Semangat Kartini di Era Kini, Kisah Elsi Nasabah BWM Al-Kautsar yang Sukses dan Berdaya

Semangat Kartini di Era Kini, Kisah Elsi Nasabah BWM Al-Kautsar yang Sukses dan Berdaya

Jakarta, 21 April 2026 – Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang perempuan Indonesia dalam memperjuangkan kemandirian, peran, dan kontribusinya bagi bangsa. Semangat Kartini kini hidup dalam bentuk yang lebih nyata, ia hadir melalui pemberdayaan ekonomi yang memberi ruang bagi perempuan untuk tumbuh, mandiri, dan berkontribusi bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

Di tengah semangat tersebut, hadir kisah inspiratif dari Elsiani, atau yang akrab disapa Elsi, salah satu nasabah Bank Wakaf Mikro (BWM) Al-Kautsar yang dikelola oleh BSI Maslahat. Perempuan berusia 48 tahun ini menekuni usaha kue pilin yang menjadi saksi perjalanan ketekunan, kesabaran, dan perubahan hidup yang ia jalani dari waktu ke waktu.

Baca juga: Di Balik Kue Lebaran, Ada Perjalanan Listiyani Bersama LKMS BWM Al Muna Berkah Mandiri

Perjalanan Elsi tidak dimulai dengan kemudahan. Sepuluh tahun lalu, sambil tetap menggarap sawah, ia merintis usaha kue pilin sebagai pekerjaan sampingan dengan kapasitas produksi yang masih sangat terbatas, hanya sekitar 4 kilogram setiap kali produksi. Penghasilannya pun belum menentu, bahkan pernah hanya sekitar Rp200 ribu dalam satu kali produksi.

Namun, perubahan mulai hadir pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Berkat informasi dari seorang teman, Elsi mengetahui adanya program pembiayaan tanpa bunga. Setelah melalui proses verifikasi, ia resmi menjadi bagian dari nasabah Bank Wakaf Mikro (BWM) Al-Kautsar dan bergabung dalam Halaqah Mingguan (HALMI) Bukik Bulek Sejahtera. Momen ini menjadi titik awal transformasi besar dalam perjalanan usahanya.

Dengan pendampingan dan dukungan modal, Elsi mulai memperluas usahanya. Ia tidak berjalan sendiri, empat orang temannya turut terlibat dalam proses produksi yang semakin berkembang. Kini, kapasitas produksinya meningkat hingga 12 kilogram dengan pendapatan sekitar Rp700 ribu setiap kali produksi.

Produk kue pilinnya dipasarkan dengan harga terjangkau namun tetap memberikan nilai tambah bagi para mitra warung. Kue produksi Elsi dijual seharga Rp5 ribu dengan isi lima kue perbungkusnya dan Rp20 ribu dengan isi 25 perbungkusnya. “Kalau dititipkan ke warung, saya hargai 20 ribu dan mereka menjual seharga 25 ribu,” tutur Elsi. Jangkauan usahanya pun semakin luas, tidak hanya di Limapuluh Kota, tetapi juga hingga Mentawai, Jakarta, bahkan Malaysia. Dengan daya tahan produk mencapai 20 hari, usahanya kini lebih stabil dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar peningkatan ekonomi, Elsi merasakan perubahan yang lebih mendalam dalam hidupnya. Melalui pendampingan di HALMI, ia tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga mendapatkan wawasan pembelajaran tentang nilai-nilai keagamaan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik melalui kegiatan rutin HALMI setiap pekan.

Baca juga: Omset Rumah Makan Melejit Jutaan Rupiah, Kisah Leni Anhar Bertumbuh Bersama BSI Maslahat

Jika dahulu ia menggantungkan hidup hanya pada menggarap sawah, kini Elsi mampu menciptakan peluang dan membuka ruang kerja bagi orang-orang di sekitarnya. Perjalanan usahanya tidak hanya menguatkan dirinya sendiri, tetapi juga menjadi jalan pemberdayaan bagi perempuan-perempuan lainnya untuk tumbuh bersama.

Kisah Elsi menjadi gambaran nyata bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada pemberian modal semata, melainkan tumbuh dari kepercayaan, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang secara berkelanjutan. Perjalanan seorang perempuan tidak selalu berakhir di rumah atau dapur, karena sejatinya Perempuan juga  memiliki kesempatan yang sama untuk berdaya, mandiri, dan bermartabat melalui karya serta kontribusinya bagi keluarga dan masyarakat. Melalui ekosistem pemberdayaan seperti BWM Al-Kautsar yang dikelola BSI Maslahat, perempuan seperti Elsi mampu melangkah lebih jauh, membangun kemandirian ekonomi, memperkuat peran sosial, dan menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Yuk cari tahu cara bersedekah mudah di BSI Maslahat? Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI