Doa Ketika Berada Di Bukit Shafa dan Marwa

Doa Ketika Berada Di Bukit Shafa dan Marwa

Dalam rangkaian ibadah haji dan umrah, ibadah sa’i atau berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwa menjadi salah satu syiar penting. Perjalanan bolak-balik antara dua bukit ini mengingatkan umat Islam pada perjuangan Sayyidah Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Dari peristiwa itulah lahir mata air Zamzam yang penuh keberkahan.

Makna Bukit Shafa dan Marwa

Bukit Shafa dan Bukit Marwa merupakan bagian dari syiar Allah yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

 اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ

Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah…” (QS. Al-Baqarah: 158)

Sa’i bukan sekadar aktivitas berjalan kaki. Lebih dari itu, sa’I merupakan ibadah yang mengajarkan keteguhan hati, optimisme, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Baca juga: Apa Itu Wukuf di Arafah dan Bagaimana Caranya?

Doa Ketika Berada di Bukit Shafa dan Marwa

Ketika sampai di Bukit Shafa, jamaah dianjurkan menghadap kiblat, bertakbir, bertahlil, dan membaca doa sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Dari Jabir r.a  beliau berkata: “Ketika Nabi SAW hampir sampai di bukit Shafa beliau membaca:

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ (الباقرة : ١٥٨)

أَبْدَأُبِمَابَدَأَاللّٰهُ بِهِ

Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah…” (QS. Al-Baqarah: 158) Aku memulai sa’I dari apa yang diperintahkan oleh Allah (dalam firman-Nya, yakni aku mulai dari Shafa)

Kemudian beliau mulai dengan naik ke bukit Shafa, hingga beliau melihat Baitullah. Lalu menghadap kiblat, membaca kalimat tauhid dan takbir, lalu membaca doa berikut:

لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وهُوَ عَلى كُلِّ شَيءٍ قَديرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah semata. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan sendirian.”

Kemudian beliau berdoa di antara bukit Shafa dan Marwah. Beliau membacanya tiga kali. Di dalam hadits tersebut dikatakan, Nabi SAW juga membacanya sebagaimana beliau membacanya di bukit Shafa.” (HR. Muslim)

Hikmah Spiritual Sa’i

Sa’i mengandung pelajaran mendalam bagi kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  1. Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal

Siti Hajar tetap berusaha mencari air meski berada di tengah gurun yang tandus. Hal ini mengajarkan bahwa seorang muslim wajib berikhtiar sebelum berserah diri kepada Allah.

  1. Menumbuhkan Kesabaran

Perjalanan sa’i membutuhkan tenaga dan ketekunan. Ini melatih kesabaran serta keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup.

  1. Menguatkan Keyakinan kepada Allah

Munculnya air Zamzam menjadi bukti bahwa pertolongan Allah dapat datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Baca juga: Rukun Ibadah Haji dan Syarat Sah Haji

Adab Saat Sa’i

Agar ibadah sa’i lebih khusyuk dan bermakna, jamaah dianjurkan:

  1. Memperbanyak dzikir dan doa.
  2. Menjaga sikap tenang dan tertib.
  3. Tidak saling mendorong atau mengganggu jamaah lain.
  4. Menghayati perjuangan Sayyidah Hajar selama sa’i berlangsung.

Doa ketika berada di Bukit Shafa dan Marwa bukan hanya rangkaian bacaan ritual semata. Namun juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah sa’i mengajarkan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan penuh keyakinan akan mendapatkan pertolongan dan rahmat-Nya. Dengan memahami makna spiritual di balik ibadah ini, umat Islam dapat mengambil pelajaran berharga tentang kesabaran, perjuangan, dan tawakal dalam menjalani kehidupan.

Yuk cari tahu cara bersedekah mudah di BSI Maslahat. Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI