengalir Setelah 70 Tahun
Pada Sabtu, 13 Desember 2025, setelah proses panjang survei, pengecekan, pembangunan, dan filtrasi aktif, BSI Maslahat meresmikan sarana penyediaan air bersih berbasis masyarakat di Desa Guwa Lor.
Teknologi yang dibangun meliputi:
- Pemanfaatan sumber air dangkal (freatis)
- Sistem filtrasi aktif untuk menghilangkan kekeruhan dan kandungan besi berlebih
- Dua tangki air berkapasitas 80 meter kubik
- Sistem distribusi dengan pipa looping yang menjaga kualitas air tetap stabil
- 300 sambungan rumah, memberi manfaat bagi sekitar 1.200 jiwa
Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup mereka, air bersih mengalir langsung ke rumah warga. Tidak lagi keruh, tidak lagi berbau, tidak lagi harus antre berjam-jam atau mengeluarkan uang dari dompet. Bagi mereka, hal tersebuat adalah sebuah kebahagiaan.
Syafrudin, Ketua DKM Masjid Al-Muhtadin, mewakili warga menyampaikan rasa haru. “Kami mengalami kesulitan air bersih selama 70 tahun. Program ini menjawab harapan kami sejak dulu.” ujarnya. Bagi warga Guwa Lor, wakaf sumur air bersih telah mengembalikan kehidupan yang sehat dan sejahtera. Air itu adalah sedekah yang manfaatnya tak pernah padam.
Ramadan, Saatnya Mengalirkan Pahala yang Tak Pernah Kering
Mereka yang menjadi bagian dari wakaf sumur ini mungkin tak mengenal warga Guwa Lor secara langsung. Tapi kebaikan tak selalu butuh pertemuan untuk menjadi berarti. Dalam Islam, memberi air adalah amal terbaik. Dan wakaf sumur adalah bentuk sedekah yang terus mengalir manfaat dan jariyahnya, bahkan ketika pemberinya telah tiada.
Dan di bulan Ramadan, saat pintu-pintu langit terbuka dan setiap kebaikan dibalas berkali lipat, BSI Maslahat mengajak Sahabat untuk ikut dalam perjalanan menghadirkan air bersih untuk masyarakat di beberapa wilayah Indonesia.
Masih banyak Guwa Lor lain di Indonesia. Masih banyak anak yang menunggu keran pertama mereka menyala. Masih banyak ibu yang memimpikan hari ketika mereka tak lagi harus berjalan jauh membawa jeriken untuk mencari air.
Mari kita jadi bagian dari cerita harapan berikutnya. Mari bangun sumur, bangun kehidupan. Sahabat dapat berwakaf melalui digital.bsimaslahat.or.id/wakafsumur.
Karena setiap tetes yang kita beri, setiap rupiah yang kita wakafkan, adalah kehidupan yang kita selamatkan. Dan setiap kehidupan yang berubah, adalah pahala yang tak akan berhenti mengalir.
Mau donasi Program Ramadan BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

