Berkurban sering kali dianggap sebagai ibadah yang “nanti saja kalau sudah mapan”. Padahal, dengan perencanaan yang tepat, Gen Z juga bisa mulai menabung untuk berkurban sejak sekarang. Meskipun masih pelajar, mahasiswa, atau baru mulai bekerja.
Baca juga: Kurban Online Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Hukum dan Dalilnya
Kuncinya bukan pada seberapa besar penghasilan, tapi seberapa konsisten kita menyisihkan sebagian rezeki. Yuk simak tips menabung untuk kurban ala Gen Z berikut ini.
- Tentukan Target Sejak Awal
Langkah pertama adalah menentukan target. Misalnya, kamu ingin berkurban kambing tahun depan. Cari tahu kisaran harganya, lalu bagi menjadi tabungan bulanan.
Contoh: Jika harga kambing Rp3.000.000 dan kamu punya waktu 10 bulan, berarti cukup menabung sekitar Rp10.000 per hari. Terasa lebih ringan, bukan?
- Gunakan Metode “Auto Save”
Gen Z identik dengan serba digital. Manfaatkan aplikasi perbankan atau e-wallet untuk menyisihkan uang secara otomatis ke rekening khusus tabungan kurban. Dengan cara ini, kamu “memaksa” diri untuk konsisten tanpa harus berpikir ulang setiap bulan.
- Pisahkan Rekening Khusus
Salah satu kesalahan umum adalah mencampur uang tabungan dengan uang harian. Akibatnya, tabungan sering “terpakai duluan”. Solusinya, buat rekening atau dompet digital khusus untuk tabungan kurban. Anggap saja uang itu “tidak boleh disentuh” sampai waktunya tiba.
- Kurangi Pengeluaran Impulsif
Jujur saja, godaan terbesar Gen Z adalah diskon, flash sale, kopi, dan tren viral. Tanpa sadar, uang habis untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Coba mulai dengan langkah kecil:
- Kurangi jajan berlebihan
- Tahan beli barang yang hanya ikut tren
- Prioritaskan kebutuhan dibanding keinginan
- Alihkan selisihnya ke tabungan kurban.
Baca juga: Ramadan Ubah Pola Konsumsi dari Belanja ke Berbagi
- Ikut Program Tabungan Kurban
Sekarang banyak lembaga yang menyediakan program tabungan kurban dengan sistem cicilan ringan. Ini cocok buat kamu yang ingin lebih terarah dan disiplin. Selain itu, biasanya kamu juga akan diingatkan secara rutin, jadi peluang “lupa nabung” jadi lebih kecil.
- Manfaatkan Penghasilan Tambahan
Kalau kamu punya side hustle seperti freelance, jualan online, atau konten kreator, sisihkan sebagian penghasilan tambahan khusus untuk kurban. Cara ini efektif karena tidak mengganggu kebutuhan utama.
- Niatkan sebagai Ibadah, Bukan Beban
Yang paling penting, ubah mindset. Menabung untuk kurban bukan soal berat atau tidaknya, tapi tentang niat dan komitmen. Sedikit demi sedikit, jika dilakukan dengan konsisten, akan terasa ringan. Justru di situlah nilai ibadahnya.
Baca juga: Baitul Maal dan Keadilan Sosial di Era Khalifah Umar Bin Khattab
Berkurban bukan hanya untuk mereka yang sudah “mapan”, tapi untuk siapa saja yang mau berusaha dan mempersiapkan diri. Gen Z punya keunggulan berupa akses teknologi, informasi, dan peluang yang luas. Mulai saja dari sekarang, dari nominal kecil, dari kebiasaan sederhana. Karena pada akhirnya, bukan soal besar kecilnya kurban, tapi keikhlasan dan usaha yang kita lakukan untuk mencapainya.
Cari tahu cara berkurban mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat merupakan LAZNAS dan Nazhir Wakaf resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

