Jakarta, 23 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Bulan Muharram dan Hari Anak Nasional, BSI Maslahat bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui program Eduwisata Yatim dan Dhuafa bertajuk “Peduli Yatim, Peduli Bumi.” Kegiatan ini berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Cikole, Kabupaten Bandung Barat.
Program ini merupakan program kolaborasi BSI, BSI Maslahat, dan KCIC Whoosh dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp74.004.985 dari 2.673 transaksi kebaikan. Melalui amanah tersebut, puluhan anak yatim diajak merasakan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sampah dan lingkungan. Peserta kegiatan merupakan anak-anak asuh dari 11 yayasan mitra Program Sahabat Kebaikan Yatim binaan BSI Maslahat di wilayah Jabodetabek.
Baca juga: BSI Maslahat Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Yatim melalui Gathering Sahabat Kebaikan di TSM Makassar
Dengan konsep edutrip, program ini dirancang tidak hanya sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai pengalaman belajar langsung yang mampu membentuk karakter dan memberikan manfaat jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke area operasional Whoosh. Para peserta mendapatkan kesempatan mengenal teknologi transportasi modern sekaligus merasakan pengalaman menaiki kereta cepat pertama di Indonesia. Bagi sebagian besar anak, pengalaman ini menjadi hal baru yang membuka wawasan dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Almira, salah satu anak asuh dari Yayasan Rumah Dongeng Ceria, mengaku sangat antusias karena untuk pertama kalinya berkesempatan menaiki Kereta Cepat Whoosh. “Senang banget bisa naik Whoosh. Keretanya nyaman dan sepanjang perjalanan pemandangannya indah. Ini jadi pengalaman baru yang berkesan buat aku,” ungkapnya.
Selain wisata edukatif, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, seperti pengelolaan sampah dan limbah, membuat kompos, dan penerapan gaya hidup zero waste. Kegiatan ini turut dilengkapi dengan penguatan kepemimpinan, pembentukan karakter, serta pembinaan keagamaan untuk menumbuhkan nilai kemandirian, tanggung jawab, keberanian, kerja sama, dan akhlak mulia.

Menurut BSI Maslahat, pengalaman belajar berbasis aktivitas seperti ini memiliki dampak positif terhadap pembentukan karakter anak. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan baru, kerja sama kelompok, dan penyelesaian berbagai tantangan bersama, anak-anak dilatih untuk lebih percaya diri, mampu bersosialisasi, terampil memecahkan masalah, dan memiliki ketahanan mental yang baik. Sementara itu, edukasi lingkungan sejak usia dini diharapkan dapat membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian bumi.
Baca juga: BSI Maslahat Pererat Kepedulian melalui Gathering Sahabat Kebaikan Yatim di Aceh
Direktur Operasional BSI Maslahat, Rusdi Musa Ishak, menyampaikan bahwa “Kami meyakini bahwa pengalaman seperti ini akan memberikan kesan yang mendalam bagi adik-adik. Sehingga diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, adik-adik dapat memperoleh pengalaman yang tidak hanya menjadi kenangan yang membahagiakan, tetapi juga memberikan wawasan dan nilai-nilai positif yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di Yayasan” ujarnya.

Malik, salah satu anak asuh dari Yayasan Raudhatun Nikmah menyampaikan pengalamam berharga yang ia dapatkan melalui eduwisata ini. “Saya dapat banyak ilmu baru dari kegiatan ini. Mulai dari belajar membuat pupuk kompos, memilah dan mengelola sampah, mengenali potensi diri, membangun pola pikir, sampai belajar keterampilan bertahan hidup di alam. Semua pengalaman ini akan menjadi bekal bagi saya di masa depan” ujarnya.
Selain itu, pada kesempatan ini BSI Maslahat, BSI, dan KCIC juga menyalurkan santunan dan bingkisan kepada seluruh peserta. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, rasa diperhatikan, dan semangat baru bagi anak-anak untuk terus tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berprestasi, dan berakhlak mulia.
Sebagai lembaga pengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) serta dana sosial lainnya, BSI Maslahat terus berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang tidak hanya memberi manfaat sesaat, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Melalui pengelolaan ZISWAF yang amanah dan produktif, BSI Maslahat berupaya menghadirkan program yang mendukung pendidikan, penguatan karakter, dan peningkatan kapasitas generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi unggul yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga: BSI Maslahat Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Yatim melalui Gathering Sahabat Kebaikan di Semarang

Program Eduwisata Yatim dan Dhuafa juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui edukasi kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Melalui kolaborasi ini, BSI Maslahat berharap setiap pengalaman yang diperoleh anak-anak tidak berhenti sebagai kenangan yang menyenangkan, tetapi menjadi awal tumbuhnya kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Semangat menjaga kebersihan, mengurangi sampah, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan diharapkan dapat mereka terapkan di yayasan maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa.
Yuk cari tahu cara bersedekah mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

