Praktik Berkelanjutan UMKM Gula Aren Binaan BSI Maslahat dalam Mengelola Limbah dan Menjaga Biodiversitas

Praktik Berkelanjutan UMKM Gula Aren Binaan BSI Maslahat dalam Mengelola Limbah dan Menjaga Biodiversitas

Program pengembangan sentra UMKM Gula Aren di Cianjur yang diinisiasi oleh BSI Maslahat bersama Koperasi Produsen Mitra Usaha Maslahat tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi dan ekonomi masyarakat. Lebih jauh, program ini juga mendorong praktik konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pengelolaan limbah serta pelestarian biodiversitas di sekitar wilayah usaha.

Baca juga: BSI Maslahat Dorong UMKM Gula Aren Cianjur Hadapi Perubahan Iklim melalui Pengelolaan Karbon dan Ekosistem

Dalam proses produksi gula aren, limbah organik seperti ampas dan sisa hasil olahan tidak lagi terbuang percuma. Melalui pendampingan program, limbah tersebut dimanfaatkan kembali sebagai bahan kompos maupun pakan ternak. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah manggar aren sebagai pakan ternak. Tercatat sebanyak 54 ton limbah manggar telah dimanfaatkan, yang mampu menurunkan jejak karbon pakan hingga 23–37% berdasarkan studi Life Cycle Analysis (LCA). Secara keseluruhan, langkah ini berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar 19–30 ton CO₂ per tahun.

Selain itu, dari sisi konsumsi, penggunaan gula aren juga terbukti lebih ramah lingkungan dibandingkan gula tebu. Penggantian 8 ton gula tebu dengan 8 ton gula aren menghasilkan berbagai dampak positif, antara lain penurunan emisi gas rumah kaca secara signifikan, hampir nolnya potensi eutrofikasi (pencemaran air akibat kelebihan zat nutrisi yang dapat merusak ekosistem perairan), serta penurunan water footprint atau jejak penggunaan air secara keseluruhan yang sangat besar. Dampak lain seperti acidification (peningkatan tingkat keasaman lingkungan, terutama tanah dan air) dan human toxicity (potensi dampak berbahaya terhadap kesehatan manusia akibat zat pencemar) juga tercatat menurun secara drastis. Hal ini menunjukkan bahwa gula aren tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga lebih berkelanjutan dari sisi lingkungan.

Di sisi ekosistem, keberadaan kebun aren yang dikelola secara alami turut memberikan kontribusi penting terhadap pelestarian biodiversitas. Program ini mendorong praktik konservasi lokal, termasuk pelarangan penebangan pohon aren produktif. Upaya ini berdampak pada meningkatnya populasi satwa penyebar biji seperti musang dan kelelawar, yang berperan penting dalam regenerasi alami pohon aren.

Selain itu, keberadaan kebun aren juga membantu meningkatkan konektivitas lanskap atau ecological corridor (jalur alami yang menghubungkan satu habitat dengan habitat lainnya sehingga satwa dan tumbuhan dapat berkembang dan berpindah dengan aman). Dengan adanya konektivitas ini, ekosistem tetap terjaga dan mampu mendukung keberlanjutan produksi dalam jangka panjang. Pendekatan ini memastikan bahwa aktivitas ekonomi tidak merusak keseimbangan alam, melainkan justru memperkuatnya.

Baca juga: BSI Maslahat Kembangkan Klaster UMKM Gula Aren di Cianjur untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Upaya pengelolaan limbah, efisiensi konsumsi, serta pelestarian biodiversitas ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta poin 15 tentang Menjaga Ekosistem Daratan. Program ini menjadi contoh nyata bahwa UMKM dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara BSI Maslahat, koperasi, dan kelompok tani, Klaster UMKM Gula Aren di Cianjur terus berkembang sebagai model usaha yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan. Pendekatan ini menjadi langkah nyata menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Cari tahu cara pemberdayaan UMKM di BSI Maslahat? Klik Di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI