BSI Maslahat Buktikan Disabilitas Bisa Mandiri, Bu Paini Jadi Cermin Sukses Pemberdayaan Ekonomi Inklusif

Bekasi, 12 Mei 2026 – BSI Maslahat mengunjungi Kedai In-Spirasi di Jalan Tawamangu Nomor 200, Bekasi, untuk menyaksikan langsung keberhasilan program pemberdayaan UMKM BSI Disabilitas yang kini mandiri dan produktif. Tempat ini menjadi simbol bangkitnya kemandirian ekonomi berbasis potensi penyandang Disabilitas. Di balik kedai tersebut, terdapat kisah panjang perjuangan dan ketulusan yang menginspirasi banyak pihak.

Ibu Paini, perempuan berusia 55 tahun, menjadi sosok penting di balik berdirinya Kedai In-Spirasi. Ia merupakan penyandang Disabilitas fisik dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak sempurna. Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan semangatnya dalam membangun usaha bersama komunitas.

Melalui Rumah Singgah Disabilitas Mandiri (Rumsidisma), Ibu Paini menginisiasi gerakan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di Bekasi. Ia ingin membuktikan bahwa penyandang Disabilitas memiliki potensi luar biasa yang sering terabaikan. Dengan dukungan BSI Maslahat melalui program UMKM Disabilitas, gagasan tersebut kemudian melahirkan Kedai In-Spirasi sebagai pusat aktivitas usaha bersama.

“Penyandang disabilitas mempunyai emas permata bahkan berlian, namun tanpa action yang nyata, orang tidak akan orang mempercayai kami. Maka lahirlah Kedai In-spirasi ini yang didalamnya semua adalah penyandang disabilitas binaan Rumsidisma.” ujar Ibu Paini.

Baca juga : BSI Maslahat Antar Paini, Penggerak Rumah Disabilitas Mandiri, Menjadi Juara III Wirausaha Inspiratif 2025 

Sebelum Kedai In-Spirasi berdiri, para binaan disabilitas menjalani aktivitas ekonomi yang terbatas. Mereka berjualan dari bazar ke bazar dengan produk sederhana seperti pecel dan kue kering.
Sebagian lainnya membuat telur asin, aksesori, hingga menjahit untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Keterbatasan ruang dan stigma sosial menjadi tantangan besar bagi penyandang Disabilitas. Banyak yang meragukan kemampuan mereka dalam menjalankan Usaha secara mandiri. Tidak sedikit keluarga yang menganggap mereka tidak perlu dilatih atau diberdayakan.

Baca juga : BSI Maslahat Hadirkan Gerobak Usaha, Mas Udin Penyandang Disabilitas Kini Lebih Percaya Diri dan Bersemangat Berdagang 

Ibu Paini berupaya mengubah pandangan tersebut melalui keteladanan nyata. Ia membina anggota dari nol hingga mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi. Proses ini tidak mudah, namun dijalani dengan kesabaran dan konsistensi.

Dukungan BSI Maslahat menjadi titik penting dalam terbentuknya Kedai In-Spirasi. Sejak mengenal BSI Maslahat pada 2016, Ibu Paini merasakan kehadiran BSI Maslahat yang memberi solusi nyata bagi komunitas Disabilitas.

BSI Maslahat menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp350 juta kepada 21 penyandang Disabilitas. Sebanyak 14 di antaranya aktif berkarya di Kedai In-Spirasi sebagai pelaku usaha.
Mereka terlibat dalam produksi, pelayanan, hingga pengelolaan operasional. Sisanya menjalankan usaha sendiri seperti usaha cilok, jamu, bahkan jasa menjahit. Kedai In-Spirasi kini menghasilkan lebih dari 20 produk kuliner. Produk tersebut dipasarkan secara offline maupun online kepada berbagai kalangan. Usaha ini mampu mencatat transaksi rata-rata Rp15 juta hingga Rp30 juta setiap bulan.

 

Dukungan tidak hanya berupa modal, tetapi juga pendampingan usaha berkelanjutan. BSI Maslahat memberikan pelatihan literasi digital bagi para pelaku Usaha Disabilitas. Penguatan branding juga dilakukan agar produk lebih dikenal masyarakat luas. Menurut Ibu Paini, BSI Maslahat bukan sekadar mitra, tetapi sudah seperti orang tua. Peran tersebut dirasakan oleh seluruh anggota komunitas Disabilitas terutama di Kota Bekasi.

Sejak Kedai In-Spirasi berjalan, perubahan besar mulai dirasakan. Kunjungan dari berbagai pihak, termasuk publik figur, semakin meningkat. Banyak yang terkejut melihat kualitas produk yang dihasilkan. “Banyak yang tercengang atas kehadiran kami. Produk yang kami buat bukan untuk belas kasihan tapi benar-benar enak dan layak untuk dijual kepada masyarakat umum menengah kebawah maupun ke atas. Bahkan pernah sambal pecel produk kami dibawa ke Jerman 4 kali berturut-turut.” Ujar Bu Paini

Secara ekonomi, Kedai In-spirasi ini sangat dirasakan anggota binaan. Mereka kini memperoleh penghasilan dari hasil kerja keras sendiri. Kerja sama antar anggota di Kedai In-Spirasi terjalin dengan sangat baik. “Kerja sama di Kedai In-Spirasi terjalin sangat baik, dengan penyandang tuna daksa, tuna grahita, dan tuli yang saling bahu-membahu dalam menjalankan operasional sehari-hari.

Kedai In-Spirasi menjadi embrio kemandirian Disabilitas. Di tempat ini, mereka belajar, bekerja, dan mengembangkan potensi secara nyata. Ke depan, Ibu Paini memiliki harapan besar terhadap keberlanjutan Kedai In-spirasi. Ia ingin memiliki tempat usaha permanen yang tidak lagi bergantung pada sewa. Selain itu, ia berharap dapat membuka cabang untuk memperluas manfaat terutama bagi para penyandang disabilitas.

Ibu Paini juga menyampaikan apresiasi kepada BSI Maslahat dan para donatur atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan. “Saya atas nama keluarga besar Kedai In-Pirasi mengucapkan Jazakumullah khairan katsir atas bantuan yang diberikan kepada kami. Semoga rezeki yang sudah Allah titipkan kepada kami menjadi catatan khusus ladang kebaikan, pahala yang insya Allah kelak akan menghantarkan kita semua ke surganya Allah Ta’ala.” tuturnya.

Melalui Kedai In-Spirasi, BSI Maslahat membuktikan bahwa pemberdayaan Disabilitas dapat menciptakan perubahan nyata. Dukungan usaha inklusif menjadi jalan menuju kesejahteraan dan martabat yang lebih baik bagi para penerima manfaat.

Yuk Berzakat di BSI Maslahat? Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI