BSI Maslahat Hadirkan Program Sahabat Kebaikan Yatim, Tumbuhkan Kemandirian Anak di Yayasan Dongeng Ceria

BSI Maslahat Hadirkan Program Sahabat Kebaikan Yatim, Tumbuhkan Kemandirian Anak di Yayasan Dongeng Ceria

Bekasi, 15 April 2026 – Di balik tawa kecil anak-anak, tersimpan mimpi besar yang kadang belum memiliki jalan untuk diwujudkan. Bagi sebagian anak yatim ataupun piatu, kehidupan bukan hanya tentang bertahan hari demi hari, tetapi juga tentang menemukan ruang untuk tumbuh, belajar, dan percaya bahwa masa depan masih bisa mereka genggam.

Melalui semangat itulah BSI Maslahat menghadirkan program Sahabat Kebaikan Yatim  Klaster Pemberdayaan di Yayasan Dongeng Ceria. Sebuah ikhtiar untuk tidak hanya memberi bantuan, tetapi menumbuhkan kemandirian dan keterampilan hidup anak-anak sejak dini.

Dari Kepedulian Menuju Pemberdayaan

BSI Maslahat meyakini bahwa kebaikan yang paling berdampak adalah kebaikan yang memberdayakan. Selaku lemabaga amil zakat dan nazhir wakaf nasional, yang juga mengelola dana infak dan sedekah, BSI Maslahat berupaya menjadikan pengelolaan dana tersebut bukan sekadar bantuan karitas yang hanya mampu memenuhi kebutuhan sesaat. Namun, pengelolaan dana tersebut dapat menjadi harapan, peluang melalui berbagai program pemberdayaan yang dapat menghadirkan perubahan yang berkelanjutan.

Program Sahabat Kebaikan Yatim ini menjadi wujud nyata pendekatan tersebut, dengan fokus pada penguatan kapasitas hobi anak-anak yatim melalui kegiatan yang edukatif, menyenangkan, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: BSI Maslahat Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Gathering Sahabat Kebaikan Yatim

Bertempat di Yayasan Dongeng Ceria, program ini menjadi ruang tumbuh yang penuh harapan bagi anak-anak untuk mengenali potensi diri mereka. Di sinilah mereka tidak hanya belajar berbagai keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri bahwa mereka juga mampu berdiri di atas kaki sendiri dan meraih masa depan yang lebih baik.

Iman Surahman, selaku pendiri Rumah Dongeng Ceria, menyampaikan bahwa perjalanan mendampingi anak-anak dari berbagai latar belakang bukanlah tanpa tantangan. Namun, di balik setiap proses tersebut, selalu ada dukungan yang menguatkan. “Dengan banyaknya anak yang datang dari beragam daerah dan usia, tentu tantangan selalu ada. Namun alhamdulillah, dalam perjalanan ini kami mendapatkan banyak dukungan yang turut membersamai kami, salah satunya dari BSI Maslahat melalui program Sahabat Kebaikan.

BSI Maslahat Hadirkan Program Sahabat Kebaikan Yatim, Tumbuhkan Kemandirian Anak di Yayasan Dongeng Ceria

Selama lebih dari satu tahun, BSI Maslahat hadir mendampingi kami, sehingga kami merasa tidak berjalan sendiri. Hobi anak-anak di yayasan kini dapat terfasilitasi dengan baik. Dari yang awalnya sekadar kegemaran, perlahan berkembang menjadi keterampilan produktif yang memberi mereka banyak pengetahuan dan pengalaman baru. Bahkan, hobi tersebut kini mulai menjadi ‘profesi kecil’ yang menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar mereka” ujar Iman.

Belajar dari Hal Sederhana menuju Mandiri dan Berdaya

Dalam program Sahabat Kebaikan Yatim Klaster Pemberdayaan, anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktif dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri. Salah satu kegiatan yang diperkenalkan adalah pelatihan membuat kue dan donat, yang menjadi sarana untuk menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus jiwa kemandirian.

