Program pengembangan sentra UMKM gula aren yang diinisiasi oleh BSI Maslahat bersama Koperasi Produsen Mitra Usaha Maslahat tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Dalam kurun waktu 2023–2026, pengelolaan kebun aren seluas 39 hektar oleh para petani binaan tercatat mampu menyimpan sekitar 768 ton karbon, atau setara dengan 2.816 ton CO₂ yang terserap dari atmosfer. Capaian ini menunjukkan bahwa pohon aren memiliki potensi besar sebagai penyerap karbon alami sekaligus solusi berbasis alam dalam mitigasi perubahan iklim.
Baca juga: BSI Maslahat Kembangkan Klaster UMKM Gula Aren di Cianjur untuk Tingkatkan Produktivitas Petani
Secara rata-rata, setiap hektar kebun aren mampu menyimpan sekitar 19,7 ton karbon, didukung oleh karakteristik pohon aren yang memiliki biomassa tinggi serta pertumbuhan yang relatif cepat. Sistem budidaya yang tetap mempertahankan vegetasi alami juga memperkuat fungsi ekologis lahan, termasuk menjaga keseimbangan iklim mikro.
Selain kontribusi terhadap penyerapan karbon, keberadaan kebun aren juga berdampak langsung pada kualitas lingkungan, khususnya dalam menjaga stabilitas tanah dan ekosistem. Praktik budidaya yang tidak merusak lahan, serta minimnya penggunaan bahan kimia, membantu menjaga kesuburan tanah dan mencegah degradasi lingkungan.
Dampak nyata juga terlihat pada ketahanan wilayah terhadap bencana. Dalam dua tahun terakhir, desa-desa lokasi program mencatat penurunan kejadian banjir dan longsor hingga 100%, yang menunjukkan peran penting vegetasi aren dalam menjaga struktur tanah dan daya serap air.
Ketua Koperasi Produsen Mitra Usaha Maslahat, Irfan, mengungkapkan bahwa “Secara geografis, kelompok tani yang memproduksi gula aren untuk Koperasi Mitra Usaha Maslahat berlokasi di Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Desa ini memiliki jumlah tegakan pohon aren yang melimpah. Selain itu, aren dari wilayah tersebut juga memiliki indikasi geografis yang kuat, baik dari segi rasa maupun aroma, yang telah dikenal unggul dibandingkan daerah lainnya.”
Program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Pohon aren bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari solusi lingkungan. Oleh karena itu, petani didorong untuk menjaga pohon tetap tumbuh dan tidak merusak alam di sekitarnya. Pendekatan ini sejalan dengan konsep nature-based solutions, di mana pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara berkelanjutan untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Gula Aren Cianjur: UMKM Binaan BSI Maslahat Mulai Dilirik Pasar Ekspor
Program ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15 terkait Ekosistem Daratan, dan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui program ini, BSI Maslahat menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak harus mengorbankan lingkungan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masa depan.
Cari tahu cara pemberdayaan UMKM di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

