Lombok, 14 September 2026 – Di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, sawah bukan sekadar hamparan tanah yang menunggu panen. Bagi Sirojudin (56), sawah adalah ruang belajar tentang kesabaran, kehilangan, dan harapan. Selama 37 tahun menjadi petani, ia telah merasakan sulitnya bertani tanpa dukungan modal dan pilihan yang terbatas.
Kini, dengan lahan seluas 15 are, Sirojudin mampu menghasilkan sekitar 500 kilogram gabah dari panen terakhir. Angka itu mungkin kecil, namun setiap bulir berasnya menyimpan cerita tentang biaya produksi, kebutuhan keluarga, dan perjuangan mempertahankan penghidupan. “Dulu yang paling sulit itu modal. Mau beli pupuk saja susah, kadang harus pinjam ke sana-sini,” kenangnya.

Dari Sulitnya Modal hingga Menemukan Kekuatan dalam Kelompok
Kesulitan modal membuat petani sering terjebak dalam lingkaran pinjaman informal. Situasi ini berubah ketika Program Desa Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) hadir melalui pendampingan BSI Maslahat pada 2022. Sirojudin dipercaya menjadi Ketua Perkumpulan Petani Rinjani Berseri, wadah yang mempertemukan petani untuk berbagi pengetahuan, memperkuat posisi tawar, dan mengelola usaha bersama.
Program Desa BSI menghadirkan akses pembiayaan berbasis qardhul hasan, pelatihan pertanian sehat, penguatan kelembagaan, serta fasilitas pascapanen melalui Rice Milling Unit. Perubahan terbesar yang dirasakan Sirojudin adalah cara memandang masa depan yaitu petani kini memiliki ruang untuk berbicara tentang pertanian sehat, pemasaran, dan nilai tambah hasil pertanian. “Petani itu harus maju bersama. Kalau ada ilmu, kami bagikan. Kalau ada yang kesulitan, kami bantu,” tegasnya.
Baca juga : BSI Maslahat Kembangkan Klaster UMKM Gula Aren di Cianjur untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Menumbuhkan Kesejahteraan, Menguatkan Petani Lain
Sirojudin percaya kesejahteraan petani tidak lahir dalam satu musim. Ia membutuhkan kelembagaan, akses, dan kepercayaan yang dibangun perlahan. BSI Maslahat melalui Program Desa BSI hadir untuk memastikan petani memiliki kekuatan saling menopang, sehingga keberhasilan tidak berhenti pada satu orang, tetapi membuka jalan bagi banyak petani lain untuk ikut tumbuh.
Program ini menjadi bukti bahwa perubahan di desa berawal dari keberanian warganya untuk berdaya. Bagi Sirojudin, keberhasilan seorang petani bukan hanya ketika panennya meningkat, tetapi ketika keberhasilan itu menjadi pintu bagi petani lain untuk ikut sejahtera.
Mari bersama bantu petani Indonesia tumbuh lebih berdaya dan sejahtera. Salurkan dukungan Sahabat melalui BSI Maslahat, klik di sini.
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

