Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Momen ini menjadi waktu penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri dan memperbarui tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sebagai umat muslim.
Meskipun tidak terdapat ibadah khusus yang diwajibkan dalam menyambut Tahun Baru Islam, para ulama menganjurkan umat Islam untuk mengisi pergantian tahun dengan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mulai dari berdoa, bermuhasabah, hingga memperbanyak amal kebaikan kepada sesama.
Baca juga: BSI Maslahat Rayakan Muharram Ceria Bersama Ribuan Anak Yatim Se-Indonesia
- Membaca Doa Akhir Tahun
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللّٰهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَأَتِي عَلَيْكَ
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي
وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي
وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
وَصَلَّى اللّٰهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
(Dibaca sebanyak 3 kali pada hari terakhir bulan Zulhijjah setelah Ashar)
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau.
Ya Allah, apa pun yang telah aku lakukan sepanjang tahun ini, apabila itu merupakan perbuatan yang Engkau larang dan aku belum bertobat darinya, sementara Engkau tidak meridhainya, bahkan aku telah melupakannya sedangkan Engkau tidak melupakannya, dan Engkau tetap memberiku kesempatan meskipun Engkau berkuasa menghukumku atas perbuatan tersebut, serta Engkau tetap mengajakku untuk bertobat setelah keberanianku melanggar perintah-Mu, maka aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku.
Ya Allah, apa pun amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala serta ampunan atasnya, maka terimalah amal tersebut dariku. Janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabat beliau.” (Sumber: Kitab Kanzun Najah Was Surur)
- Membaca Doa Awal Tahun
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللّٰهِ نُورًا وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
اللّٰهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ
أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى
يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
وَصَلَّى اللّٰهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
(Dibaca sebanyak 3 kali pada malam pertama bulan Muharram setelah Magrib)
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan shalawat yang memenuhi perbendaharaan rahmat-Mu, serta menjadi sebab kebahagiaan, kegembiraan, dan ketenteraman bagi kami dan seluruh kaum mukminin. Limpahkan pula shalawat dan salam kepada keluarga serta seluruh sahabat beliau.
Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Maha Kekal, Maha Dahulu, dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang luas, kami memasuki tahun yang baru ini.
Kami memohon kepada-Mu perlindungan dari godaan setan dan para pengikutnya. Bantulah kami dalam menghadapi hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan. Sibukkanlah kami dengan segala amal yang dapat mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabat beliau.” (Sumber: Kitab Kanzun Najah Was Surur)
- Muhasabah dan Introspeksi Diri
Salah satu amalan yang paling dianjurkan menjelang Tahun Baru Islam adalah melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Muhasabah berarti mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dilalui, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
Melalui muhasabah, seseorang dapat menilai kembali kualitas ibadah, akhlak, amanah dalam pekerjaan, hubungan keluarga, serta kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat. Dari proses evaluasi tersebut, lahirlah kesadaran untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas diri pada tahun berikutnya.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Baca juga: BSI Maslahat Hadirkan Layanan MCU Gratis untuk Warga Kemayoran di Gema Muharram Masjid Al-Hikmah
- Memperbanyak Sedekah Membantu Sesama
Tahun Baru Islam juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah dan berbagai bentuk kebaikan kepada sesama. Islam mengajarkan bahwa keberkahan hidup tidak hanya diperoleh melalui ibadah individual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap orang lain.
Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai senyuman, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, berbagi makanan, mendukung pendidikan anak-anak yang membutuhkan, hingga berkontribusi dalam program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, momen ini merupakan kesempatan untuk memperbarui niat, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.
Yuk cari tahu cara bersedekah mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI.