Melalui proses sederhana mulai dari mengolah adonan hingga menghasilkan produk yang siap dinikmati, anak-anak belajar berbagai nilai penting seperti ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta pemahaman dasar mengenai nilai ekonomi dari sebuah keterampilan. Lebih dari sekadar aktivitas memasak, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Kehadiran pelatihan ini juga memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Kini, mereka tidak lagi selalu membeli kue jika ada kunjungan seperti outing class ke Yayasan, ataupun saat perayaan hari besar seperti Idulfitri mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli kue lebaran. Bahkan, pada di Ramadan tahun ini, mereka telah mampu memproduksi dan menerima pesanan kue Lebaran secara mandiri

Sebanyak 35 toples terjual saat Ramadan kemarin, kue-kue yang dijual meliputi kue nastar, cookies abon, dan cookies keju. Di balik setiap kue yang mereka buat, tersimpan harapan bahwa suatu hari nanti mereka bisa menciptakan usaha kecil mereka sendiri.

Nuraini, salah satu anak Yayasan yang berminat di dunia baking mengungkapkan “Alhamdulillah, aku dapat skill baru belajar bikin kue. Dari situ aku jadi tahu kalau aku punya minat di bidang ini. Aku biasanya bagian membuat adonan, dan dari situ aku jadi banyak belajar. Dulu saat Lebaran kami hanya menikmati kue, tapi sekarang kami bisa membuat sendiri, bahkan sampai bisa menjualnya,” ungkap Aini.

Selain pelatihan membuat kue, anak-anak juga dibekali keterampilan dalam pembuatan tempe sebagai bagian dari penguatan jiwa kewirausahaan sejak dini. Dari kegiatan ini, mereka telah mampu memproduksi tempe setiap hari dan menjalin kerja sama dengan warung-warung sekitar untuk menitipkan hasil produksi.

BSI Maslahat Hadirkan Program Sahabat Kebaikan Yatim, Tumbuhkan Kemandirian Anak di Yayasan Dongeng Ceria

Seiring dengan proses produksi tempe yang membutuhkan waktu fermentasi, anak-anak juga secara rutin membuka sistem open pre order (open po) setiap hari Selasa dan Jumat, dengan capaian pesanan yang pernah mencapai 50 kilogram tempe. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan sederhana dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang bernilai ekonomi.

Tidak hanya itu, anak-anak juga diperkenalkan pada kegiatan beternak ayam sebagai bagian dari pembelajaran tanggung jawab, kepedulian terhadap makhluk hidup, hingga ketahanan pangan. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar merawat hewan, tetapi juga berhasil memenuhi kebutuhan protein secara mandiri di lingkungan yayasan, bahkan mampu menjual telur hasil ternak kepada masyarakat sekitar.

Dari proses beternak ini, anak-anak belajar bahwa konsistensi, ketelatenan, dan kasih sayang merupakan kunci dalam merawat kehidupan. Secara perlahan, tumbuh pemahaman bahwa kerja keras yang dilakukan hari ini merupakan investasi berharga untuk masa depan yang lebih baik.

Kolaborasi Kebaikan yang Menghidupkan Harapan

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kebaikan yang dilakukan bersama-sama akan menjangkau lebih banyak hati, lebih banyak kehidupan, dan lebih banyak harapan yang pelan-pelan terwujudkan.

Perubahan paling bermakna dari program ini bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga perubahan cara pandang anak-anak terhadap diri mereka sendiri. Mereka mulai percaya bahwa mereka mampu belajar hal baru, mampu berkarya, dan bahkan mampu bermimpi lebih besar. Perlahan, benih semangat entrepreneur tumbuh dalam diri mereka, dan menyampaikan pesan bahwa masa depan tidak harus ditunggu, tetapi bisa dibangun.

Baca juga : Hadirkan Senyum di Ramadan, BSI Maslahat dan BSI Bagikan THR dalam Bentuk Belanja Bareng 300 Yatim dan Dhuafa di Makassar

Lebih lanjut, Iman Suarahman menyampaikan harapannya. “Harapan kami ke depan, potensi ini dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan pelatihan berkelanjutan dari BSI Maslahat. Kami ingin anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya melalui apa yang mereka cintai,” ujar Iman.

Kehadiran program ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian bertemu dengan pendampingan yang tepat, setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang. Dari ruang sederhana di Yayasan Dongeng Ceria, perlahan tumbuh mimpi-mimpi besar yang suatu hari nanti diharapkan mampu mereka wujudkan dengan kemandirian dan keyakinan diri.

Lebih dari sekadar program, Sahabat Kebaikan Yatim adalah tentang menanam harapan. Harapan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan mandiri. BSI Maslahat percaya bahwa setiap kebaikan yang ditanam hari ini akan menjadi cahaya bagi masa depan mereka.

Yuk cari tahu cara bersedekah mudah di BSI Maslahat? Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI