BSI Maslahat Wujudkan Yatim Mandiri dan Berdaya Lewat Program Sahabat Kebaikan Yatim di Yayasan Madinah Al Hijrah

BSI Maslahat Wujudkan Yatim Mandiri dan Berdaya Lewat Program Sahabat Kebaikan Yatim di Yayasan Madinah Al Hijrah

Pandeglang, 28 April 2026 – BSI Maslahat melalui program Sahabat Kebaikan Yatim terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian anak-anak yatim melalui klaster pemberdayaan di Yayasan Madinah Al Hijrah, Pandeglang. Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membekali keterampilan hidup dan wirausaha para anak asuh.

Harapan sering tumbuh dari hal-hal sederhana seperti dari kesempatan untuk belajar, mencoba, dan merasa bahwa masa depan bisa dibentuk dengan tangan sendiri. Bagi anak-anak yatim, kesempatan seperti ini bukan sekadar pengalaman, melainkan titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan berdaya.

Baca juga: BSI Maslahat Perkuat Ketahanan Ekonomi Santri Yatim Dhuafa di Yayasan Khoirul Hikmah Lewat Program Sahabat Kebaikan Yatim Klaster Pemberdayaan

BSI Maslahat merancang program ini dengan pendekatan yang lebih dari sekadar bantuan karitas yang menghadirkan manfaat sesaat. Fokus utamanya adalah membekali anak-anak asuh dengan keterampilan hidup dan semangat wirausaha di usia muda.

Melalui berbagai pelatihan, mulai dari bertani hingga pengolahan limbah ternak menjadi produk pangan, anak-anak diajak untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku yang aktif dalam proses pembelajaran. Yayasan pun didorong untuk berkembang menjadi lebih mandiri, sehingga manfaat yang dihasilkan dapat terus berkelanjutan.

Ahmad Muzammil Abu Bakar, salah satu anak asuh asal Lebak, Banten, mengungkapkan “saya salah satu anak yang masuk pesantren karena wasiat dari almarhum ayah saya yang menginginkan semua anaknya masuk pondok. Awal saya masuk pondok, saya nangis karena gak bisa mengaji. Tapi karena saya mau bisa mengaji, saya paksa terus untuk belajar. Selain ilmu agama, di sini saya juga dapat pelajaran keterampilan hidup, seperti bertani, beternak dan membuat kompos” ujar Muzammil.

Melihat Potensi di Balik Tantangan

Sebelum program berjalan, Yayasan Madinah Al Hijrah menghadapi sejumlah tantangan. Limbah dari dapur serta kotoran ternak belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan cenderung terbuang. Dari sisi sumber daya manusia pun, belum adanya anak asuh maupun pengelola yang memiliki pengetahuan teknis untuk mengintegrasikan berbagai unit usaha  Yayasan yang ada.

Namun, di balik tantangan tersebut, tersimpan potensi yang besar. Lahan pertanian yang luas, populasi ternak yang beragam, serta sumber daya organik yang melimpah.

Potensi yang tidak kalah penting, anak-anak asuh dan para pengelola memiliki semangat untuk belajar dan berkembang. Potensi inilah yang kemudian menjadi titik awal sebuah transformasi.

Melalui pendekatan Integrated Farming System, BSI Maslahat menghadirkan solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Program Sahabat Kebaikan Yatim BSI klaster pemberdayaan dihadirkan untuk menciptakan siklus ekosistem yang saling mendukung, di mana setiap elemen memiliki peran dan manfaat.

BSI Maslahat Wujudkan Yatim Mandiri dan Berdaya Lewat Program Sahabat Kebaikan Yatim di Yayasan Madinah Al Hijrah

Anak-anak dan pengelola mendapatkan pelatihan dalam mengolah limbah dapur Yayasan menjadi pakan ternak dan kompos. Mereka juga diperkenalkan pada budidaya azolla sebagai sumber protein alami yang dapat meningkatkan kualitas pakan.

Limbah ternak seperti kotoran ayam dan limbah dapur yayasan diolah menjadi pupuk organik yang mampu mengembalikan kesuburan tanah. Di sisi lain, kandang ayam petelur direhabilitasi agar kembali produktif dan dapat mendukung kebutuhan pangan yayasan.

Pelatihan pembuatan pakan fermentasi juga menjadi bagian penting dalam program ini. Dengan teknik ini, pakan menjadi lebih efisien, tahan lama, dan bernutrisi tinggi. Semua proses tersebut kemudian terhubung dalam satu sistem terpadu yang saling menguatkan, memaksimalkan segala potensi yang dimiliki sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia.

Lebih lanjut, Muzammil menyampaikan “ternyata sisa makanan kami di sini, yang biasanya dibuang, kalau diolah bisa jadi makanan bergizi buat hewan ternak. Setelah diberi pelatihan dan pendampingan, kami jadi tau cara membuat pakan yang bergizi tinggi dari hasil limbah dapur dan limbah ternak” ucapnya.

Perubahan Nyata yang Mulai Terasa

Seiring berjalannya program, perubahan mulai terlihat secara nyata. Anak-anak asuh kini mampu memproduksi pakan ternak secara mandiri, lebih hemat sekaligus berkualitas. Limbah yang sebelumnya menjadi masalah kini justru menjadi sumber daya yang bernilai, menghadirkan sistem zero waste di lingkungan yayasan.

Kandang ayam yang sempat terbengkalai kini kembali aktif dan siap menghasilkan telur, baik untuk kebutuhan internal maupun untuk dijual jika ada panen berlebih. Lahan pertanian pun menjadi lebih subur berkat penggunaan pupuk organik hasil olahan sendiri, sehingga ketergantungan pada pupuk kimia dapat dikurangi.

Lebih dari sekadar hasil fisik, program ini juga membawa perubahan dalam cara berpikir. Anak-anak mulai memahami bahwa setiap proses memiliki nilai, dan setiap usaha dapat membawa hasil jika dilakukan dengan konsisten.

Baca juga: BSI Maslahat Hadirkan Program Sahabat Kebaikan Yatim, Tumbuhkan Kemandirian Anak di Yayasan Dongeng Ceria Indonesia

Ridwan, salah satu tenaga pendidik di Yayasan menyampaikan “kehadiran program ini bagi anak-anak santri sangat berarti dan mengasyikan. Mereka jadi terinspirasi dari pembekalan peningkatan kapasitas diri, maupun dari pendampingan program pemberdayaan. Kehadiran tim pendamping yang mengajarkan anak-anak beternak, bertani, serta membuat pakan dengan memanfaatkan limbah Yayasan yang ternyata bagi orang awam yang melihat limbah tersebut seperti tidak ada nilainya, namun bagi yang tahu imunya limbah tersebut justru dapat bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya” ungkapnya.

Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. Anak-anak belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya menjaga lingkungan.

Mereka tidak hanya memahami bagaimana cara bertani atau beternak, tetapi juga mengerti bagaimana membangun sesuatu dari nol, mengelola sumber daya, dan melihat peluang dari keterbatasan. Pengalaman ini menjadi bekal berharga yang akan mereka bawa ke masa depan membentuk karakter yang tangguh sekaligus mandiri.

BSI Maslahat Wujudkan Yatim Mandiri dan Berdaya Lewat Program Sahabat Kebaikan Yatim di Yayasan Madinah Al Hijrah

Program pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi yayasan. Dengan sistem yang telah terbangun, yayasan memiliki peluang untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.

BSI Maslahat melalui Sahabat Kebaikan Yatim menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Dengan pendekatan yang tepat, kepedulian dapat tumbuh menjadi kekuatan yang menggerakkan kemandirian.

Yuk cari tahu cara bersedekah mudah di BSI Maslahat? Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI