Kapan Waktu Terbaik Menyembelih Hewan Kurban?

Kapan Waktu Terbaik Menyembelih Hewan Kurban?

Ibadah kurban dilakukan dalam rangka memperingati peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan putranya, Nabi Ismail AS. Karena itu, pelaksanaannya pun terikat pada waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan dalam syariat. Momentum utama kurban berkaitan erat dengan Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Namun, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menyembelih hewan kurban?

Kapan Waktu Terbaik Menyembelih Hewan Kurban?

  1. Dimulai Setelah Salat Iduladha

Waktu penyembelihan kurban dimulai setelah pelaksanaan salat Iduladha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hal ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang menyembelih sebelum salat Id, maka itu bukan kurban, melainkan sembelihan biasa” (HR. Bukhari Muslim)

Artinya, menyembelih sebelum salat Id tidak dianggap sebagai ibadah kurban.

  1. Hari-Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah)

Waktu penyembelihan masih diperbolehkan hingga hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Hari-hari ini dikenal sebagai waktu makan, minum, dan berdzikir kepada Allah, sekaligus menjadi kesempatan bagi umat Islam yang belum sempat berkurban di hari pertama.

Baca juga: Makna Dalam Niat Puasa Sunnah Sambut Hari Raya Iduladha

Lalu, Kapan Waktu yang Paling Utama?

Waktu menyembelih hewan kurban dimulai sejak setelah salat Iduladha, berakhir dengan terbenamnya matahari pada hari ketigabelas bulan Dzulhijah. Artinya, ada empat hari untuk menyembelih hewan kurban yakni di hari Iduladha dan tiga hari sesudahnya.

Namun, yang utama adalah segera menyembelih setelah salat Iduladha, sebagaimana perbuatan Rasulullah SAW, kemudian yang pertama kali beliau makan pada hari Id adalah hewan kurbannya.

Imam Ahmad meriwayatkan (22475) dari Buraidah radhiyallahu anhu, dia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ ، وَلا يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ ، فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Artinya:“Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak berangkat untuk shalat Idulfitri sebelum makan dan tidak makan pada hari Iduladha kecuali setelah pulang (dari shalat), lalu beliau makan dari hewan kurbannya” (HR. Imam Ahmad)

Penetapan waktu ini bukan tanpa alasan. Ada nilai-nilai yang ingin ditanamkan, antara lain:

  • Sebagai bentuk ketaatan karena mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
  • Wujud disiplin ibadah karena melaksanakan pada waktu yang tepat.
  • Bentuk kepedulian sosial karena mempercepat distribusi daging kepada yang membutuhkan.

Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga tentang mengikuti tuntunan dengan penuh kesadaran. Waktu pelaksanaan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga : Tips Berkurban Bagi Pemilik Gaji Terbatas

Dengan melaksanakan kurban pada waktu yang tepat terutama segera setelah salat Iduladha kita tidak hanya menjalankan ibadah dengan sah, tetapi juga menyempurnakan maknanya sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian terhadap sesama.

Yuk cari tahu cara berkurban mudah di BSI Maslahat? Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI